Tumbuhan Berbiji dan Klasifikasinya: Pengertian, Ciri, Manfaat, dan Sistem Reproduksi
Pernahkah kamu membayangkan memiliki sepetak kebun sendiri?
Mungkin yang terlintas di benak adalah kebun bunga yang indah, kebun sayur yang subur, atau kebun buah yang penuh hasil panen. Tak heran, karena ketiga jenis tanaman tersebut memiliki segudang manfaat, baik untuk konsumsi pribadi maupun bernilai ekonomi tinggi jika diperjualbelikan.
Dalam dunia agribisnis, salah satu jenis tumbuhan yang bernilai ekonomis tinggi yaitu tumbuhan berbiji (Spermatophyta). Pasalnya, tumbuhan berbiji dapat dimanfaatkan sebagai bahan makanan, obat-obatan, sandang, tanaman hias, dan bahan baku industri.
Menariknya, tumbuhan berbiji tidak hanya terbatas pada buah-buahan yang menghasilkan biji, tetapi juga mencakup tanaman hias, tanaman penghasil pangan, dan tanaman penghasil serat untuk industri sandang.
Ingin tahu lebih jauh tentang tumbuhan berbiji? Yuk, simak pengertian, ciri-ciri, klasifikasi, manfaat, dan sistem reproduksinya di bawah ini!
Pengertian Tumbuhan Berbiji (Spermatophyta)
Tumbuhan berbiji atau Spermatophyta adalah kelompok tumbuhan yang memiliki organ berupa biji sebagai alat perkembangbiakannya. Istilah Spermatophyta berasal dari bahasa Yunani, yaitu sperma yang berarti “biji” dan phyton yang berarti “tumbuhan.”
Biji berperan sebagai struktur utama dalam reproduksi tumbuhan berbiji. Biji ini terbentuk dari perkembangan embrio yang berada di dalam bakal biji setelah proses pembuahan berlangsung.

Tumbuhan berbiji memiliki keanekaragaman yang sangat luas dan tidak terbatas pada tanaman penghasil buah saja. Mengutip data dari BioNumbers Harvard University, terdapat sekitar 352.000 spesies tumbuhan berbiji di dunia, dengan mayoritas berasal dari kelompok Angiospermae atau tumbuhan berbunga.
Di Indonesia, tumbuhan berbiji memainkan peran penting dalam berbagai sektor, mulai dari pangan, sandang, obat-obatan, dekorasi, hingga industri. Berdasarkan laporan dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), terdapat sekitar 40.000 spesies tumbuhan berbiji yang tumbuh di Indonesia.
Menariknya, angka tersebut mencakup sekitar 9 persen dari total spesies tumbuhan berbiji di dunia, menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara dengan keanekaragaman hayati tertinggi. Beberapa contoh tumbuhan berbiji khas Indonesia antara lain:
- Damar (Agathis dammara): digunakan dalam industri resin dan pernis.
- Pakis haji (Cycas rumphii): tanaman hias yang juga memiliki nilai konservasi tinggi.
- Melinjo (Gnetum gnemon): sering dimanfaatkan sebagai bahan pangan dalam bentuk emping dan sayuran.
Ciri-ciri Tumbuhan Berbiji (Spermatophyta)
Tumbuhan berbiji (Spermatophyta) memiliki struktur yang lebih kompleks dibandingkan dengan kelompok tumbuhan lain seperti lumut (Bryophyta) dan paku (Pteridophyta). Bagian tubuhnya terdiri dari akar, batang, dan daun yang dapat dibedakan dengan jelas.
Namun, karena tumbuhan berbiji terdiri dari berbagai jenis, banyak orang masih sering keliru dalam membedakannya dengan kelompok tumbuhan lainnya. Untuk memahami lebih dalam, berikut ciri-ciri umum tumbuhan berbiji:
- Memiliki biji sebagai alat utama reproduksi.
- Memiliki jaringan pembuluh (xilem dan floem) yang kompleks.
- Mengandung klorofil, sehingga mampu melakukan fotosintesis.
- Generasi sporofit lebih kompleks dibandingkan dengan lumut dan paku.
- Berkembang biak secara seksual (generatif) dan aseksual (vegetatif).
