Tentang
Program
Cerita Publikasi Bergabung
Donasi

Yayasan IAR Indonesia

Silakan atur halaman utama di Settings → Reading → Your homepage displays dan pilih A static page, lalu pilih halaman dengan template Home.

Sadis, Primata Langka Ini Dipenggal Hidup-hidup untuk Dijadikan Minyak

PEKANBARU Baru-baru ini, Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Riau mengamankan delapan ekor hewan langka diantaranya Kukang, Owa dan Siamang yang diduga dijual bebas di pasar tradisional penjualan hewan yang berada di Jalan Durian Pekanbaru. Tiga orang pedagang turut diperiksa terkait kasus itu.

Namun, penjualan primata yang nyaris terancam punah itu belum begitu sadis jika dibanding dengan fakta yang satu ini. Senior Investigator dari Scorpion Wildlife Trade Monitoring Group, Marison Guciano menyebutkan, bahwa selain dijual untuk dipelihara, hewan langka ini juga dipenggal hidup-hidup.

“Kami sudah dua minggu berada di Riau untuk melakukan investigasi. Mulai dari pasar sampai kepihak yang menjual primata langka ini ke pasar hewan tersebut. Ternyata selain dijadikan peliharaan, untuk Kukang juga ada yang dibunuh demi dijadikan minyak,” bebernya saat berbincang dengan GoRiau.com.

Harga Kukang ini juga beragam, jika masih hidup bisa dibanderol Rp300 ribuan, sementara untuk Kukang yang tujuannya dijadikan minyak, dihargai Rp450 ribu perkepala. “Ada toko yang melayani penyembelihan Kukang ini. Di sana juga ada (pasar tradisional Jalan Durian, red). Tergantung pembeli,” jawabnya.

Mengetahui fakta itu, Marison dan timnya mulai mendalami investigasi tersebut. “Kami telusuri darimana Kukang ini didapat. Sampailah ke Kampar Kiri Hulu. Itu disana banyak sekali. Kami punya foto-fotonya. Mayoritas darisana lalu di jual ke pasar itu. Kami juga sempat menyelidiki apa khasiat minyak dari Kukang tersebut,” ungkap dia.

“Sebagian mereka bilang kalau minyak Kukang bisa dijadikan syarat ilmu ghaib lalu juga untuk vitalitas dan kejantanan. Pokoknya alasan-alasan yang kami rasa tidak logis,” katanya panjang lebar. “Padahal primata Kukang termasuk dilindungi dan sudah langka keberadaannya,” sindirnya.

Tidak cuma itu, Marison bahkan punya foto-foto terkait aksi penyembelihan Kukang tersebut. Dia juga menyayangkan sikap dari Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau yang terkesan tak tahu. “Padahal setelah kami usut, ini sudah terjadi bertahun-tahun lamanya. Kok bisa,” tanya Marison.

Bahkan ia sempat mengatakan, selama perjalanannya ke beberapa provinsi untuk melakukan investigasi, ia menyebut kalau pasar tradisional penjual hewan di Pekanbaru ini, bisa dibilang paling buruk dalam artian minimnya pengawasan khususnya terhadap penjualan hewan dilindungi.

“Disini paling buruk kondisinya dibanding daerah lain yang kami lakukan investigasi. Pasar hewannya banyak sekali menjual binatang langka dan dilindungi,” tukas Marison menutup percakapannya dengan GoRiau.com, Sabtu (27/2/2016) siang kemarin.

Sebelumnya diberitakan, Polda Riau dan LSM International Animal Rescue menyelamatkan delapan ekor primata langka dari pasar tradisional di Jalan Durian. Hewan ini diantaranya enam ekor Kukang, seekor Owa dan seekor Siamang. Kondisi delapan binatang itu sangat memprihatinkan, dimana sudah kurus, dehidrasi dan kekurangan vitamin.