Tentang
Program
Cerita Publikasi Bergabung
Donasi

Yayasan IAR Indonesia

Silakan atur halaman utama di Settings → Reading → Your homepage displays dan pilih A static page, lalu pilih halaman dengan template Home.

16 Fakta Burung Rangkong: Jenis sampai Peran Ekologisnya

Hutan Indonesia yang luas bukan cuma paru-paru dunia, tapi juga jadi rumah bagi ribuan spesies burung unik dan langka. Salah satunya adalah burung rangkong, si burung berparuh besar yang sering disebut juga enggang, julang, atau kangkareng, tergantung daerahnya.

Burung rangkong bisa kamu temui di beberapa pulau besar di Indonesia, seperti Sumatera, Jawa, dan Kalimantan. Selain penampilannya yang khas, burung rangkong juga punya tingkah laku unik yang bikin banyak orang kagum. 

Apa saja? Yuk, lanjut baca dan kenalan lebih dekat dengan fakta unik rangkong di bawah ini!

1. Berasal dari Afrika, Asia, dan Melanesia

Tahukah kamu kalau burung rangkong bukan cuma bisa ditemukan di Indonesia? Burung eksotis ini ternyata tersebar luas di wilayah Afrika, Asia, dan Melanesia. Ini meliputi Papua Nugini, Fiji, Kepulauan Solomon, Vanuatu, Kaledonia Baru, sampai bagian timur Indonesia.

Di Tanah Air sendiri, burung rangkong bisa kamu jumpai di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, hingga Papua. Jadi, nggak heran kalau Indonesia dikenal sebagai salah satu negara dengan keragaman spesies rangkong terbanyak di dunia!

2. Termasuk Keluarga Bucerotidae

Dalam dunia burung, rangkong termasuk ke dalam ordo Bucerotiformes, kelompok burung yang terkenal dengan paruh besar dan melengkung.

Nah, di dalam ordo ini, mereka masuk ke dalam keluarga Bucerotidae, atau yang sering disebut sebagai keluarga burung rangkong sejati. Anggota keluarga ini punya beragam ukuran dan warna, tapi semuanya memiliki satu ciri khas yang sama: paruhnya yang ikonik.

3. Paruh Besar dan Melengkung Jadi Ciri Utama

Ciri paling mudah dikenali dari burung rangkong tentu saja paruhnya yang besar dan melengkung. Warna paruh ini bisa berbeda-beda tergantung jenisnya. Ada yang kuning cerah, oranye, bahkan merah menyala.

Selain untuk mencari makan, paruh besar ini juga jadi daya tarik tersendiri yang bikin burung rangkong tampak gagah dan elegan.

4. Punya “Balung” Unik di Atas Paruh

Selain paruhnya yang mencolok, burung rangkong juga punya tonjolan di atas paruh yang disebut balung atau casque. Menurut San Diego Zoo Wildlife Alliance, balung ini terbuat dari keratin (bahan yang sama seperti rambut dan kuku manusia).

Menariknya, sebagian besar balung memiliki struktur berongga yang berfungsi sebagai ruang dengung suara, membantu rangkong menghasilkan panggilan khas yang bisa terdengar jauh di dalam hutan.

Baca juga: Kukang Jawa: Ciri-ciri, Habitat, Ancaman, dan Upaya Konservasi

5. Ukurannya Beragam, dari Kecil sampai Raksasa

Burung rangkong punya ukuran tubuh yang bervariasi tergantung jenisnya. Ada yang mungil, seperti enggang kerdil hitam (Tockus hartlaubi), dengan berat sekitar 99 gram dan panjang sekitar 32 cm.

Tapi ada juga yang super besar, yaitu rangkong tanah selatan (Bucorvus cafer), yang beratnya bisa mencapai 3,7–6,3 kilogram dan punya rentang sayap hingga 180 cm. Kebayang kan, betapa megahnya burung ini saat membentangkan sayap di antara pepohonan hutan tropis?

6. Ada 62 Spesies Burung Rangkong di Dunia

Burung rangkong yang sedang berada di alam bebas. (pixabay.com/ignartonosbg)

Ternyata, di seluruh dunia ada 62 spesies burung rangkong, lho. Dari jumlah itu, 32 spesies hidup di Asia dan 30 spesies lainnya di Afrika.

Semua spesies tersebut tersebar dalam beberapa genus, seperti:

  • Tockus
  • Lophoceros
  • Bycanistes
  • Ceratogymna
  • Horizocerus
  • Berenicornis
  • Buceros
  • Rhinoplax
  • Anthracoceros
  • Ocyceros
  • Anorrhinus
  • Aceros
  • Rhyticeros
  • Rhabdotorrhinus
  • Penelopides

Masing-masing genus punya ciri khas tersendiri, mulai dari bentuk paruh, warna bulu, hingga habitat tempat mereka tinggal.