- Sebagian besar hidup di darat, meskipun beberapa ada yang dapat hidup di lingkungan perairan.
- Alat perkembangbiakan seksual berupa bunga atau strobilus (runjung).
Dari ciri-ciri di atas, dapat disimpulkan bahwa biji adalah karakteristik utama yang membedakan tumbuhan berbiji dari lumut dan paku. Selain itu, keunggulan lain dari tumbuhan ini adalah memiliki jaringan pembuluh yang lebih kompleks, yaitu xilem dan floem.
- Xilem berfungsi untuk mengangkut air dan mineral dari akar ke batang dan daun.
- Floem berfungsi untuk menyalurkan hasil fotosintesis dari daun ke seluruh bagian tumbuhan, termasuk batang dan akar.
Keberadaan jaringan pembuluh ini memungkinkan tumbuhan berbiji tumbuh lebih besar dan lebih kuat dibandingkan tumbuhan yang tidak memiliki jaringan pembuluh, seperti lumut.
Klasifikasi Tumbuhan Paku
Tumbuhan berbiji (Spermatophyta) terbagi ke dalam dua kelompok besar, yaitu Gymnospermae (tumbuhan berbiji terbuka) dan Angiospermae (tumbuhan berbiji tertutup).
1. Gymnospermae (tumbuhan berbiji terbuka)

Gymnospermae adalah kelompok tumbuhan berbiji yang bakal bijinya tidak terlindungi oleh daun buah atau pericarp. Oleh karena itu, disebut sebagai tumbuhan berbiji terbuka. Kata Gymnospermae sendiri berasal dari bahasa Yunani, yaitu gymnos yang berarti “telanjang” atau “terbuka.”
Ciri-ciri Gymnospermae:
- Bijinya terbuka, tidak terbungkus oleh buah.
- Batangnya berkayu dan memiliki kambium, sehingga umumnya berupa pohon besar.
- Tidak memiliki bunga sejati, tetapi memiliki alat reproduksi berupa strobilus (runjung).
- Daunnya berbentuk jarum atau sisik.
- Umumnya memiliki akar tunggang yang besar dan tumbuh lurus ke bawah.
- Memiliki jaringan pengangkut berupa xilem (pengangkut air dan mineral) dan floem (pengangkut hasil fotosintesis).
- Terbagi menjadi empat kelas utama, yaitu:
- Coniferophyta (contoh: cemara, Araucaria sp.)
- Cycadophyta (contoh: pakis haji, Cycas rumphii)
- Ginkgophyta (contoh: pohon rambut gadis, Ginkgo biloba)
- Gnetophyta (contoh: melinjo, Gnetum gnemon)
2. Angiospermae (tumbuhan berbiji tertutup)

Angiospermae adalah kelompok tumbuhan berbiji yang memiliki bunga sebagai alat perkembangbiakan generatif. Berbeda dengan Gymnospermae, bakal biji pada Angiospermae terlindungi oleh bakal buah, yang nantinya berkembang menjadi buah sejati.
Ciri-ciri Angiospermae:
- Memiliki bakal biji yang dilindungi oleh bakal buah.
- Terdiri dari berbagai bentuk tanaman, mulai dari pohon besar, tumbuhan merambat, perdu, hingga tumbuhan tidak berkayu.
- Sistem akar dapat berupa akar serabut atau akar tunggang.
- Memiliki bunga yang berfungsi sebagai alat perkembangbiakan generatif.
- Daunnya relatif lebih lebar dan pipih, dengan berbagai bentuk yang beragam.
- Batangnya dapat bercabang atau tidak bercabang.
- Dapat tumbuh di berbagai habitat, dari daerah kutub hingga tropis.
- Terbagi menjadi dua kelompok utama berdasarkan jumlah keping bijinya:
- Monokotil (tumbuhan berkeping satu): contohnya, jagung (Zea mays), bawang merah (Allium cepa), keladi (Caladium), padi (Oryza sativa).
- Dikotil (tumbuhan berkeping dua): contohnya, cabai merah (Capsicum annuum), kentang (Solanum tuberosum), bunga dahlia (Dahlia sp.), singkong (Manihot utilissima).
