Tentang
Program
Cerita Publikasi Bergabung
Donasi

Yayasan IAR Indonesia

Silakan atur halaman utama di Settings → Reading → Your homepage displays dan pilih A static page, lalu pilih halaman dengan template Home.

7 Fakta Unik Macaca yang Jarang Diketahui

Pernah melintasi jalan Alas Purwo di Banyuwangi dan melihat macaca atau monyet ekor panjang di pinggir jalan?

Primata lincah ini sering tampak bergelantungan di pohon atau berlarian dalam kelompok, tapi ternyata ada banyak hal menarik tentang mereka yang jarang kita ketahui.

Macaca tersebar luas mulai dari Asia Selatan, Asia Tenggara, hingga Afrika Utara. Mereka bukan sekadar “monyet biasa”, melainkan satwa sosial dengan peran penting dalam ekosistem.

Penasaran dengan fakta unik lainnya tentang primata cerdas ini? Yuk, simak tujuh fakta menarik tentang macaca berikut ini!

7 Fakta Tentang Macaca

Yuk, simak beberapa fakta menarik berikut ini:

1. Punya Kecerdasan Luar Biasa

Macaca dikenal sangat cerdas. Mereka bisa mengenali wajah, menghitung benda sederhana, sampai memahami hubungan sebab-akibat.

Penelitian di Universitas Kyoto, Jepang, menemukan bahwa macaca Jepang (Macaca fuscata) bahkan bisa mengingat urutan angka yang hanya muncul sekilas di layar lebih baik daripada mahasiswa. Ini menunjukkan betapa kuatnya memori mereka.

Selain itu, macaca pandai belajar hanya dengan mengamati. Misalnya, mereka tahu cara memecahkan batok kelapa untuk mendapatkan air atau menyembunyikan makanan agar tidak diambil oleh anggota kelompok lain.

2. Hidup dalam Hierarki Sosial

(Beberapa individu macaca sedang berada di ranting pohon | Itang YIARI)

Selain pintar, macaca juga punya kehidupan sosial yang teratur. Mereka hidup berkelompok hingga ratusan individu, dengan aturan siapa yang berhak lebih dulu mendapatkan makanan, tempat istirahat, atau pasangan.

Biasanya, status sosial diwariskan dari induk betina ke anaknya. Pada macaca ekor panjang (Macaca fascicularis), betina dengan pangkat tinggi sering mendapat perlindungan dan dukungan saat ada konflik.

Sementara itu, pejantan harus berjuang untuk mendapatkan posisi, entah lewat kekuatan atau membentuk aliansi. Menariknya, jurnal yang dipublikasikan di Science menunjukkan, macaca dengan hierarki yang terlalu ketat bisa mengalami lebih banyak stres dibanding yang hidup di kelompok lebih fleksibel.

Baca juga: Trenggiling: Pengertian, Ciri-ciri, Jenis, Fakta Unik, dan Persebarannya di Indonesia

3. Jago Berenang

Tidak seperti banyak primata lain yang cenderung menghindari air, macaca justru jago berenang. Spesies seperti macaca ekor panjang bisa menyeberangi perairan untuk mencari makanan atau menjelajahi tempat baru.

Di Pulau Koshima, Jepang, para peneliti bahkan pernah melihat macaca yang sengaja berenang ke laut untuk mendinginkan tubuh. Mereka juga bisa menyelam beberapa meter ke dalam air untuk mencari kerang atau satwa kecil lainnya.

Berdasarkan AFJRD.org, beberapa kelompok macaca bahkan bisa menahan napas hingga 30 detik saat menyelam. Dengan kemampuan ini, mereka mampu menjelajahi pulau-pulau terpencil dan memperluas wilayah hidupnya.

4. Bisa Menggunakan Beberapa Alat Sederhana

(Beberapa individu macaca sedang berada di ranting pohon | Itang YIARI)

Meski tidak secanggih simpanse atau orangutan, macaca ternyata mampu menggunakan alat sederhana untuk membantu memenuhi kebutuhannya.

Misalnya, di Thailand dan Kepulauan Andaman, macaca diketahui memakai batu untuk memecahkan cangkang kerang atau kacang yang keras. Mereka bahkan memilih batu dengan ukuran dan bentuk tertentu agar lebih efektif.

