Silakan atur halaman utama di Settings → Reading → Your homepage displays
dan pilih A static page, lalu pilih halaman dengan template Home.
Suksesnya Panen Padi di Tiga Desa di Ketapang, Kalimantan Barat
Siapa yang menanam dia yang menuai, kata-kata ini pas banget nih buat para petani dampingan kami di tiga desa di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, yaitu Desa Pematang Gadung, Desa Kuala Tolak, dan Desa Tanjung Pura. Ketiga kelompok tani yang ada di tiga desa ini, merupakan kelompok tani yang anggota-anggotanya pernah bekerja sebagai penambang dan pembalak (logger). Dengan bertani, mereka telah meninggalkan pekerjaan lama mereka. Yuk kita ikuti keberhasilan panen mereka.
Di Desa Pematang Gadung, kelompok tani Sejahtera Kite dan ibu-ibu yang tergabung dalam komunitas The Power of Mama melakukan panen padi di dua lahan milik Pak Misrai dan Ibu Nuraida pada 26 Januari 2023 lalu. Keduanya adalah warga masyarakat di Desa Pematang Gadung. Di kedua lahan tersebut, kelompok tani ini menanam padi varietas Ampara dan Srikandi yang mereka tanam pada Oktober 2022.
Di lahan Pak Misrai yang seluas satu hektar, 24 warga masyarakat terlibat dalam kegiatan ini, termasuk para anggota kelompok tani Sejahtera Kite. Dari kegiatan panen tersebut, diperoleh padi sebanyak 825 kilogram. Sementara di lahan Bu Nuraida, 26 orang ibu-ibu yang tergabung dalam komunitas The Power of Mama menghasilkan 972 kilogram padi dari lahan seluas satu hektar. Jumlah ini meningkat pesat dibandingkan sebelumnya ketika kami belum memberikan pendampingan dan para petani masih menggunakan pupuk dan pestisida kimia. Di tahun sebelumnya, di lahan yang sama, mereka hanya menghasilkan padi sebanyak 216 kilogram di lahan Pak Misrai dan padi 600 kg di lahan Bu Nuraida.
Panen padi di Desa Pematang Gadung, Kalimantan Barat bisa dikatakan cukup sukses. Program kolaborasi YIARI dengan PT. Mohairson Pawan Khatulistiwa (MPK) ini berhasil meningkatkan produksi gabah kering padi dari lahan pertanian warga sebesar kurang lebih sepertiga dari panen sebelumnya. (Muffidz Ma’sum | Yayasan IAR Indonesia)
Mayoritas anggota kelompok tani Sejahtera Kite di Desa Pematang Gadung ini merupakan mantan pekerja Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) dan keluarganya. Pada tahun 2021 jumlah anggotanya baru tujuh orang dan setahun berselang, jumlah anggotanyanya berkembang pesat menjadi 22 orang.
Di Kuala Tolak, petani dampingan kami yang tergabung dalam kelompok tani Semangat Jaya Bersama juga melakukan panen padi pada 15 Februari 2023. Dalam panen yang melibatkan 13 orang anggota kelompok tani ini, mereka berhasil mendapatkan 563 kilogram padi dari lahan seluas 1.800 m2. Sebagian besar anggota kelompok tani ini dulunya adalah para pembalak liar. Para anggota kelompok tani ini menanam padi varietas Bramo dan Thailand pada bulan Oktober 2022.
Selain padi kami juga melakukan pendampingan kegiatan agroforestri kepada kelompok tani Hijrah Bersama di Desa Tanjung Pura, Kecamatan Muara Pawan, Kabupaten Ketapang. Kelompok Tani ini terdiri dari 19 orang yang sebelumnya berprofesi sebagai pembalak. Di dalam kegiatan ini kami mendampingi mereka melakukan penanaman petai, jengkol, durian, cabe, terong, dan bawang merah. Kami juga memberikan pelatihan pembuatan pupuk dan pestisida organik beserta penerapannya untuk tanaman agroforestri. Dari berbagai jenis tanaman yang sudah ditanam oleh anggota kelompok tani Hijrah Bersama, bawang merah menjadi tanaman pertama yang dipanen. Pada 10 Maret 2023 kemarin, anggota Hijrah Bersama melakukan panen bawang merah sebanyak 30 kilogram yang akan dimanfaatkan sendiri oleh anggota kelompok.
Cabe, salah satu bahan masakan favorit masyarakat Ketapang turut ditanam warga di sela-sela kesibukannya mengurus padi (Muffidz Ma’sum | Yayasan IAR Indonesia)
Sejak tahun lalu, kami melakukan pendampingan kepada para kelompok tani ini dengan memberikan pelatihan mengenai pembuatan pupuk dan pestisida organik serta penerapannya pada tanaman. Sebelumnya kelompok tani Semangat Jaya Bersama masih menggunakan pupuk kimia dan belum melakukan perawatan tanaman padi secara baik. Hasilnya panen padi bisa meningkat sebanyak 43 persen dibandingkan dengan hasil panen sebelumnya yang masih menggunakan pupuk kimia. Dulunya, mereka hanya mampu menghasilkan padi sebanyak 394 kilogram di lahan yang sama.
