Tentang
Program
Cerita Publikasi Bergabung
Donasi

Yayasan IAR Indonesia

Silakan atur halaman utama di Settings → Reading → Your homepage displays dan pilih A static page, lalu pilih halaman dengan template Home.

Kukang Bisa Menunjukkan Perilaku Abnormal Kalau Sedang Merasa Seperti Ini Loh!

Setiap jenis satwa punya perilaku alamiahnya masing-masing loh Sobat #KonservasYIARI! Kalau sebelumnya sudah dibahas mengenai perilaku makaka, kali ini kita bakal lebih dalam mengenal perilaku kukang. Kukang akan menunjukkan nalurinya melalui perilaku non-aktif (diam dan tidur), perilaku aktif sendiri (berpindah, defekasi atau pengeluaran zat pencernaan,  dan grooming), perilaku makan, dan perilaku sosial seperti allogrooming, bersuara, berkelahi, mengikuti serta tidur berdampingan.

Kukang sedang mencengkram batang pohon untuk memudahkan aktivitas berpindah tempat (Denny Setiawan l Yayasan IAR Indonesia)

Ternyata ada satu perilaku kukang yang muncul di saat tertentu nih sobat! Seperti apa ya perilaku itu? 

Perilaku yang dapat ditunjukkan oleh kukang saat keadaan tertentu ini disebut dengan perilaku abnormal. Perilaku abnormal ini biasanya ditandai dengan perilaku stereotipe atau perilaku yang dilakukan secara berulang-ulang. Tanda perilakunya seperti merawat diri berlebihan (overgrooming), menggosok dan membenturkan kepala secara berulang kali ke segala arah (head bobbing), memutar kepala (rolling head) dan menyakiti diri sendiri (self injurious behavior). Perilaku abnormal ini terjadi saat kukang berada di luar habitatnya seperti kandang dan laboratorium. Perilaku tersebut juga jadi indikasi bahwa kukang mengalami stress.

Pada tempat yang berada di luar habitat, kukang bisa stress karena adanya persaingan di dalam kandang seperti perebutan kotak sarang (shelter) dan perebutan makanan. Tingkat stress kukang yang berasal dari hasil sitaan pasar gelap biasanya lebih tinggi. Miris, kukang menerima perlakuan yang tidak memperhatikan prinsip kesejahteraan satwa saat di pasar gelap sehingga memunculkan perilaku abnormal.

Apakah bisa perilaku abnormal kukang dikurangi saat masuk ke kandang rehabilitasi?

Perilaku abnormal ini bisa ikut berkurang saat diberikan tahap pengayaan atau pelatihan bagi kukang. Bentuk pengayaan seperti membuka dan memakan lemper buah dalam kandang rehabilitasi merupakan bentuk pengayaan yang memberikan pengaruh paling besar dalam menekan perilaku abnormal stereotip. Hal ini dapat disebabkan pada pengayaan ini menggunakan buah-buahan yang disukai oleh kukang sebagai bahan utamanya.

Nah gimana Sobat #KonservasYIARI? Sudah semakin tercerahkan bukan mengenai perbedaan antara perilaku normal dan abnormal khususnya pada primata kukang. Untuk itu mari hentikan gerakan pemeliharaan satwa liar yang ternyata bisa berdampak juga pada terganggunya psikologis satwa!

Dukung satwa-satwa dilindungi Indonesia dengan membagikan kisah ini di sosial mediamu atau ikut berdonasi untuk satwa-satwa di pusat rehabilitasi kami dengan mengklik link di sini.

Referensi :

Sinaga MWA, Masyud B. 2017. Pemanfaatan ruang dan perilaku harian kukang sumatera (Nycticebus Coucang Boddaert, 1785) di Taman Hewan Pematang Siantar (THPS) Sumatera Utara. Jurnal Media Konservasi. 22(3): 304-311. 

[YIARI] Yayasan International Animal Rescue Indonesia. 2013. Laporan teknis pelepasliaran dan pemantauan paska pelepasliaran Kukang Jawa (N.javanicus) di Kawasan Hutan Gunung Salak – Taman Nasional Gunung Halimun Salak. Bogor (ID): YIARI

Cahya Riza Haromaen

Dipelihara di Luar Habitat, Ternyata Makaka Bisa Berperilaku Abnormal

Primata makaka seperti monyet ekor panjang dan beruk punya perilaku alaminya tersendiri di alam. Di alam, primata makaka bisa mengekspresikan nalurinya melalui tingkah laku normal. Tingkah ini meliputi tingkah agonistik atau perilaku menyerang, tingkah sosial afiliatif (grooming), perilaku seksual, bermain, makan, dan istirahat. 

Perilaku saling grooming monyet ekor panjang di dalam kandang (Yayasan IAR Indonesia)

Sobat #KonservasYIARI pasti jadi penasaran selain tingkah laku normal, apa ada tingkah laku makaka lainnya?

Ya, ada! Tingkah laku lainnya itu disebut dengan tingkah laku abnormal. Biasanya perilaku ini bakal muncul saat makaka ada di penangkaran dan laboratorium. Perilaku abnormal ini juga muncul saat makaka berada di tempat pemeliharaan pribadi, pameran, dan juga atraksi.

Munculnya perilaku abnormal ini dikarenakan: satwa ditempatkan di kandang dalam waktu yang lama, dikandangkan sendiri, tidak ada kontak visual atau auditori dengan satwa lain, kandang terlalu sempit, dan tidak ada atau tidak memadainya pengayaan lingkungan. Munculnya tingkah laku abnormal ini bisa dijadikan sebagai tanda atau indikator bahwa satwa yang berada di lingkungan tersebut menderita secara psikologis.

Perilaku diam monyet ekor panjang di kandang (Yayasan IAR Indonesia)

Lalu apa saja tanda perilaku yang menunjukkan tingkah laku abnormal pada makaka?

Tingkah laku abnormal ini bisa ditandai dengan adanya tingkah stereotypies yang punya arti tingkah laku berulang tanpa adanya tujuan atau faedah untuk makaka. Nah contoh dari tingkah laku stereotypies ini antara lain, tingkah laku berjalan bolak-balik, melompat berulang-ulang, jungkir balik, menggoyang-goyangkan badan, mencabuti rambut, menghisap jari, dan menggigit jari tangan atau kaki.

Duh Sobat #KonservasYIARI ternyata selama ini perilaku yang dikira “lucu atau menghibur” adalah pertanda bahwa makaka sedang mengalami tekanan dan penderitaan secara psikologis. Yuk hentikan gerakan pemeliharaan satwa liar! Untuk apa pelihara satwa liar jika hanya membuat satwa itu menderita.

Dukung satwa-satwa dilindungi Indonesia dengan membagikan kisah ini di sosial mediamu atau ikut berdonasi untuk satwa-satwa di pusat rehabilitasi kami dengan mengklik link di sini.

Referensi :

Sajuthi D, Astuti DA, Perwitasari D, Iskandar E, Sulistiawati E, Suprapto IH, Kyes RC. 2016. Hewan Model Satwa Primata Volume I Macaca fascicularis Kajian Populasi, Tingkah Laku, Status Nutrien, dan Nutrisi untuk Model Penyakit. Bogor: PT Penerbit IPB Press.

Cahya Riza Haromaen