7. Ada 13 Jenis Burung Rangkong di Indonesia

Menurut Restorasi Ekosistem Riau (RER), ada 13 jenis burung rangkong yang hidup di Indonesia. Berikut daftarnya:

  1. Rangkong gading (Rhinoplax vigil)
  2. Kangkareng sulawesi (Rhyticeros cassidix)
  3. Julang sulawesi (Rhabdotorrhinus exarhatus)
  4. Julang sumba (Rhyticeros everetti)
  5. Rangkong badak (Buceros rhinoceros)
  6. Enggang jambul (Berenicornis comatus)
  7. Julang emas (Rhyticeros undulatus)
  8. Rangkong papan (Buceros bicornis)
  9. Kangkareng hitam (Anthracoceros malayanus)
  10. Julang jambul hitam (Rhabdotorrhinus corrugatus)
  11. Enggang klihingan (Anorrhinus galeritus)
  12. Kangkareng perut putih (Anthracoceros albirostris)
  13. Julang irian (Rhyticeros plicatus)

8. Tiga Jenis di Antaranya Endemik Indonesia

Dari 13 spesies tadi, ternyata ada tiga yang endemik, alias cuma bisa ditemukan di Indonesia dan nggak ada di tempat lain di dunia. Ketiganya adalah:

  • Kangkareng sulawesi (Rhyticeros cassidix)
  • Julang sulawesi (Rhabdotorrhinus exarhatus)
  • Julang sumba (Rhyticeros everetti)

Burung-burung endemik ini jadi kebanggaan Indonesia sekaligus pengingat pentingnya menjaga hutan tropis agar mereka tetap punya rumah untuk hidup.

9. Hidup di Hutan Hujan Tropis yang Lebat

Burung rangkong si sebuah penangkaran. (pixabay.com/Jm_Soares)

Burung rangkong biasanya hidup di hutan hujan tropis yang rimbun dan lebat, terutama di kawasan Asia Tenggara seperti Indonesia, Malaysia, dan Thailand. Mereka juga bisa ditemukan di beberapa bagian Afrika dan India.

Habitat favorit rangkong adalah hutan dataran rendah dengan banyak pohon tinggi dan besar, tempat mereka bisa bersarang di lubang batang pohon. Beberapa jenis juga tinggal di hutan pegunungan, terutama di area yang masih alami dan jauh dari aktivitas manusia.

10. Setia pada Pasangannya (Monogami)

Siapa sangka, di balik tampilannya yang gagah dan eksotis, burung rangkong ternyata dikenal sangat setia pada pasangannya. Mereka termasuk hewan monogami, artinya hanya memiliki satu pasangan seumur hidup.

Saat salah satu pasangan mati, burung yang ditinggalkan sering kali tidak mencari pasangan baru, bahkan bisa menunjukkan tanda-tanda stres dan kehilangan. Tingkat kesetiaan yang tinggi ini membuat rangkong sering dijuluki sebagai simbol cinta abadi di dunia burung.

11. Dijuluki “Petani Hutan”

Selain cantik dan setia, burung rangkong juga punya peran penting bagi alam. Mereka dikenal sebagai “petani hutan” karena membantu menyebarkan biji-biji tanaman di alam liar.

Setelah memakan buah-buahan, rangkong akan terbang jauh dan membuang bijinya lewat kotoran di tempat lain. Uniknya, biji yang keluar masih utuh karena tidak tercerna oleh sistem pencernaannya. Dari sinilah tumbuh pohon-pohon baru yang menjaga kelestarian hutan.

Jadi, tanpa disadari, setiap kali burung rangkong makan buah, mereka sebenarnya sedang menanam kembali hutan.

12. Cara Bersarang yang Unik di Lubang Pohon

Burung rangkong punya cara bersarang yang unik dan berbeda dari burung lain. Saat memasuki musim berkembang biak, rangkong betina akan mengurung diri di dalam lubang pohon untuk bertelur dan mengerami anak-anaknya. Langkah ini dilakukan demi keamanan diri dan kelangsungan hidup anak-anaknya.

Begitu sang betina masuk ke dalam lubang, rangkong jantan akan menutup lubang tersebut menggunakan campuran lumpur, serpihan kayu, dan kotoran hingga hanya tersisa celah kecil untuk pernapasan dan pemberian makanan. Proses ini bisa berlangsung selama 3–4 bulan, tergantung spesiesnya.

