Tentang
Program
Cerita Publikasi Bergabung
Donasi

Yayasan IAR Indonesia

Silakan atur halaman utama di Settings → Reading → Your homepage displays dan pilih A static page, lalu pilih halaman dengan template Home.

Penyelamatan Lutung Jawa di Bogor, Jawa Barat: Diduga eks Peliharaan

Pada 23 Januari 2024, tim gabungan Balai Besar Konservasi dan Sumber Daya Alam (BBKSDA)  Jawa Barat Bidang KSDA Wilayah I Bogor dan Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi melakukan penyelamatan satwa lutung jawa (Trachypithecus auratus). Satwa ini adalah satwa endemik di Pulau Jawa dan dilindungi oleh Pemerintah. Satwa ini juga merupakan satwa langka yang masuk ke dalam daftar satwa terancam punah oleh Redlist IUCN.

Secara kronologis, tim BBKSDA Jawa Barat menerima aduan masyarakat melalui grup WhatsApp Quickresponse Tindak Satwa Liar (TSL) lingkup Bogor pada 22 Januari 2024. Selanjutnya tim berkoordinasi dan berkolaborasi dengan YIARI dalam melakukan evakuasi lutung untuk penyelamatan dan pengamanan satwa di Kotabatu, Ciomas, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Dari hasil pemeriksaan awal, lutung jawa ini diperkirakan masih berusia remaja. Lalu, ditemukan pula seutas tali ditemukan masih terikat di pinggangnya. Berdasarkan analisa tim, dari lokasi temuan, usia sang lutung, dan tali yang terikat mengindikasikan bahwa si lutung berasal dari perdagangan dan pemeliharaan ilegal. Biasanya, anakan lutung diburu dari alam, di mana indukannya pasti dibunuh terlebih dulu. Lutung ini kemudian diamankan di kandang translokasi Bidang KSDA Wilayah I untuk ditangani lebih lanjut pada 24 Januari 2024.

Proses pemeriksaan awal lutung jawa oleh drh. Imam Arifin, dibantu oleh Kang Ahong sebagai perawat satwa (Fattreza Ihsan | YIARI)

Meri Juanda, Polisi Kehutanan Mahir BBKSDA Jawa Barat Lingkup Seksi Konservasi Wilayah menyatakan bahwa satwa yang dilindungi oleh Peraturan Pemerintah No. 7 Tahun 1999 ini akan dibawa ke kantor bidang terlebih dahulu sebelum dipindah ke pusat rehabilitasi yang memiliki fasilitas yang lebih lengkap dalam menangani lutung jawa. Beliau juga menyatakan apresiasi kepada masyarakat yang telah melaporkan temuan satwa dilindungi ini kepada stakeholder terkait. “Terima kasih kepada masyarakat semua yang sudah melaporkan satwa dilindungi ini ke Quick Response kami (BBKSDA Jawa Barat). Kami mengapresiasi masyarakat yang sudah sadar akan pentingnya pelestarian satwa,” ujarnya.

Kegiatan rescue ini dipimpin oleh Imam Arifin, Koordinator Animal Management YIARI sekaligus Dokter Hewan YIARI. Ia memutuskan untuk membius lutung jawa ini supaya proses evakuasi berjalan cepat dan tidak membuat satwa stress lebih lanjut. “Kondisinya (lutung jawa) bagus, ya, Ketika diperiksa pasca pembiusan. Body score condition dari satwa ini juga lumayan optimal. Hanya terdapat ektoparasit seperti kutu sehingga lutung jawa ini juga diberi obat ketika pemeriksaan kesehatan,” ujarnya pasca ia selesai memeriksa sang lutung.

Kondisi lutung sebelum dibawa dan ditindaklanjuti oleh BBKSDA Jawa Barat (Fattreza Ihsan | YIARI)

Lutung ini ditemukan di belakang rumah salah seorang warga di Kotabatu, Ciomas, Bogor, Jawa Barat yang bernama Selpia. Ia menyatakan bahwa lutung ini sudah dua hari berada di pekarangan rumahnya. Ia berinisiatif untuk melaporkan lutung ini ke BBKSDA Jawa Barat dan YIARI setelah mengetahui bahwa lutung jawa adalah satwa dilindungi. “Sepupu saya bilang bahwa lutung adalah satwa yang dilindungi, jadi jangan sembarangan dihampiri. Lalu berdasarkan saran darinya, lutung jawa ini saya laporkan ke pihak yang berwenang,” ujarnya ketika diwawancarai.

.

Belajar Pegang yang Lembut Yuk

Ih, pegang apaan nih? Kok pake kelembutan segala?

Iya dong. Ini soalnya kita mau ngasih tau cara pegang kukang yang bener. Tapi nggak cuma pegang sih, banyak kelembutan lainnya yang diperlukan kalau berkaitan dengan kukang. Tahu sendiri kan, kukang itu imut banget makanya kita harus tau cara-cara handle doi.

 

Iya bener banget tuh, kalau gitu mau dong diajarin

Ok, kalau gitu sini denger ceritanya dulu. Jadi bulan lalu, tepatnya 28 Desember 2021, kami diundang Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Jawa Barat untuk berbagi pengalaman tentang cara taktis dan praktis dalam menangani satwa kukang. Seru deh, jadi acara ini berlangsung di kantor Balai Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) di Kuningan di mana kami datang ke sana bersama BB KSDA Jawa Barat Resort Wilayah XXII Cirebon. Yang ikutserta ramai lho. Ada 45 peserta dari Pengendali Ekosistem Hutan (PEH), Polisi Hutan (Polhut), Penyuluh Kehutanan, dan staf TNGC. Sementara yang dari kami di IAR Indonesia, ada drh. Indri Saptorini, Ahmad Ramdhani, dan Riki Saputra yang berbagi pengalaman dalam menangani kukang. Hadir juga di acara itu, Kepala Resort KSDA Wilayah XXII Cirebon, Slamet Priambada dan Kepala Balai TNGC, Teguh Setiawan.