Menariknya, kebiasaan ini bukan terjadi secara kebetulan. Ada proses belajar dari induk ke anak, sehingga pengetahuan ini diwariskan turun-temurun. Para peneliti menyebutnya sebagai bentuk “budaya non-manusia” karena perilaku ini terus berkembang dan bertahan di kelompok tertentu.

5. Mampu Beradaptasi di Berbagai Habitat

Macaca adalah salah satu primata yang paling mudah beradaptasi. Mereka bisa hidup di hutan tropis, pegunungan bersalju, wilayah pesisir, bahkan di tengah perkotaan.

Contohnya, monyet yaki (Macaca nigra) di Sulawesi Utara hidup di hutan hujan tropis, tapi juga mampu bertahan di habitat vulkanik. Mereka mencari makanan di tanah subur pasca letusan gunung, memanfaatkan tanaman pionir, dan bahkan berlindung di gua lava.

Di kota-kota besar Asia, macaca juga terbiasa hidup berdampingan dengan manusia. Mereka sering terlihat mengambil makanan dari pasar, atau bahkan “menukar” barang curian dengan makanan.

Kemampuan adaptasi ini memang membuat macaca sangat tangguh, tapi di sisi lain juga menimbulkan tantangan konservasi karena konflik dengan manusia menjadi semakin sering.

6. Punya “Habit” Mencuci Makanan

(Individu macaca sedang berada di ranting pohon | Itang YIARI)

Kebiasaan unik lainnya adalah mencuci makanan sebelum dimakan. Dirangkum dari Folia Primatologica, fenomena ini pertama kali tercatat tahun 1953 di Pulau Koshima, Jepang, ketika seekor macaca muda bernama Imo terlihat mencuci ubi manis di air laut sebelum memakannya.

Perilaku ini kemudian ditiru oleh anggota kelompok lain, terutama kerabatnya, dan akhirnya diwariskan ke generasi berikutnya. Ilmuwan menyebutnya sebagai “preadaptasi budaya”, bukti primata juga bisa menciptakan dan mewariskan tradisi.

Kebiasaan sederhana ini menunjukkan bagaimana inovasi bisa muncul dari satu individu, lalu menyebar melalui observasi dan interaksi sosial.

Baca juga: Mengenal Burung Cendrawasih: Definisi, Jenis, Habitat, Ancaman, dan Upaya Pelestarian

7. Komunikasi Non-Verbal yang Kaya Makna

(Individu macaca sedang membuka mulut lebar | Itang YIARI)

Walaupun tidak punya bahasa seperti manusia, macaca memiliki cara komunikasi yang sangat beragam. Mereka menggunakan suara, ekspresi wajah, postur tubuh, dan sentuhan untuk menyampaikan pesan.

Contohnya, tatapan mata bisa menjadi tanda ancaman, sementara anggukan kecil atau senyum singkat (dengan memperlihatkan gigi) bisa menjadi tanda damai. Ekspresi “grimace” atau senyum takut sering digunakan individu berpangkat rendah untuk meredakan ketegangan.

Menariknya, macaca juga bisa membaca ekspresi manusia. Penelitian menunjukkan mereka mampu membedakan ekspresi wajah manusia yang menunjukkan emosi positif atau negatif, lalu merespons sesuai dengan itu.

Kemampuan ini membantu mereka tidak hanya dalam menjaga hubungan sosial sesama macaca, tetapi juga saat berinteraksi dengan manusia di habitat yang semakin sering bersinggungan.

Menjaga Macaca, Menjaga Alam

Sekarang kita tahu macaca bukan sekadar “monyet pinggir jalan”. Mereka adalah primata cerdas, tangguh, dan penuh keunikan yang memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem.

Dengan memahami sisi-sisi menarik dari kehidupan mereka, mulai dari kecerdasan, kemampuan beradaptasi, hingga tradisi unik, kita diajak untuk lebih menghargai keberadaan macaca dan habitat alaminya.

Semoga setelah membaca ini, kita semua bisa melihat macaca bukan hanya sebagai satwa liar, tetapi sebagai bagian dari hutan yang layak dilindungi dan dijaga keberlangsungannya!

Referensi:

  1. Aktivitas Makan Monyet Ekor Panjang. [Buka]
  2. Sekolah Kedokteran Hewan & Biomedis IPB – Asosiasi Rumah Sakit Hewan Indonesia. [Buka]
  3. Featured image: (Macaca sedang duduk di ranting pohon|Itang YIARI)