Tentang
Program
Cerita Publikasi Bergabung
Donasi

Yayasan IAR Indonesia

Silakan atur halaman utama di Settings → Reading → Your homepage displays dan pilih A static page, lalu pilih halaman dengan template Home.

Sukses Beternak Ayam Kampung: Perjalanan Kelompok Wanita Tani di Lampung

Di tengah upaya meningkatkan ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat, pemanfaatan lahan pekarangan makin kreatif. Salah satu inovasi yang mulai diterapkan adalah pendampingan ternak ayam kampung—tidak hanya untuk mencukupi kebutuhan gizi keluarga, tapi juga sebagai peluang usaha yang menjanjikan.

Memasuki awal 2025, Kelompok Wanita Tani (KWT) Gapoktan Wanatani Lestari, salah satu gapoktan binaan YIARI, membangun kandang ayam kampung dari bambu lokal. Program ini punya tiga tujuan utama: menyediakan sumber protein yang lebih mudah diakses, menambah penghasilan keluarga, dan menghasilkan pupuk organik untuk tanaman hortikultura.

Lalu, seperti apa pendampingan ini dijalankan? Yuk, simak lebih lanjut!

Membangun Kandang Ayam Kampung Secara Gotong Royong

Kandang ayam dari bambu lokal dalam program pendampingan ternak ayam kampung (Tim Comdev | YIARI)

Kelompok Wanita Tani Gapoktan Wanatani Lestari di KPH Batutegi, Lampung, memanfaatkan lahan pekarangan rumah dengan menerapkan sistem pertanian terpadu. Selain membudidayakan tanaman hortikultura, kelompok ini kini mengembangkan usaha peternakan ayam kampung sebagai bagian dari strategi diversifikasi usaha tani.

Perencanaan teknis program ini telah dimulai sejak akhir Desember 2024 dan mulai diterapkan pada minggu pertama Januari 2025. Langkah awal yang dilakukan adalah pembangunan kandang ayam, yang difasilitasi oleh Yayasan IAR Indonesia (YIARI) dengan dukungan aktif dari masyarakat tani setempat. Sebagai bentuk kemandirian, anggota kelompok tani secara swadaya mengumpulkan bambu lokal untuk digunakan sebagai material utama dinding dan lantai kandang.

Dengan semangat gotong royong, para suami anggota kelompok tani turut berpartisipasi dalam pembangunan kandang ayam kampung berukuran 11 x 2 meter. Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan anggota kelompok melalui pemanfaatan sumber daya lokal secara optimal serta mendorong ketahanan pangan di tingkat rumah tangga.

Pemasangan terpal dalam program pendampingan ternak ayam kampung (Tim Comdev | YIARI)

Proses pembangunan kandang ini melibatkan 15 orang, termasuk staf YIARI, mahasiswa magang, serta para ibu anggota KWT. Mereka bekerja sama untuk memastikan kandang yang dibangun memiliki struktur kokoh, nyaman, dan sesuai dengan kebutuhan pemeliharaan ayam.

Pembangunan dilakukan secara bertahap, dimulai dari pembuatan rangka, pemasangan dinding bambu, sampai penyelesaian lantai dan atap. Untuk meningkatkan perlindungan dari angin dan hujan, dinding kandang dilapisi terpal agar suhu di dalamnya tetap stabil. Dengan lingkungan yang lebih terjaga, ayam dapat tumbuh secara optimal dan sehat.

Langkah Awal Menuju Produksi Ayam Berkualitas

Setelah kandang selesai dibangun pada 22 Januari 2025, langkah berikutnya adalah menciptakan lingkungan yang optimal bagi pertumbuhan ayam. Faktor-faktor utama yang diperhatikan meliputi ventilasi, penempatan pakan dan minum, pencahayaan, serta kebersihan kandang.

Ventilasi yang tepat menjadi prioritas utama untuk memastikan sirkulasi udara yang lancar, mengurangi kelembaban berlebih, serta mencegah penyebaran penyakit. Selain itu, penempatan tempat pakan dan minum dirancang secara strategis agar mudah diakses oleh ayam, meminimalkan risiko kontaminasi, dan mengurangi pemborosan pakan.

