Tentang
Program
Cerita Publikasi Bergabung
Donasi

Yayasan IAR Indonesia

Silakan atur halaman utama di Settings → Reading → Your homepage displays dan pilih A static page, lalu pilih halaman dengan template Home.

Sinka Zoo Rehabilitasi Orangutan Bernama Badul, Disini Tempatnya

Jumat, 24 November 2017 23:39
Sinka Zoo Rehabilitasi Orangutan Bernama Badul, Disini Tempatnya
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID / TRY JULIANSYAH
Badul Bermain sesaat sebelum diserahkan oleh Sinka Zoo ke Tim IAR Indonesia yang menjemputnya dari Ketapang, Jumat (24/11). Badol akan mengikuti sekolah liar selama berada di tempat rehabilitasi hewan milik IAR Indonesia.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINGKAWANG – Orangutan bernama Badul akhirnya diserahkan oleh pihak Sinka Zoo ke pusat rehabilitasi hewan milik internasional Animal Rescue (IAR) Indonesia, Kecamatan Sungai Awan Kiri, Ketapang, Jumat (24/11).

Nantinya Badul akan mengikuti sekolah liar untuk mengembalikan sifat alamiahnya setelah lama berinteraksi dengan manusia.

–– ADVERTISEMENT ––

Badul di sekolah liarkan menurutnya juga karena umurnya yang masih sangat muda, karena dikhawatirkan tidak dapat beradaptasi di alam liar jika langsung di lepas liarkan.

Badul Bermain sesaat sebelum diserahkan oleh Sinka Zoo ke Tim IAR Indonesia yang menjemputnya dari Ketapang, Jumat (24/11). Badol akan mengikuti sekolah liar selama berada di tempat rehabilitasi hewan milik IAR Indonesia.
Badul Bermain sesaat sebelum diserahkan oleh Sinka Zoo ke Tim IAR Indonesia yang menjemputnya dari Ketapang, Jumat (24/11). Badol akan mengikuti sekolah liar selama berada di tempat rehabilitasi hewan milik IAR Indonesia. 

“Orang utan ini masih berusia dua tahun, dan untuk dilepas liarkan ini banyak persyaratannya. Dan biasanya anak orang utan lepas dari induknya di usia enam tahun,” lanjutnya.

Saat diterima dari pihak Sinka Zoo, orang utan tersebut diakuinya pula dalam keadaan yang cukup sehat. Walaupun masih ada sedikit masalah di pernafasan karena masa penyembuhan.

“Saat ini sudah tidak demam, sudah normal, untuk hewan baru yang diterima akan kami karantina dulu 2 bulan. Nantinya akan ada pemeriksaan kesehatan secara rinci sebanayk 2 kali, teemasuk prilkaunya, penyesuaian diri termasuk diet,” tuturnya.

Badul Bermain sesaat sebelum diserahkan oleh Sinka Zoo ke Tim IAR Indonesia yang menjemputnya dari Ketapang, Jumat (24/11). Badol akan mengikuti sekolah liar selama berada di tempat rehabilitasi hewan milik IAR Indonesia.
Badul Bermain sesaat sebelum diserahkan oleh Sinka Zoo ke Tim IAR Indonesia yang menjemputnya dari Ketapang, Jumat (24/11). Badol akan mengikuti sekolah liar selama berada di tempat rehabilitasi hewan milik IAR Indonesia. 

Menurutnya memang sebaiknya manusia tidak memelihara orang utan karena banyak efek buruk yang ditimbulkan. Baik kepada manusianya maupun orang utan tersebut, dimana Orang utan yang dievakuasi tersebut awalnya dipelihara oleh warga.

“Memelihara orang utan itu juga bahaya bagi manusianya, orang utan primata yang mrirp dengan manusia. penyakit yang bisa menular dari hewan ke manusia cukup tinggi, jadi bukan hanya kasian pada hewannya saja tapi juga ke manusianya,” tutupnya.

 

Sumber : http://pontianak.tribunnews.com/2017/11/24/sinka-zoo-rehabilitasi-orangutan-bernama-badul-disini-tempatnya