Silakan atur halaman utama di Settings → Reading → Your homepage displays
dan pilih A static page, lalu pilih halaman dengan template Home.
Aksi Kolaborasi Tanam 40 Bibit Pohon di Sungai Deras, Kalimantan Barat di Hari Lingkungan Hidup Sedunia
Sobat #KonservasYIARI merayakan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 05 Juni 2023 kemarin dengan ngapain nih? Kalau kami merayakan Hari Lingkungan Hidup Sedunia melalui kegiatan restorasi ekosistem di Desa Pematang Gadung, Kecamatan Matan Hilir Selatan, Ketapang, Kalimantan Barat. Kegiatan ini merupakan kegiatan kolaborasi YIARI (Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia) dengan UPT (Unit Pelaksana Teknis) Kesatuan Pengelolaan Hutan Wilayah Ketapang Selatan.
Penyerahan bibit ubah secara simbolis ketika pembukaan acara (Muffidz Ma’sum | Yayasan IAR Indonesia)
Upaya restorasi ekosistem ini dilakukan melalui kegiatan penanaman dengan tema “Solusi untuk Polusi Plastik demi FOLU Net Sink 2030”. Sekitar 50 orang dari berbagai pihak hadir ada kegiatan ini. Pihak-pihak tersebut diantaranya ialah Kodim 1203 Ketapang, Polres Ketapang, Danlanal (Komandan Pangkalan TNI AL), Kejari (Kejaksaan Negeri) Ketapang, Dishub (Dinas Perhubungan) Ketapang, Disdik (Dinas Pendidikan Ketapang), PolPP Ketapang, Perkim LH (Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup) Ketapang, BKSDA Kalbar SKW 1 Ketapang, Mitra Pembangunan Ketapang, Balai Tanagupa (Taman Nasional Gunung Palung), BPDAS Kapuas, KPH Ketapang Selatan, KPH Ketapang Utara, MPK (Mohairson Pawan Khatulistiwa), Yasayan WeBe, Tropenbos Indonesia, Manggala Agni Kalimantan X / Ketapang, Politap (Politeknik Negeri Ketapang), Kecamatan MHS (Matan Hilir Selatan), Ikahut Untan (Ikatan Alumni Kehutanan Universitas Tanjungpura), Distanakbun (Dinas Pertanian, Peternakan, dan Perkebunan) Ketapang, SMPN 7 Matan Hilir Selatan, SMKN 1 Matan Hilir Selatan, Perangkat Desa Pematang Gadung, LPHD (Lembaga Pengelola Hutan Desa) Pematang Gadung.
Semua undangan kegiatan menggunakan alat perlindungan lengkap sebelum melakukan perjalanan melalui aliran air Sungai Deras (Rendi Afandi | Yayasan IAR Indonesia)
Acara seremonial pembukaan kegiatan ini dilakukan di dermaga Desa Pematang Gadung. Selanjutnya para peserta mengikuti kegiatan penanaman di areal penanaman berlokasi di area Restorasi Sungai Deras, Hutan Desa Pematang Gadung yang berjarak 30 menit dari lokasi pembukaan. Perjalanan menuju areal penanaman ditempuh dengan mengarungi Sungai Deras menggunakan kendaraan air atau speedboat.
Sejumlah total 40 bibit ubah jambu (Syzygium sp.) dan bibit bintangur (Calophyllum sp.) dilakukan secara simbolis. Sesungguhnya, kegiatan restorasi ini sendiri sudah berjalan dari awal tahun 2018 nih Sobat #KonservasYIARI. Bahkan hingga saat ini, di area tersebut sudah tertanam 85 ribu bibit di lahan seluas 146 ha, luar biasa ya!
Potret Kepala SPTN Wilayah 11 Melano, Ahmad Sirojudin, S. Hut bersama Direktur Program dan Operasional Yayasan IAR Indonesia, Argitoe Ranting, sebelum melakukan penanaman (Muffidz Ma’sum | Yayasan IAR Indonesia)
Kegiatan dalam rangka memperingati hari lingkungan hidup ini juga kami lakukan dalam bentuk edukasi konservasi di Kabupaten Tanggamus, Lampung. Semoga kegiatan peringatan hari lingkungan hidup ini bisa bermanfaat untuk lingkungan dan memotivasi masyarakat untuk ikut menjaga lingkungan ya!
Dukung satwa-satwa dilindungi Indonesia dengan membagikan kisah ini di sosial mediamu atau ikut berdonasi untuk satwa-satwa di pusat rehabilitasi kami dengan mengklik link di sini.
