Tentang
Program
Cerita Publikasi Bergabung
Donasi

Yayasan IAR Indonesia

Silakan atur halaman utama di Settings → Reading → Your homepage displays dan pilih A static page, lalu pilih halaman dengan template Home.

YIARI Kolaborasi: Cegah Zoonosis dengan Pendekatan One Health

Dalam upaya mencegah penyebaran zoonosis, Yayasan Inisiasi Rehabilitasi Indonesia (YIARI) menyelenggarakan pelatihan penyegaran (refreshment training) bertema zoonosis dan pendekatan One Health di Ketapang, Kalimantan Barat, pada Selasa, 25 Februari 2025.

Kegiatan ini berlangsung selama satu hari penuh di Pusat Pembelajaran Sir Michael Uren dan diikuti secara luring maupun daring melalui platform Zoom Meeting, memungkinkan partisipasi dari berbagai wilayah.

Kegiatan Refreshment Training Zoonosis dan One Health di Ketapang (Tim Media | YIARI)

Pelatihan ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan di Ketapang, antara lain Dinas Kesehatan Kabupaten Ketapang, Puskesmas, Puskeswan, RSUD Dr. Agoesdjam, Laboratorium Kesehatan Daerah, serta Dinas Pertanian, Peternakan, dan Perkebunan.

Seperti apa kegiatannya? Yuk, simak!

Apa itu Zoonosis

Zoonosis adalah penyakit atau infeksi yang dapat ditularkan antara hewan dan manusia, baik secara langsung maupun melalui perantara (vektor) seperti nyamuk atau kutu. Beberapa contoh penyakit zoonotik meliputi flu burung, rabies, antraks, demam berdarah dengue (DBD), malaria, cacar monyet, dan virus Nipah.

Para pemangku kepentingan di Ketapang turut hadir dalam kegiatan ini (Tim Media | YIARI)

Menurut data dari Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalimantan Barat, sekitar 75 persen penyakit baru pada manusia dalam dua dekade terakhir berasal dari penularan patogen hewan. Dari 1.415 jenis mikroorganisme patogen yang menyerang manusia, 61,6 persen di antaranya diketahui bersumber dari hewan.

Di Indonesia sendiri, beberapa penyakit zoonotik telah teridentifikasi dan menjadi perhatian utama, seperti rabies, antraks, avian influenza, serta helminthiasis.

Tingginya keanekaragaman hayati di Indonesia, ditambah dengan pertumbuhan populasi manusia yang pesat, memperbesar potensi interaksi antara manusia dan hewan yang dapat memicu penyebaran penyakit ini.

Cegah Zoonosis dengan One Health

Dalam pelatihan penyegaran yang digelar pada Selasa, 25 Februari 2025, Yayasan Inisiasi Rehabilitasi Indonesia (YIARI) mengajak berbagai pemangku kepentingan di Ketapang, Kalimantan Barat, untuk bersama-sama mencegah penyebaran zoonosis melalui pendekatan One Health.

Konsep One Health atau Satu Kesehatan merupakan integrasi lintas sektor yang menggabungkan aspek kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan secara holistik.

Peserta kegiatan Refreshment Training Zoonosis dan One Health (Tim Media | YIARI)

Para peserta yang menjadi sasaran pelatihan ini mencakup tenaga kesehatan lapangan, penyedia layanan kesehatan, pendidik, hingga pengambil kebijakan. Pendekatan One Health kini dianggap sebagai strategi paling efektif dalam menghadapi tantangan kompleks dari penyakit zoonotik, yang tidak dapat diselesaikan oleh satu sektor saja.

Melalui pendekatan kolaboratif ini, berbagai sektor didorong untuk saling bekerja sama, berbagi pengetahuan, dan memanfaatkan sumber daya secara optimal.

Sinergi antar sektor diharapkan mampu memperkuat kapasitas deteksi dini, respon cepat, serta pencegahan zoonosis secara menyeluruh dan berkelanjutan.

Meningkatkan Pemahaman dan Komitmen

Melalui pelatihan, YIARI berharap para peserta dapat memahami secara lebih mendalam konsep One Health serta mengenali jenis-jenis zoonosis yang umum terjadi pada hewan domestik, ternak, dan satwa liar.

Pelatihan ini juga menjadi wadah bagi para pemangku kepentingan untuk saling mengenal, membangun jejaring, dan memperkuat komitmen dalam mencegah penyebaran penyakit zoonotik di wilayah kerja masing-masing.

Khusus bagi petugas lapangan, pelatihan ini dirancang agar mereka mampu melakukan identifikasi awal, pencatatan, serta pelaporan insiden zoonosis secara tepat. 

Dengan keterampilan tersebut, mereka diharapkan dapat menjadi garda terdepan dalam upaya pencegahan dan pengendalian zoonosis di tingkat komunitas.

Komunikasi dan Koordinasi sebagai Kunci Sukses

Keberhasilan pendekatan One Health sangat bergantung pada komunikasi yang efektif dan koordinasi yang solid antar sektor. Oleh karena itu, pelatihan ini juga menekankan pentingnya membangun hubungan kerja yang harmonis dan kolaboratif antara lembaga dan institusi yang terlibat.

Selain memperkuat kapasitas teknis, YIARI juga memberikan pemahaman mendalam kepada para peserta mengenai dampak zoonosis terhadap keanekaragaman hayati dan kesehatan masyarakat. Informasi berbasis data lapangan turut disampaikan, termasuk aktivitas masyarakat di wilayah berisiko tinggi di Ketapang, yang dinilai rentan terhadap penyebaran zoonosis.

Para Stakeholder Merespons Baik Pelatihan

Kebersamaan YIARI dan peserta Refreshment Training Zoonosis – One Health (Tim Media | YIARI)

Pelatihan refreshment yang digelar oleh YIARI terkait zoonosis dan pendekatan One Health mendapatkan respons positif dari para pemangku kepentingan yang hadir. Sepanjang kegiatan, peserta aktif berdiskusi dan bertukar wawasan dengan para narasumber secara interaktif, membahas tantangan dan solusi dalam pencegahan serta penanganan zoonosis di lapangan.

Untuk mendukung kenyamanan peserta, panitia menyediakan dua sesi coffee break dan satu kali makan siang. Selain itu, YIARI juga memfasilitasi layanan antar-jemput menggunakan bus atau kendaraan dari Kantor Dinas Kesehatan menuju lokasi kegiatan, yakni Pusat Pembelajaran Sir Michael Uren.

Kegiatan ini menjadi bukti konkret komitmen YIARI terhadap isu zoonosis yang semakin relevan di Indonesia. Mengingat keterkaitan erat antara zoonosis dengan hewan peliharaan, ternak, serta satwa liar, pendekatan One Health dinilai sebagai solusi strategis karena melibatkan kolaborasi lintas sektor—mulai dari kesehatan, lingkungan, hingga pertanian.

Komitmen ini pun sejalan dengan langkah pemerintah yang telah menerbitkan Peraturan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2022 tentang Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Zoonosis dan Penyakit Infeksius Baru.

Regulasi ini diterbitkan sebagai respons terhadap meningkatnya kejadian penyakit zoonotik dan penyakit infeksius baru yang berpotensi menimbulkan dampak besar, baik secara sosial, ekonomi, keamanan, maupun kesejahteraan masyarakat.

Dengan meningkatnya kesadaran dan sinergi berbagai pihak, tidak ada alasan untuk bersikap pasif di tengah ancaman zoonosis yang terus berkembang. Pendekatan kolaboratif dan berkelanjutan adalah kunci untuk menjaga kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan secara terpadu.