Tentang
Program
Cerita Publikasi Bergabung
Donasi

Yayasan IAR Indonesia

Silakan atur halaman utama di Settings → Reading → Your homepage displays dan pilih A static page, lalu pilih halaman dengan template Home.

Kolaborasi Asik Hari Bebas Kantong Plastik Sedunia di Gunung Tanggamus

Selamat hari bebas kantong plastik sedunia Sob! Untuk memperingati hari peringatan tersebut, pada 8 – 9 Juli 2023, kami bersama KPH Kota Agung Utara dan Komunitas Bolang Lansia Explorer mengajak para komunitas pecinta lingkungan untuk mengikuti rangkaian pendidikan lingkungan di Gunung Tanggamus, Lampung.

Tujuan kegiatan ini selain untuk memperingati hari bebas kantong plastik sedunia ialah mengajak pemuda komunitas khususnya yang ada di Provinsi Lampung untuk ikut berperan langsung dalam mengurangi limbah plastik dan menjaga lingkungan sekitar melalui  edukasi wisata sadar lingkungan, serta mendukung upaya untuk mewujudkan gunung Tanggamus bebas sampah.

Ngapain aja tuh kegiatannya? Ceritain dong kegiatannya mulai dari hari pertama!

Beragam banget dong kegiatannya! Jadi, kegiatan dimulai pada 8 Juli malam hari dengan agenda edukasi pemberian materi mengenai sampah. Materi disampaikan oleh tim pihak KPH Kota Agung Utara dan pihak tim YIARI. Pihak KPH Kota Agung Utara yang diwakili oleh Bapak Ponijan, S.ST, MMP selaku koordinator penyuluh menyampaikan kondisi terkait dan isu-isu yang ada di Gunung Tanggamus.

Penyampaian materi dari YIARI diwakili oleh Elif dan Juan, volunteer YIARI dari IPB yang aktif di komunitas Asarasi, yaitu komunitas yang bergerak dalam bidang konservasi dan lingkungan terutama mengenai sampah dan mikroplastik. Materi yang disampaikan keduanya menjelaskan tentang sampah, jenis-jenisnya, bahaya sampah plastik, serta cara mengurangi sampah plastik. Dalam diskusi ini peserta aktif menyampaikan pendapatnya dan juga menjawab setiap pertanyaan yang ditanyakan.

Kenapa di Gunung Tanggamus ya?

Jadi, kalau menurut penyampaian dari pihak KPH Kota Agung Utara, Gunung Tanggamus bisa dikata memiliki kondisi yang kurang ramah lingkungan nih, Sob. Jadi masih ditemui beberapa sampah yang menumpuk di beberapa lokasi. Nah, sampah ini kemungkinan ada akibat ulah perilaku para pendaki tidak bertanggung jawab yang meninggalkan sampah plastik, khususnya sampah logistik di atas gunung. Hingga saat ini masih ada sampah plastik yang tersebar di penjuru Gunung Tanggamus, bahkan hingga puncak!

Keseruan rangkaian kegiatan peringatan hari bebas plastik, yang diantaranya ada diskusi terkait sampah, serta penanaman pohon (Tim Edukasi | Yayasan IAR Indonesia)

Kalau di hari kedua?

Kegiatan hari kedua dimulai dengan menanam 50 bibit pohon kehutanan (Multi Purpose Tree Species) dengan jenis pohon alpukat, durian dan tambahan beberapa pohon beringin di sepanjang jalur pendakian menuju camp ground 1. Nah, kalau biasanya bibit untuk penanaman menggunakan plastik polybag yang tidak ramah lingkungan, tentu saja di hari bebas kantong plastik ini kami menggunakan ecopolybag yang ramah lingkungan!

Kemudian kegiatan dilanjutkan dengan membersihkan sampah di sepanjang jalur pendakian camping ground Gunung Tanggamus hingga posko pendakian. Pada sesi ini, peserta dibagi menjadi lima orang dalam satu tim. Dengan alat tempur memungut sampah yaitu sarung tangan, pencapit dan trashbag, para peserta pun berangkat mengumpulkan sampah.


Eits jangan salah, trashbag yang digunakan pun berasal dari serat singkong loh, yang pastinya ramah lingkungan! Sampah yang terkumpul kemudian dibawa turun menuju  posko pendakian dan  dilakukan penimbangan serta penentuan juara, berdasarkan berat sampah yang berhasil dikumpulkan. Setelah semua sampah ditimbang, ketahuan deh bahwa total sampah yang terkumpul sebanyak 51,5 kg! Ternyata masih banyak sekali ya sampah yang masih terdapat di Gunung Tanggamus .

Wow ramai gak yang ikut?

Selain Bolang Lansia Explorer -yep, kepanjangannya dari bocah petualang lanjut usia- sebagai kolaborator, tujuh komunitas lainnya turut berpartisipasi dalam acara ini, di antaranya Tapak Lampung, Komunitas Jejak Hantu, Future Indonesia, Lentera Nusantara, Wisata Lampungsai, Asa Konservasi, dan Sahabat Laut Indonesia. Total peserta yang mengikuti kegiatan ini berjumlah 47 orang yang berasal dari seluruh komunitas yang hadir.