Dukung satwa-satwa dilindungi Indonesia dengan membagikan kisah ini di sosial mediamu atau ikut berdonasi untuk satwa-satwa di pusat rehabilitasi kami dengan mengklik link di sini.
Sekolah Lapang Peningkatan SDM Kelembagaan Kelompok Tani HKm dan Optimalisasi Lahan Garapan Petani Agroforestri Gapoktan di Batutegi
Program Hutan Kemasyarakatan (HKm) merupakan salah satu upaya untuk menyelamatkan hutan sekaligus memberikan manfaat pada masyarakat dengan syarat mengembangkan sistem agroforestri. Penerapan sistem agroforestri pada lahan HKm diharapkan menjadi solusi untuk kebutuhan lahan sebagai faktor produksi sekaligus untuk pemulihan hutan terutama sebagai penyangga kehidupan.
Masyarakat sebagai pelaku utama dalam skema HKm merasakan dampak yang besar, karena masyarakat memiliki akses untuk dapat memanfaatkan hasil hutan bukan kayu yang dapat membantu dalam meningkatkan kesejahteraannya. Pengelolaan HKm akan berjalan dengan baik melalui sebuah wadah yaitu berupa kelompok tani hutan. Partisipasi aktif petani dalam kegiatan kelembagaan memberikan dampak positif yaitu berupa peningkatan pendapatan dari usaha tani yang signifikan dengan tetap memperhatikan kelestarian lahan HKm itu sendiri.
Pembuatan pupuk organik padat dan cair adalah salah satu materi pembelajaran dalam sekolah lapang yang diterima oleh Gapoktan Sumber Makmur (Tim Comdev | IAR Indonesia)
Pada praktiknya, petani penggarap belum mampu menerapkan sesuai dengan aturan yang berlaku dalam skema HKm. Hal ini juga terjadi pada tiga Gapoktan yang saat ini didampingi oleh YIARI di dalam wilayah kelola KPHL Batutegi, yaitu di Gapoktan Sumber Makmur, Mandiri Lestari dan Wanatani Lestari. Maka dari itu perlu adanya upaya dalam hal peningkatan SDM kelompok tani, baik dari segi kelembagaan kelompoknya dan juga tentang budidaya tanaman di lahan HKm nya. Hal ini penting dilakukan karena dalam pengelolaan lahan HKm upaya pelibatan masyarakat harus dilakukan dengan memperkuat kelembagaan masyarakat. Selanjutanya peningkatan pengetahuan kelompok tani tentang budidaya tanaman di lahan HKm juga sangat penting dilakukan karena banyak petani yang mengalami kendala dalam hal budidaya, seperti kecilnya angka hasil produksi tanaman, cara pengendalian hama dan penyakit tanaman yang belum tepat dan juga tentang pemberian pupuk yang selama ini banyak dari petani menggunakan pupuk kimia sebagai bahan untuk meningkatkan hasil produksi tanaman tanpa memperhitungkan dampak negatif yang akan timbul dikemudian hari.
Menjawab masalah diatas, maka YIARI mencoba membuat kegiatan yang bertujuan untuk menjawab permasalahan yang selama ini dihadapi petani dengan partisipasi aktif masyarakat petani HKm dalam sebuah kegiatan “Pendampingan sekolah lapang peningkatan SDM kelembagaan kelompok dan optimalisasi lahan garapan petani agroforestri”. Sehingga petani bisa memperoleh peningkatan pendapatan dan keberadaan lahan HKm tetap terjaga kelestariannya. Dampak positif tersebut nantinya dapat dilihat dari kondisi tutupan lahan HKm dan juga peningkatan pendapatan yang diperoleh oleh petani HKm sebelum dan sesudah adanya pendampingan yang dilakukan.
Para petani Gapoktan Wanatani Lestari dan Mandiri Lestari mendapat pemaparan teknik pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) dari Bapak Eko Sukamto, penyuluh pertanian dari Kalimantan Barat (Tim Comdev | Yayasan IAR Indonesia)
Adapun tujuan pelaksanaan kegiatan Sekolah Lapang ini adalah : (1) Meningkatkan pemahaman petani tentang kelembagaan kelompok di lahan HKm; (2) Memperkuat pemahaman petani tentang penerapan system agroforestry; (3) Mengenalkan dan memberikan pemahaman mengenai budidaya tanaman dengan penerapan agroforestri, pentingnya pupuk organik dan pengendalian OPT di lahan HKm; (4) Melatih petani untuk bisa membuat pupuk organik secara mandiri dan mampu melakukan pengendalian OPT di lahan HKm.
Yuk, dukung satwa-satwa dilindungi Indonesia dengan membagikan kisah ini di sosial mediamu atau ikut berdonasi untuk satwa-satwa di pusat rehabilitasi kami dengan mengklik link di sini.