Selama masa itu, sang jantan bekerja keras mencari makanan dan menyuapkannya ke dalam lubang melalui celah kecil tadi. Perilaku penuh tanggung jawab ini jadi bukti kuat betapa rangkong adalah burung yang setia dan protektif terhadap keluarganya.

13. Pakan yang Beragam

Burung rangkong yang sedang berada di alam bebas. (unsplash.com/Mehdi Ben)

Makanan burung rangkong cukup beragam tergantung pada jenis atau spesiesnya. Menurut Rangkong Indonesia, sebagian besar rangkong di Asia adalah pemakan buah-buahan atau bersifat frugivora (sekitar 99 persen dari makanannya).

Namun, saat musim berbiak atau ketika buah-buahan langka, mereka bisa berubah menjadi omnivora, alias juga memakan serangga kecil, reptil, dan hewan lainnya.

Sementara itu, rangkong di Afrika cenderung lebih banyak memakan serangga dan hewan kecil, menyesuaikan dengan kondisi lingkungannya yang lebih kering dan terbuka.

14. Berkomunikasi dengan Suara

Sama seperti burung lainnya, rangkong juga punya cara unik untuk berkomunikasi, salah satunya lewat suara. Panggilan mereka bisa terdengar keras dan menggema jauh di dalam hutan.

Suara itu digunakan untuk menandai wilayah kekuasaan, menarik perhatian pasangan, atau sebagai peringatan akan bahaya. Beberapa spesies bahkan punya suara khas yang bisa dikenali dari jarak lebih dari satu kilometer!

15. Berkomunikasi Melalui Gerakan Tubuh

Selain lewat suara, burung rangkong juga bisa “ngobrol” dengan bahasa tubuh. Mereka berkomunikasi secara nonverbal dengan cara membuka paruh, menggelengkan kepala, hingga menari-nari, terutama saat musim kawin tiba.

Gerakan ini menjadi bagian dari ritual yang memperkuat ikatan antara jantan dan betina, sekaligus menunjukkan kesehatan dan kekuatan mereka di hadapan calon pasangan.

Baca juga: 9 Fakta Menarik tentang Badak Jawa, Satwa Langka dari Ujung Kulon!

16. Status Konservasi

Di seluruh dunia terdapat 62 spesies burung rangkong, terdiri atas:

  • 32 spesies di Asia
  • 30 spesies di Afrika

Mengutip dari situs resmi International Union for Conservation of Nature (IUCN), saat ini 26 spesies di antaranya berstatus Terancam Punah atau Hampir Terancam Punah, sedangkan sisanya masuk kategori Least Concern, meski beberapa masih belum banyak diteliti.

Di Indonesia sendiri, seluruh jenis burung rangkong dilindungi secara hukum berdasarkan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya serta Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1999. Artinya, siapa pun yang menangkap, memperjualbelikan, atau merusak habitat burung rangkong dapat dikenakan sanksi hukum.

Menjaga Rangkong, Menjaga Hutan Kita

Burung rangkong adalah penjaga keseimbangan ekosistem hutan. Lewat kebiasaannya menyebarkan biji-bijian, burung rangkong berperan penting dalam menumbuhkan kembali pepohonan dan menjaga keanekaragaman hayati di hutan tropis.

Sayangnya, populasi mereka terus menurun akibat perburuan liar dan hilangnya habitat alami. Banyak hutan yang menjadi tempat hidup mereka kini terancam oleh pembukaan lahan dan penebangan pohon besar.

Menjaga burung rangkong berarti menjaga kelestarian hutan dan kehidupan di dalamnya, termasuk manusia. Kita semua bisa ikut berperan, mulai dari tidak membeli satwa liar, mendukung upaya konservasi, sampai menyebarkan kesadaran tentang pentingnya melindungi satwa endemik Indonesia ini.

Sumber dan referensi:

  1. San Diego Zoo Wildlife Alliance Animals & Plants. Hornbill [Buka]
  2. Restorasi Ekosistem Riau. Mengenal 13 Rangkong di Indonesia [Buka]
  3. Rangkong Indonesia. Ciri-Ciri Umum Enggang [Buka]
  4. IUCN. Kelompok Spesialis Rangkong SSC IUCN [Buka]
  5. KSDAE. Strategi dan Rencana Aksi Konservasi Rangkong Gading (Rhinoplax vigil) Indonesia 2018 – 2028) [Buka]
  6. Featured image: Burung rangkong yang sedang bertengger di pohon. (pixabay.com/karl61)