Keseruan rangkaian kegiatan peringatan hari bebas plastik pada hari kedua (Tim Edukasi | Yayasan IAR Indonesia)

Seru banget! Para pesertanya full power semangat membersihkan lingkungan ya!

Iyadong! Bahkan setelah acara selesai dan ditutup pun para peserta kembali menuruni gunung sambil aktif memungut sampah, luar biasa ya Sob semangat para partisipan kegiatan untuk menjaga lingkungan! Jangan mau kalah ya! Oiya untuk dapat menyebarkan edukasi yang telah disampaikan, para peserta diberi challenge mengunggah foto atau video ke instagram, dengan meng-tag ig @iar_indonesia dan @bolanglansia, kemudian diberi tagar #SampahmuTanggungJawabmu dan #PendakiBijakTanpaPlastik.

Semoga selain Gunung Tanggamus, gunung-gunung  dan bentang alam lainnya bisa bebas dari sampah ya!

 

Dukung satwa-satwa dilindungi Indonesia dengan membagikan kisah ini di sosial mediamu atau ikut berdonasi untuk satwa-satwa di pusat rehabilitasi kami dengan mengklik link di sini.

Fathia Rosatika

Memperingati Hari Lingkungan Hidup dengan Edukasi Konservasi di Taman Baca Jalosi, Lampung

Selamat Hari Lingkungan Hidup sedunia, Sobat #KonservasYIARI!

Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup sedunia yang diperingati setiap tanggal 05 Juni, kami mengadakan kegiatan bertema konservasi pada 04 Juni 2023 lalu di Taman Baca Jalosi Sanak Negeri yang berlokasi di Kecamatan Air Naningan, Kabupaten Tanggamus, Lampung.

Kegiatan yang didampingi Kak Inggit, salah satu inisiator dari YIARI, ini berkolaborasi dengan volunteer dan komunitas pemuda “Bolang Lansia Explorer”. Sebanyak 33 anak-anak dari PAUD hingga SMP aktif mengikuti rangkaian kegiatan sampai akhir.

Anak-anak fokus mengikuti kegiatan membaca, mewarnai dan menggambar (Tim Edukasi | Yayasan IAR Indonesia)

Kegiatan yang dilakukan meliputi pembuatan persemaian mini di lingkungan taman baca dengan ukuran 2 m x 3 m, belajar membaca untuk anak-anak PAUD, membaca puisi, mewarnai, juga menggambar.

Tanaman yang ditanam pada persemaian adalah beragam jenis sayur mayur seperti bayam hijau, terong hijau bulat, timun lalap, rempai, sawi bunga, kangkung, dan cabai. Setelah persemaian dibuat, anak-anak diberi tanggung jawab untuk merawat tanaman tersebut. Jika anak-anak berhasil merawat tanaman tersebut sampai siap panen, hasil panennya pun dapat dimanfaatkan langsung oleh mereka!

Persiapan bahan dan persemaian lahan untuk pembuatan persemaian mini  (Tim Edukasi | Yayasan IAR Indonesia)

Dengan adanya kegiatan pembuatan persemaian mini tersebut, harapannya anak-anak peserta dapat memiliki rasa tanggung jawab untuk melakukan kegiatan pemeliharaan terhadap tanaman yang telah mereka tanam. Semoga rangkaian kegiatan ini juga dapat menanamkan rasa menjaga lingkungan dan mencintai makhluk hidup yang berada di lingkungan sekitar.

Selain manfaat yang didapat dari kegiatan untuk anak-anak peserta, kegiatan ini juga bermanfaat untuk pemuda-pemuda komunitas dan dapat menjadi inspiratif tindakan pergerakan mengajak anak muda untuk ikut serta dalam kegiatan konservasi.

Hasil kerja keras dan semangat adik-adik peserta yang dipandu kakak-kakak, akhirnya persemaian mini sudah jadi! (Tim Edukasi | Yayasan IAR Indonesia)

Semoga harapan-harapan yang ada terkait acara ini bisa terwujud ya, aamiin! Rencananya, akan dilakukan kegiatan kolaborasi lanjutan bersama beberapa pihak di Taman Baca Jalosi Sanak Negeri dalam agenda Anniversary Taman Baca di bulan ini juga, nantikan keseruannya ya! Nah kalau Sobat #KonservasYIARI pernah ikut kegiatan lingkungan gak? 

Dukung satwa-satwa dilindungi Indonesia dengan membagikan kisah ini di sosial mediamu atau ikut berdonasi untuk satwa-satwa di pusat rehabilitasi kami dengan mengklik link di sini.

