Hari Kukang Internasional: Membangkitkan Kesadaran Anak Sekolah tentang Satwa Malam
Di tanggal 13 September, tepat dalam perayaan Hari Kukang Internasional, YIARI mendatangi sekolah untuk memberikan edukasi pengenalan dan konservasi kukang pada generasi muda.
Edukasi diberikan terutama pada mereka yang tinggal di sekitaran habitat satwa malam ini.
Suara ramai obrolan anak-anak terdengar jelas dari dalam kelas saat tim Edukasi dan Penyadartahuan YIARI datang ke Sekolah Dasar (SD) Malasari 01 di Desa Wisata Malasari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Ketika tim masuk, terdengar sorak ramai murid gabungan kelas 5 dan 6 SD menyambut kami semua. Antusias dan rasa penasaran terlihat jelas dari mimik muka anak-anak ini melihat kedatangan kami.
Kebetulan, Desa Malasari berada dekat dengan kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS), di mana habitat kukang dan satwa liar lainnya berada.

Tim menyambut anak-anak di dalam kelas sambil kemudian memberikan materi edukasi.
Tatapan mereka fokus pada layar proyektor, memandangi tulisan dan video tentang pengenalan kukang. Terdengar “ooh dan “ahh” dari mulut-mulut kecil mereka. Anak-anak pun dengan semangat menjawab berbagai pertanyaan dari pemateri terkait kukang.
Untuk meningkatkan rasa antusias mereka, tim juga memberikan hadiah bagi murid yang dapat menjawab pertanyaan atau mengajukan pertanyaan.
Boneka dan poster edukasi diberikan pada murid-murid yang berani mengacungkan tangan. Setelah edukasi materi selesai, tim membagikan lembaran kertas mewarnai bergambar kukang pada murid. Dengan cekatan, tangan-tangan mereka mulai mewarnai menggunakan pensil warna dan crayon.

Pak Wahyu, Kepala sekolah SD Malasari 01, sangat senang dengan adanya kegiatan edukasi tentang satwa liar di sekolahnya.
“Kegiatan edukasi satwa liar ini baru pertama kali di SD Malasari. Saya menilai edukasi ini penting, apalagi kami kan tinggal di sekitar hutan dimana satwa liar masih banyak tinggal,” ujarnya.

Beliau juga mengatakan, keberlanjutan edukasi perlu dilakukan pada masyarakat karena masih banyak orang yang belum mengetahui informasi tentang satwa liar.
“Bagaimana mau melindungi, kalau orang-orang saja tidak tahu apa itu satwa liar, apalagi kukang yang tinggal malam hari,” tambah Pak Wahyu.
Pak Wahyu berharap, kegiatan edukasi seperti ini dapat terus dilakukan di sekolah-sekolah, khususnya di SD Malasari.
“Saya harap kegiatan ini tidak hanya dilakukan sekali, bagusnya bisa ada tiap bulan agar anak-anak tidak lupa dan bisa terus mengaplikasikannya di kegiatan sehari-hari,” tuturnya.
Kegiatan pun diakhiri dengan foto bersama di depan sekolah. Senyum mereka terkembang saat meneriakan semangat perlindungan kukang, “STOP Kekang Kukang!” di depan kamera.
Langkah-langkah para generasi muda ini kembali ke rumah, membawa semangat dan ilmu yang mereka dapatkan di sekolah.