Tentang
Program
Cerita Publikasi Bergabung
Donasi

Yayasan IAR Indonesia

Silakan atur halaman utama di Settings → Reading → Your homepage displays dan pilih A static page, lalu pilih halaman dengan template Home.

IAR Terima Bayi Orangutan dari Sinka Zoo

Berjenis Kelamin Lelaki, Diberi Nama Badul

 

Satu orangutan kembali masuk tempat rehabilitasi Pusat Rehabilitasi IAR Indonesia di Ketapang. Orangutan bernama Badul tersebut diterima dari kebun binatang Sinka Zoo, Singkawang pada Jumat (25/11). Orangutan tersebut diterima dalam keadaan sakit.

Sebelum diserahkan ke IAR, bayi orangutan yang berusia sekitar 1,5 tahun ini baru menghuni kebun binatang Sinka Zoo pada 5 November 2017. Namun dikarenakan sakit, orangutan tersebut diserahkan ke pihak IAR. “Hasil auskultasi pada paru-paru mengindikasikan ada permasalahan pada sistem pernapasannya. Perlu pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui penyebabnya secara pasti,” kata drh Temia dari IAR.

Dijelaskan dia bahwa orangutan adalah satwa yang sangat mirip dengan manusia. Oleh karena itu, dia menambahkan, proses penyebaran penyakit dari manusia kepada primata yang satu ini sangat mudah dan sering terjadi. IAR Indonesia sudah beberapa kali menyelamatkan orangutan sakit dari tangan manusia. Beberapa penyakit yang mereka derita, diakui dia, berasal dari pemeliharanya. “Tidak sedikit pula orangutan yang akhirnya mati karena manusia tidak mampu merawatnya, sesalnya.

Manager Operasional IAR Indonesia, drh Adi Irawan, mengatakan, akibat dipelihara oleh manusia, hewan langka yang satu ini bisa terkena penyakit manusia, misalnya tuberculosis (TBC), yang kemudian bisa ditularkan lagi kepada manusia atau satwa lainnya. “Penyakit manusia sangat berbahaya pada orangutan dan sering menyebabkan kematian,” katanya.

Badul dan tim dari IAR Indonesia sempat menginap satu malam di kantor BKSDA Kalbar, sebelum membawa orangutan ini ke Pusat Rehabilitasi IAR Indonesia. Tim sampai di tempat rehabilitasi menjelang malam dan langsung dipindahkan ke kandang karantina bayi. Di sini Badul akan menjalani masa karantina selama delapan minggu dan menjalani dua kali pemeriksaan medis yang lengkap, sebelum bergabung dengan orangutan lainnya di pusat rehabilitasi.

Direktur Program IAR Indonesia, Karmele Sanchez, mengatakan orangutan bayi liar seperti Badul, masih punya kesempatan untuk kembali hidup di alam, setelah menjalani proses karantina dan rehabilitasi. “Kebun binatang bukan tempat yang tepat untuk bayi orangutan ini. Tempat rehabilitasi orangutan jauh lebis pantas untuk dia, karena dia akan mempunyai kesempatan untuk kembali ke habitatnya,” ujarnya. (afi)

Sumber : http://www.pontianakpost.co.id/iar-terima-bayi-orangutan-dari-sinka-zoo