Fathia Rosatika

Dinas Kehutanan Lampung Adakan Lomba Cepat Tepat “Literasi Konservasi” Tingkat SMA

Dinas Kehutanan Provinsi Lampung bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Tanggamus, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung, KPH Batutegi, KPH Pematang Neba, Forum Taman Bacaan Masyarakat Tanggamus, dan Yayasan IAR Indonesia (YIARI) menyelenggarakan Lomba Cepat Tepat (LCT) Konservasi dan Literasi tingkat SMA/SMK sederajat se-Kabupaten Tanggamus pada 26-27 Oktober 2022. Kegiatan yang didukung oleh Tanggamus Electric Power, PT. Tirta Investama Tanggamus, Institut Bakti Nusantara, dan Jawara Internet Sehat Lampung ini diikuti oleh 36 tim yang berasal dari 27 sekolah se-Tanggamus Raya. Kompetisi dilangsungkan di Kampus Sekolah Tinggi Ekonomi dan Bisnis Islam (STEBI) Tanggamus, Lampung.

LCT dengan tema “Literasi Konservasi” ini diadakan sebagai ajang pembelajaran kepada para siswa di tingkat SMA/SMK dan sederajat untuk lebih peduli terhadap lingkungan di sekitarnya. Sebelum lomba dilaksanakan, peserta dibekali dengan kisi-kisi soal berupa pengetahuan alam di wilayah Kabupaten Tanggamus, pengetahuan konservasi di Indonesia, juga pengetahuan biodiversitas burung liar di KPH Batutegi. Sebelumnya, sebagai bahan pengetahuan, masing-masing tim mendapatkan Buku Burung Liar di Kawasan KPH Batutegi yang diterbitkan oleh YIARI.

Empat tim SMA/SMK dari Kabupaten Tanggamus berkompetisi secara sportif di kegiatan Lomba Cepat Tepat “Literasi Konservasi” (Didin Setiawan | IAR Indonesia)

Kegiatan LCT ini juga dihadiri dan dibuka oleh Bupati Tanggamus, Dewi Handajani, S.E., M.M. Beliau mengucapkan terima kasih dan mengapresiasi adanya LCT “Literasi Konservasi” yang diselenggarakan oleh berbagai instansi dan komunitas di Kabupaten Tanggamus. “Harapannya, kegiatan LCT ini bisa memberikan pentingnya kesadaran untuk menyejahterakan masyarakat sekaligus menjaga alam,” ujarnya.

Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Lampung, Ir. Yanyan Ruchyansyah yang hadir dalam acara ini menyatakan bahwa paradigma konservasi saat ini tidak hanya berfokus pada perlindungan habitat, tetapi juga pemberdayaan masyakarat. “Dengan diadakannya kegiatan LCT “Literasi Konservasi” ini, diharapkan dapat mendorong budaya baca para siswa di Kabupaten Tanggamus. Selain itu, LCT ini juga dapat memperkenalkan para siswa dengan pengetahuan mengenai konservasi hutan,” ujar Ir. Yanyan Ruchyansyah menambahkan.

Bupati Kabupaten Tanggamus, Dewi Handajani, menerima Buku Burung Liar di Kawasan KPH Batutegi karya Robithotul Huda dari Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Lampung, Yanyan Ruchyansyah (Fattreza Ihsan | Yayasan IAR Indonesia)

Ketua Pelaksana LCT “Literasi Konservasi” sekaligus staf YIARI, Nur Istiqomatu Rosyidah, S.Si. menyatakan lomba cepat tepat ini tidak akan terlaksana tanpa adanya kolaborasi dan dukungan dari berbagai pihak. “Saya turut senang acara ini dapat berlangsung dengan lancar dan sukses. Yang terpenting kegiatan ini dapat menginisiasi upaya pendidikan konservasi lebih lanjut di wilayah Kabupaten Tanggamus dan sekitarnya,” ujarnya.

Pada hari pertama, tim yang terdiri masing-masing tiga orang mengikuti babak penyisihan bersama empat tim lainnya. Tim yang memiliki nilai tertinggi lolos untuk maju ke babak semifinal pada hari selanjutnya. Kemudian pada semifinal dipilih tiga tim terbaik untuk bertanding pada babak terakhir yaitu babak final. Juara 1 dari LCT ini adalah SMA Negeri 2 Kotaagung, disusul oleh SMA Negeri 1 Sumberrejo di posisi kedua, SMA Negeri 1 Semaka di posisi ketiga, dan SMA Negeri 1 Kotaagung yang mendapat peringkat harapan. Para juara diberi penghargaan secara langsung oleh Wakil Bupati Kabupaten Tanggamus, Hi. A.M. Syafi’i, S.Ag. Di samping hadiah berupa uang tunai, trofi, dan piagam penghargaan, para pemenang juga mendapatkan kesempatan untuk mengikuti field trip ke wilayah blok inti KPH Batutegi bersama tim Yayasan IAR Indonesia.

Para pemenang LCT mendapatkan piagam penghargaan dan piala dari Wakil Bupati Kabupaten Tanggamus, A.M. Syafi’i (Fattreza Ihsan | Yayasan IAR Indonesia)

Yuk, dukung satwa-satwa dilindungi Indonesia dengan membagikan kisah ini di sosial mediamu atau ikut berdonasi untuk satwa-satwa di pusat rehabilitasi kami dengan mengklik link di sini.