Manfaat Tumbuhan Berbiji
Tumbuhan berbiji (Spermatophyta) memiliki nilai ekonomis yang tinggi dan memberikan berbagai manfaat bagi manusia. Jenis tumbuhan ini dimanfaatkan dalam banyak sektor, seperti pangan, obat-obatan, dekorasi, sandang, bahan industri, hingga pelestarian lingkungan.
1. Bahan makanan
Tumbuhan berbiji menjadi sumber utama makanan bagi manusia, baik sebagai makanan pokok, sayuran, maupun buah-buahan. Beberapa tanaman seperti padi, jagung, gandum, dan sagu merupakan makanan pokok bagi sebagian besar penduduk dunia.
Selain itu, berbagai sayuran seperti tomat, kol, kentang, wortel, kangkung, dan bayam kaya akan vitamin, protein, dan serat yang bermanfaat bagi kesehatan. Beberapa biji-bijian seperti biji nangka, biji selasih, dan biji pinus juga dapat dikonsumsi atau diolah menjadi makanan.
Sementara itu, buah-buahan seperti mangga, apel, jambu, markisa, semangka, sawo, dan ceri tidak hanya lezat tetapi juga kaya akan antioksidan dan nutrisi yang baik bagi tubuh.
2. Obat-obatan
Banyak tumbuhan berbiji memiliki kandungan senyawa aktif yang bermanfaat dalam dunia pengobatan. Salah satunya adalah cengkeh, yang dikenal dapat meredakan nyeri, mengurangi peradangan, dan memiliki sifat antibakteri.
Ketumbar sering digunakan untuk membantu melancarkan sistem pencernaan serta menjaga kesehatan jantung. Selain itu, ginkgo telah lama dimanfaatkan dalam pengobatan tradisional untuk meningkatkan fungsi kognitif otak serta meredakan migrain dan nyeri kepala lainnya.
3. Dekorasi dan tanaman hias
Selain bermanfaat sebagai bahan pangan dan obat-obatan, tumbuhan berbiji juga sering dimanfaatkan sebagai dekorasi dan tanaman hias untuk memperindah ruangan, taman, dan lanskap.
Beberapa jenis tanaman seperti pakis haji, cemara, dan kaktus sering digunakan sebagai penghias rumah dan taman karena bentuknya yang unik dan estetik. Selain itu, bunga-bungaan seperti mawar, kembang sepatu, aster, dan bunga matahari juga sangat populer sebagai tanaman hias karena keindahan warna dan bentuknya yang menarik.
4. Sandang
Industri tekstil juga banyak bergantung pada tumbuhan berbiji sebagai bahan baku pembuatan kain dan pakaian. Kapas merupakan bahan utama dalam pembuatan kain katun yang digunakan dalam industri pakaian di seluruh dunia. Selain itu, serat dari tanaman rami juga banyak dimanfaatkan dalam produksi kain berkualitas tinggi yang kuat dan tahan lama.
5. Bahan baku industri
Tumbuhan berbiji juga dimanfaatkan dalam berbagai industri, mulai dari industri kosmetik hingga pembuatan kertas. Kayu dari berbagai jenis pohon berbiji, seperti pinus dan akasia, sering digunakan sebagai bahan baku pembuatan kertas.
Selain itu, minyak dan lemak tumbuhan seperti kelapa sawit dan zaitun banyak dimanfaatkan dalam industri kosmetik, farmasi, dan makanan. Getah yang dihasilkan oleh beberapa jenis pohon seperti karet digunakan sebagai bahan baku dalam industri karet yang menghasilkan berbagai produk seperti ban, sarung tangan, dan peralatan medis.
6. Bahan bangunan
Kayu dari tumbuhan berbiji juga berperan penting dalam industri konstruksi dan pembuatan perabotan. Kayu jati dikenal sebagai bahan yang sangat kuat dan tahan lama, sehingga sering digunakan untuk pembuatan furnitur dan bangunan. Selain itu, kayu mahoni juga sering dimanfaatkan dalam pembuatan lantai kayu, lemari, dan berbagai produk mebel berkualitas tinggi.
7. Konservasi lingkungan
Selain memberikan manfaat ekonomi, tumbuhan berbiji juga berperan penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem dan kelestarian lingkungan. Akar tumbuhan membantu mencegah erosi tanah serta mengurangi risiko banjir dan tanah longsor.