Untuk menjaga suhu kandang tetap hangat, terutama pada malam hari, dipasang lampu yang berfungsi sebagai sumber penerangan sekaligus penghangat. Pencahayaan yang cukup membantu ayam tetap aktif sekaligus mengurangi stres yang dapat memengaruhi pertumbuhan dan kesehatannya. Dengan manajemen kandang yang optimal, diharapkan ayam dapat tumbuh sehat dan menghasilkan produksi berkualitas tinggi.

Kandang ayam dengan ventilasi baik, lampu, dan tempat makan minum bambu (Tim Comdev | YIARI)

Sebagai bagian dari pemanfaatan sumber daya lokal, wadah pakan ayam dibuat dari bambu. Penggunaan bambu tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga lebih ekonomis dan mudah diperoleh oleh kelompok tani. Dengan pendekatan ini, program budidaya ayam kampung juga mengurangi ketergantungan pada peralatan berbahan plastik atau logam yang lebih mahal.

Pada tahap awal, sebanyak 266 ekor ayam kampung berusia dua minggu yang telah divaksin mulai dimasukkan ke dalam kandang. Dalam empat minggu ke depan, kandang kedua direncanakan selesai dibangun untuk menampung tambahan 200 ekor ayam. Dengan sistem ini, kelompok tani bisa melakukan panen setiap bulan, dengan target bobot ayam mencapai 1 kg dalam waktu 2,5 bulan.

Ayam kampung diberi pakan berkualitas di kandang (Tim Comdev | YIARI)

Selain memastikan kondisi kandang yang mendukung, aspek nutrisi juga menjadi faktor utama dalam budidaya ayam kampung. Ayam memerlukan pakan berkualitas dengan komposisi seimbang yang mencakup protein, karbohidrat, vitamin, dan mineral untuk menunjang pertumbuhan optimal serta menjaga daya tahan tubuhnya.

Selain itu, pengawasan kesehatan ayam secara berkala sangat penting untuk mencegah penyakit, meningkatkan tingkat keberhasilan budidaya, serta memastikan hasil ternak yang sehat dan berkualitas. Langkah ini mencakup vaksinasi, pemantauan gejala penyakit, serta penerapan kebersihan kandang yang ketat.

Beragam Potensi dan Manfaat dari Ayam Kampung

Selain memberikan manfaat ekonomi dari hasil penjualan, beternak ayam kampung juga membuka peluang bagi kelompok tani untuk menerapkan sistem pertanian terpadu.

Salah satu manfaat utama dari usaha ini adalah pemanfaatan kotoran ayam sebagai pupuk organik. Pupuk ini dapat meningkatkan kesuburan tanah dan produktivitas tanaman hortikultura yang dikelola oleh kelompok tani. Dengan adanya pupuk organik, biaya pembelian pupuk kimia dapat ditekan, menjadikan usaha pertanian lebih hemat dan ramah lingkungan. Selain itu, sistem pertanian terpadu menciptakan siklus produksi yang lebih efisien, di mana limbah ternak dimanfaatkan kembali untuk mendukung sektor pertanian.

Lebih dari sekadar keuntungan finansial, beternak ayam kampung juga membawa manfaat sosial bagi komunitas. Kegiatan ini memperkuat semangat gotong royong di antara anggota kelompok tani serta memberikan peluang bagi mereka untuk mengembangkan keterampilan baru dalam beternak dan mengelola usaha secara mandiri.

Penutup 

Pendampingan dalam budidaya ayam kampung ini menjadi bukti nyata pemberdayaan komunitas dapat berjalan selaras dengan keberlanjutan lingkungan. Dengan dukungan berbagai pihak serta semangat gotong royong, program ini diharapkan terus berkembang dan menginspirasi lebih banyak komunitas untuk memanfaatkan lahan pekarangan secara produktif.

Ke depan, Kelompok Wanita Tani (KWT) Gapoktan Wanatani Lestari berencana meningkatkan kapasitas produksi dan memperluas pasar penjualan ayam kampung. Langkah ini akan membuka peluang ekonomi yang lebih besar bagi anggotanya, sekaligus berkontribusi dalam memperkuat ketahanan pangan di daerah mereka.

Pendampingan seperti ini membuktikan inovasi di sektor pertanian mampu memberikan manfaat luas, baik dari segi ekonomi, sosial, maupun lingkungan. Mari bersama mendukung pertanian berkelanjutan dan memberdayakan lebih banyak komunitas untuk mandiri!