Tentang
Program
Cerita Publikasi Bergabung
Donasi

Yayasan IAR Indonesia

Silakan atur halaman utama di Settings → Reading → Your homepage displays dan pilih A static page, lalu pilih halaman dengan template Home.

Catatan Lapangan Magang dan Penelitian Davit bersama YIARI

Halo, Sobat #KonservasiYIARI!

Saya Davit Aditya, biasa dipanggil Davit. Sebagai mahasiswa semester delapan program studi Rekayasa Kehutanan ITERA, saya berkesempatan melakukan magang serta berkewajiban untuk menyelesaikan tugas akhir/skripsi. Disaat YIARI membuka peluang untuk melakukan magang dan penelitian, saya tanpa ragu langsung mengajukan diri. Mari simak paragraf singkat tentang cerita magang dan penelitian saya bersama dengan orang-orang yang tetap mempertahankan kelestarian alam di saat banyak orang yang memandang sebelah mata.

YIARI (Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia) merupakan suatu organisasi nirlaba yang berperan dalam upaya perlindungan primata serta habitatnya di Indonesia. Dalam mewujudkan upaya tersebut, YIARI berfokus dalam meningkatkan kesadaran masyarakat melalui pengembangan, edukasi, perlindungan habitat, dan kesehatan masyarakat. YIARI juga berkolaborasi dengan berbagai pihak, salah satunya mahasiswa untuk berkomitmen menjaga kelestarian dan keanekaragaman hayati demi generasi yang mendatang.

Foto bersama dengan tim lapang yang mendampingi selama berkegiatan (Davit Aditya)

Selama periode magang, saya mengerjakan tugas dan mengikuti berbagai kegiatan yang berhubungan langsung dengan alam dan masyarakat. Hal ini memberikan kesempatan saya untuk belajar lebih dalam mengenai konservasi satwa dan habitatnya, selain itu saya juga belajar bersosialisasi dengan masyarakat dari beberapa gapoktan yang dibina oleh YIARI. 

Setiap kegiatan yang saya ikuti memiliki kesan yang berbeda-beda. Namun, karena saya orangnya itu suka kegiatan yang bersinggungan langsung dengan alam, kegiatan-kegiatan di alam sangat berkesan bagi saya terutama yang memacu adrenalin. Salah satu contohnya adalah kegiatan pemasangan plang batas kawasan hutan. Pada kegiatan ini saya ikut bersama Mas Mail, Mas Anang, dan Mas wahyu.

Kegiatan ini paling berkesan karena kegiatan ini diawali dengan perjalanan yang cukup jauh serta rute yang dilewati cukup ekstrim. Bahkan sepanjang perjalanan kami diguyur hujan lebat nonstop, dengan mengendarai motor dan barang bawaan yang lumayan banyak, beberapa kali kami jatuh bangun sampai mandi lumpur. Kami memasang empat plang batas yang titik pemasangannya saling berjauhan dan sesekali nyasar. Meskipun banyak rintangan yang dilewati, kegiatan ini malah jadi sangat berkesan dan seru bagi saya, mungkin kalo ada kesempatan lagi saya bakalan ikut sih…

Kegiatan pemasangan plang batas kawasan hutan (Davit Aditya)

Disela-sela kegiatan magang, saya juga melaksanakan penelitian saya di Stasiun Riset Way Rilau. Karena saya meneliti tentang kodok jadi saya lebih sering berkegiatan malam, diawal survey lokasi penelitian saya didampingi oleh Mas Mail dan Bang Irfan, saya diajak mengeksplor aliran-aliran sungai yang ada di sekitar camp. Pada saat pengambilan data saya lebih sering didampingi Mas Jum, Mas Gunawan, Mas Hendra, dan Bang Irfan.

Selain melakukan penelitian saya sendiri, saya juga terkadang membantu pengambilan data penelitian beberapa rekan saya. Disitu saya bersama Kang Nedi dan terkadang juga bersama Mas Ayun dan Mas Anang. Disela pengambilan data penelitian, terkadang saya diajak memancing dan memanah ikan bersama Mas Ayun dan Mas Gunawan, walaupun saya cuma jadi penonton dan tukang bawa ikannya aja sih…

Pengambilan data penelitian (Davit Aditya)

Selama periode magang bukan hanya keseruan yang saya dapat, berbagai pengalaman yang menjadi first time juga banyak saya dapatkan. Saya juga dipertemukan dengan orang-orang baik yang selalu menghibur saya dan menuntun setiap kegiatan dan tugas yang saya lakukan. Materi-materi yang saya dapatkan di kampus tidak dapat menggantikan apa yang saya dapat disini, dan hal ini juga yang menjadikan saya lebih peduli terhadap kelestarian alam di Indonesia, dan semoga kepedulian ini tidak berhenti di saya saja. See you in the next adventure! Salam lestari!

Artikel ini ditulis oleh Davit Aditya, mahasiswa Program Studi Rekayasa Kehutanan, Institut Teknologi Sumatera, sebagai bagian dari program magang di YIARI.