Selain itu, tumbuhan berbiji juga berfungsi sebagai penyerap karbon dioksida (CO₂) dan menghasilkan oksigen (O₂) melalui proses fotosintesis, sehingga berkontribusi dalam mengurangi pemanasan global. Keberadaan tumbuhan berbiji juga membantu menjaga keanekaragaman hayati dengan menyediakan habitat bagi berbagai spesies hewan dan mikroorganisme.
Sistem Reproduksi Tumbuhan Berbiji
Tumbuhan berbiji dapat bereproduksi melalui dua cara, yaitu secara generatif (seksual) dan vegetatif (aseksual). Kedua metode ini memungkinkan tumbuhan berbiji untuk berkembang biak dan mempertahankan kelangsungan hidupnya di berbagai lingkungan.

1. Reproduksi generatif
Reproduksi generatif pada tumbuhan berbiji terjadi melalui bunga, yang berfungsi sebagai organ reproduksi utama. Proses ini diawali dengan pembentukan sel jantan (serbuk sari) dan sel betina (kepala putik).
Proses perkembangbiakan generatif melibatkan dua tahap utama:
- Penyerbukan (polinasi): serbuk sari dari benang sari jatuh ke kepala putik, yang dapat terjadi melalui bantuan angin, air, serangga, atau hewan lain.
- Pembuahan (fertilisasi): setelah terjadi penyerbukan, serbuk sari bergerak menuju bakal biji melalui tabung serbuk sari. Sel sperma dari serbuk sari kemudian membuahi sel telur dalam bakal biji, sehingga terbentuk embrio atau bakal biji.
Tumbuhan yang berkembang biak secara generatif menghasilkan biji yang nantinya dapat tumbuh menjadi tanaman baru. Contoh tumbuhan berbiji yang berkembang biak secara generatif antara lain padi, jagung, jambu biji, mentimun, salak, mangga, tomat, dan pepaya.
2. Reproduksi vegetatif
Reproduksi vegetatif terjadi tanpa melalui proses penyerbukan dan pembuahan. Perkembangbiakan ini dilakukan oleh organ vegetatif seperti tunas, rhizoma (akar rimpang), atau stolon (batang merambat).
Beberapa contoh mekanisme reproduksi vegetatif alami pada tumbuhan berbiji meliputi:
- Tunas: contohnya pada pisang dan bambu, yang menghasilkan tunas dari bagian batang atau akar.
- Rhizoma (akar rimpang): contohnya pada jahe dan lengkuas, yang berkembang melalui akar rimpang di dalam tanah.
- Stolon: contohnya pada stroberi dan rumput teki, yang berkembang biak melalui batang merambat di permukaan tanah.
Tumbuhan yang berkembang biak secara vegetatif dapat tumbuh lebih cepat dibandingkan dengan tumbuhan yang berkembang biak secara generatif karena tidak memerlukan proses penyerbukan dan pembuahan. Contoh tumbuhan berbiji yang berkembang biak secara vegetatif antara lain pisang, bambu, sukun, kentang, dan cocor bebek.
Penutup
Tumbuhan berbiji berperan penting dalam kehidupan manusia dan ekosistem. Dengan keanekaragaman jenis serta manfaatnya yang luas, tumbuhan ini tidak hanya menjadi sumber pangan, obat-obatan, bahan sandang, dan industri, tetapi juga berkontribusi dalam menjaga keseimbangan lingkungan.
Selain itu, sistem reproduksi tumbuhan berbiji yang meliputi perkembangbiakan generatif dan vegetatif memungkinkan mereka untuk terus berkembang dan beradaptasi dengan berbagai kondisi alam. Memahami karakteristik serta manfaat tumbuhan berbiji dapat membantu kita dalam mengelola sumber daya alam dengan lebih bijak, sehingga keberadaannya tetap terjaga untuk generasi mendatang.
Sumber dan referensi:
- Number of species of extant seed plants (spermatophyte). BioNumbers Harvard University.
- The Biology Primer.
- What is a Seed? New York Botanical Garden.
- The Role of Seed Plants. LibreTexts Biology.
- Featured image: Tumbuhan berbiji (pixabay.com/sarangib)