Fathia Rosatika
Restorasi Mangrove – Jalan Berliku Penanaman Bakau
Masih ingat kan dengan logo baru kami? Di logo baru kami, terdapat karakter pohon yang kami ambil inspirasinya dari mangrove. Kami mengambil karakter pohon ini berangkat dari aksi nyata kami dalam melakukan penanaman dan restorasi mangrove, terutama di pesisir Kalimantan Barat, tepatnya di Kabupaten Ketapang. Kegiatan restorasi mangrove yang kami kerjakan bersama PT Mohairson Pawan Khatulistiwa (MPK) ini memang masih tergolong muda. Kami memulai proyek ini dari tahun 2021. Meskipun baru dua tahun, kami sudah menanam lebih dari 50.000 bibit mangrove di area seluas 15 ha yang tersebar di delapan desa dan empat kecamatan di Kabupaten Ketapang. Dalam penanaman mangrove ini, kami sangat memperhatikan spesies mangrove asli pada masing-masing lokasi sehingga kami menanam lima jenis mangrove yaitu, Rhizophora stylosa, Rhizophora apiculata, Rhizophora mucronata, Bruguiera sp., dan Avicennia Alba
Kegiatan ini juga melibatkan lebih dari 100 orang warga desa yang berperan aktif dalam melakukan pembibitan, penanaman, dan perawatan. Tidak hanya itu, mereka juga menganyam ecopolybag dari daun nipah lho untuk pembibitan mangrovenya. Jadi kegiatan ini tidak meninggalkan sampah plastik bekas polybag yang justru mengancam kelestarian ekosistem mangrove dan berpotensi mematikan bibit mangrove yang ditanam.
Tim penanaman di Desa Sungai Besar, Kalimantan Barat terdiri dari para ibu peduli lingkungan (Heribertus Suciadi | Yayasan IAR Indonesia)
Menanam mangrove itu juga nggak semudah nanam pohon pisang. Salah satu tantangan terbesar dalam penanaman mangrove adalah anakan mangrove itu sangat rentan dan mudah mati dibandingkan dengan anakan pohon yang ada di daratan atau hutan selain hutan mangrove. Kami melakukan pengamatan dan mendapati bahwa pertumbuhan anakan mangrove itu hanya tumbuh 10 cm per tahun dan harus menahan terpaan ombak serta cuaca yang sering berubah. Hal ini yang sering kali kurang dipahami dalam kegiatan restorasi mangrove di Indonesia. Pada kebanyakan restorasi mangrove di Indonesia, kegiatan yang dilakukan hanya fokus pada penanaman dengan pemahaman bahwa mangrove sama dengan pohon lainnya dan perlakuannya pun harus sama: Tanam-tinggal-hidup. Fokusnya hanya pada tanam tanpa pemahaman mendasar sehingga berujung kegagalan.
Program restorasi mangrove memang bukan hanya sekadar tanam dan tinggal. Mangrove yang ditanam perlu dirawat dan dipantau pertumbuhannya, juga dilakukan tanam sisip bila diperlukan. Bahkan, perlu langkah-langkah strategis yang cukup panjang sebelum penanaman ini dilakukan untuk memastikan program restorasi mangrove ini berumur panjang dan berkelanjutan.
Di tahap awal kami melakukan pendekatan persuasif kepada para pemangku kepentingan, terutama masyarakat untuk mendapatkan kepercayaan dari mereka. Kami juga membentuk komunitas pemuda yang diberi nama SHIELD (sahabat Hijau Eco Lestari Desa) Sungai Besar yang dapat bergerak setiap saat serta untuk mendapatkan dukungan dari banyak pihak.
Karmele Llano Sanchez, Direktur Utama Yayasan IAR Indonesia turut menanam mangrove di Desa Kuala Tolak, Kalimantan Barat. Penanaman mangrove di desa ini sudah mencapai lebih dari 1000 bibit (Heribertus Suciadi | Yayasan IAR Indonesia)
Kemudian kami melakukan survei biodiversitas pada ekosistem mangrove dan pemetaan lokasi yang paling terdampak dan perlu dilakukan rehabilitasi. Kami juga melakukan penguatan kelompok masyarakat yang akan melakukan rehabilitasi mangrove dengan mengadakan pelatihan keterampilan dalam melakukan rehabilitasi mangrove.
Terakhir kami melakukan implementasi rehabilitasi mangrove dengan memilih benih mangrove yang sesuai jenisnya dengan lokasi tanam, penyemaian benih hingga menjadi bibit unggul dan memiliki tingkat survival rate yang tinggi, perawatan semasa tahap penyemaian secara intensif dan partisipatif, penanaman bibit mangrove yang siap dan melakukan monitoring hingga perawatan pasca panen selama mungkin hingga bibit mangrove dewasa dan stabil pertumbuhannya.
Hal penting lainnya yang perlu diperhatikan dalam restorasi mangrove adalah akuntabilitas program. Sistem monitoring, reporting dan verifikasi (MRV) rehabilitasi mangrove harus bersifat transparan sehingga masyarakat mengetahui efektivitas dari program tersebut karena menggunakan dana publik. Sistem MRV yang andal dan transparan sangat perlu untuk meningkatkan kredibilitas dan akuntabilitas program rehabilitasi mangrove. Jangka waktu pemantauan selama 5 tahun dapat digunakan mengingat tingginya risiko biofisik lingkungan dan sosial yang mungkin terjadi di kawasan sekitarnya.
Yuk, dukung satwa-satwa dilindungi Indonesia dengan membagikan kisah ini di sosial mediamu atau ikut berdonasi untuk satwa-satwa di pusat rehabilitasi kami dengan mengklik link di sini.