Sharing cara memegang kukang dengan benar (PEH-BTNGC | Seksi KSDA Wilayah XXII Cirebon)

Wah kayaknya serius bener ya acaranya?

Not really, justru seru and cool. Di acara ini, drh. Indri Saptorini ngasih cerita tuh tentang jenis, habitat, dan pakan Kukang. Abis itu, Ahmad Ramdhani dan Riki Saputra ngelanjutin cara-cara penanganan dan pengecekan kesehatan kukang. Ketiganya ini juga memaparkan prosedur yang umum dilakukan saat bertemu kukang tersesat yakni laporkan, identifikasi, dan evakuasi yang biasanya berupa rehabilitasi dan rilis. Ada satu clue nih soal kukang. Kata drh. Indri, kalau kita mengidentifikasi kukang, kita harus memperhatikan dulu kondisi gigi, mata, dan tubuhnya apakah sehat dan bebas luka atau sedang sakit. Bila ada luka, segera hubungi dokter.

 

Nah kalau misalnya baik-baik aja dan nggak ada luka, abis itu dikemanain tuh kukangnya?

Sip-sip thank you pertanyaannya, ini sering banget dah ditanyain. Kalau kamu nemuin kukang dan baik-baik aja kondisinya, laporkan ke yang berwajib, dalam hal ini BKSDA atau pusat-pusat penitipan satwa yang resmi dan berafiliasi dengan pemerintah ya gaes. Terus kalau untuk bapak-bapak petugas yang ada di acara sharing tersebut, mereka juga nanyain tuh bagaimana metode melepasliarkannya. Nah, Mas Riki Saputra langsung bagiin pengalamannya soal metode dan langkap dalam melepasliarkan, dari nentuin lokasi sampai prosedur pelepasliarannya. Lokasi pelepasliaran yang pas itu adalah lokasi yang menyediakan pakan kukang yang cukup. Oya, tentunya lokasi pelepasliarannya harus berada di dalam kawasan konservasi, ya. Kalau sudah tahu tempat yang cocok buat melepasliarkan kukang, baru deh kita bisa langsung melepasliarkan mereka. Bagian yang penting nih temen-temen, Mas Riki Saputra bilang untuk selalu gunakan sarung tangan ketika memegang kukang untuk dilepasliarkan. Setelah dilepasliarkan, kita pantau dulu selama 30-60 menit untuk memastikan bahwa kukang sudah layak untuk dilepasliarkan.

drh. Indri dari IAR Indonesia sedang menjelaskan perilaku kukang jawa (PEH-BTNGC | Seksi KSDA Wilayah XXII Cirebon)

Ah I see…kalau boleh tahu tujuan dari kegiatan ini apa sih sebenarnya? Sorry kalau kepo nih

Nggak apa-apa kok, kepo itu bagus tahu…berarti kalian emang peduli nih sama satwa kukang. Jadi tujuan dari acara ini itu untuk mempercepat proses pelepasliaran kukang yang cukup banyak di sekitar Taman Nasional di Jawa Barat, terutama di Taman Nasional Gunung Ciremai. Harapannya, dengan adanya kegiatan ini, tenaga ahli di wilayah konservasi dan BKSDA semakin ahli dalam menangani pelepasliaran kukang, yang pada akhirnya akan membantu konservasi kukang. Setelah mengikuti kegiatan ini, mereka berhasil untuk melepasliarkan kukang secara mandiri dengan mengikuti prosedur-prosedur yang kami berikan.

 

Wuih mantap! Jadi dari sejak menemukan kukang sampai ngelepasinnya ke alam liar, harus lembut atau gimana sih? Penasaran soalnya ama bagian lembutnya hahaha…

Ok, jadi drh. Indri di acara tersebut, ngasih lihat juga tuh cara pegang kukang yang bener.

Sebaiknya kita memegang bagian tengkuknya kukang supaya mereka lebih mudah kita pegang dan tentunya lebih aman buat pemegang kukangnya. Cara memegangnya dengan dijepit oleh tiga jari di bagian tengkuknya. Apabila kukang masih meronta, bisa memegang punggung bagian bawah. Hal ini dilakukan untuk menghindari cakaran dan gigitannya. Semua ini harus dilakukan dengan sangat lembut ya, soalnya kalau kita kasar, kukang bisa ngeluarin alarm call tuh.

 

Wah apaan nih? Kayak jam weker?

Haha kagak! Ini tuh istilah yang merujuk pada suara teriakan kukang yang bernada tinggi dan nyaring, terus bisa nggak berenti-berenti tuh. Alarm call ini mereka keluarin kalau stress. So, pastiin kita harus bersikap lembut ke mereka, karena kukang ini termasuk satwa yang sensitif, apalagi kan dia binatang malam cyin…nokturnal gitu deh, udah gitu emang kalau gerak dia slow banget. Nah kelembutan ini diperlukan dari sejak dia ditemukan, kemudian pas dirawat atau direhabilitasi, sampai pas dikeluarkan dari kandang untuk dilepaskan ke alam bebas. Semua harus dihandle dengan lemah lembut, sama seperti ke pacar kamu. Gitu deh…

 

Asyiap! Thank you ilmunya bro!

Masama…semoga bermanfaat ya

 

Ria Utari/ Fattreza Ihsan