Tentang
Program
Cerita Publikasi Bergabung
Donasi

Yayasan IAR Indonesia

Silakan atur halaman utama di Settings → Reading → Your homepage displays dan pilih A static page, lalu pilih halaman dengan template Home.

Pengalaman Herma dan Isna Magang Multidivisi: Belajar SMART Patrol sampai Membuat Pestisida Nabati

HERMA YULIANTIKA

Proses melepaskan plastik sambungan stek pucuk bibit alpukat bersama kelompok tani beringin 4 (Dok. pribadi)

Halo, Sobat #KonservasYIARI saya Herma Yuliantika kerap disapa dengan panggilan herma. Saat ini saya sedang menempuh pendidikan di Institut Teknologi Sumatera, program studi S1 Rekayasa Kehutanan semester 6, Saya berasal dari Kotabumi Utara, Lampung Utara. Sebagai seorang mahasiswa Rekayasa Kehutanan, saya tertarik untuk mengikuti magang di Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) untuk mengeksplorasi kegiatan di YIARI, kemudian saya juga pernah mengikuti kegiatan di YIARI sebagai volunteer penelitian kupu-kupu pada Agustus 2022.

Saya memiliki minat untuk mengetahui lebih lanjut mengenai pengendalian hama & penyakit atau pemeliharaan tanaman, salah satunya yaitu pestisida nabati. Salah satu divisi di YIARI yaitu Community Developmet (Comdev) memiliki program pendampingan dan monitoring terhadap Gapoktan, salah satunya yaitu pembuatan pestisida nabati yang diaplikasikan di persemaian. Hal tersebut membuat saya semakin tertarik magang di YIARI.

Aktivitas saya selama magang lebih dominan mengikuti kegiatan COMDEV bersama bang Aji Mandala. Saya mengikuti kegiatan pendampingan dan monitoring peternakan dan persemaian di kelompok tani Sumber Makmur, di lokasi tersebut juga saya melakukan wawancara dengan mas wawan dan ibu sri mengenai pestisida nabati yang sudah mereka aplikasikan sebagai bahan pengetahuan saya dalam melakukan penelitian, hasil dari wawancara yang saya dapatkan bahwa kelompok tani yang dibina oleh YIARI cenderung memiliki kemajuan berpikir dalam pengelolaan pertanian yang ditandai dengan penggunaan pestisida nabati yang lebih dominan dibandingkan pestisida kimia.

Kemudian, saya juga mengikuti monitoring persemaian di kelompok tani beringin 4 dan balai rejo. Saat monitoring persemaian di beringin 4, saya bersama anggota kelompok tani mencoba membuat pestisida nabati sebagai bahan penelitian saya yang terbuat dari bahan brotowali dan sereh wangi yang diaplikan pada hama ulat dan penggerek buah kopi.

Hasil diskusi yang saya dapatkan dari kelompok tani beringin 4, penggerek buah kopi menjadi permasalahan yang cukup merugikan petani, oleh sebab itu saya memilih penggerek buah kopi sebagai bahan uji coba pestisida nabati. Hasil pengujian mortalitas yang dilakukan, pestisida nabati cenderung efektif pada hama ulat dan penggerek buah kopi di semua perlakuan hanya yang membedakan lamanya waktu kematian hama.

Herma bersama kelompok tani membuat pestisida nabati dari sereh wangi dan brotowali (Dok. pribadi)

Saya berkesempatan untuk belajar menggunakan aplikasi SMART oleh Mas Ari Sutopo, beliau mengajarkan penggunaan smart desktop dan mobile. Kemudian, saya juga berkesempatan mengikuti kegiatan edukasi oleh kak inggit dalam acara ulang tahun ke-8 Taman Baca Jalosi Sanak Negeri.

Saya juga belajar mengidentifikasi satwa dari hasil camera trap Batutegi yang didampingi oleh bang Aris, saat mengidentifikasi satwa tersebut saya cukup senang karena di hutan batutegi khususnya blok inti masih terdapat satwa yang sebelumnya belum pernah saya lihat secara langsung yaitu kuau, landak, kancil, musang leher kuning, linsang, babi, beruang, dan lain sebagainya.

Kegiatan akhir yang saya ikuti yaitu acara Hari Bebas Plastik Sedunia di gunung tanggamus bersama IAR-BOLANG LANSIA, dari acara tersebut saya jadi memiliki pengalaman mendaki di campground gunung tanggamus dan membuka pemikiran saya mengenai bahaya nya sampah plastik terhadap lingkungan.

Banyak pengalaman menarik selama magang di YIARI, baik di lapangan atau di kantor. Kegiatan COMDEV merupakan kegiatan yang paling berkesan untuk saya karena di COMDEV saya mendapatkan ilmu baru mengenai pengelolaan pertanian dan peternakan yang bijak, serta meningkatkan jiwa bersosialisasi bersama kelompok tani.  Hal menarik lainnya yaitu saya banyak bertemu orang-orang yang hebat di YIARI ataupun komunitas-komunitas lain yang menambah ilmu pengetahuan saya. 

ROISNA YURISBA

Proses pembuatan pestisida nabati dengan bahan disekitar lingkungan masyarakat (Dok. pribadi)

Hai teman-teman, nama saya Roisna Yurisba biasa dipanggil Isna. Saya adalah mahasiswa semester 6 Program Studi S1 Rekayasa Kehutanan dari Institut Teknologi Sumatera, saya berasal dari Tanggamus. Saya tertarik melakukan kegiatan magang di Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) dikarenakan Program Studi yang saya tempuh memiliki kegiatan yang sama dengan YIARI, sehingga saya dapat peluang untuk belajar, mengasah keterampilan, mengeksplorasi minat, berkontribusi dan dapat membuka pandangan tentang masa depan.

Saya mengenal YIARI saat Bapak Robithotul Huda, S.Si., M.Ling menghadiri acara Seminar Nasional Hasil Ekspedisi Observasi Lingkungan Kehutanan (ORANGUTAN) yang diadakan oleh Himpunan FORESTA serta rekomendasi teman yang pernah menjadi volunteer di naungan YIARI. 

Kegiatan yang telah saya lakukan selama sebulan magang di YIARI Indonesia antara lain mempelajari penggunaan dan mengolah data di SMART App yang berguna untuk mengumpulkan data yang terjadi di sekitar lingkungan didampingi oleh Bang Ari, berkesempatan dapat mengidentifikasi dan mengetahui persebaran satwa liar yang ada di kawasan Batutegi dari camera trap yang didampingi oleh Bang Aris dan melakukan kegiatan Community Development (Comdev) diantaranya menghadiri ulang tahun ke-8 Taman Baca Jalosi Sanak Negeri di Batutegi.

Di sana saya melihat bagaimana antusiasnya anak-anak dalam memeriahkan acara tersebut, saat itu saya bertanya kepada keluarga pemilik Taman Baca tersebut dan menyatakan bahwa anak-anak sangat senang membaca buku bahkan datang ke Taman Baca sebelum waktu yang ditentukan, mengikuti pemantauan dan evaluasi terhadap Gapoktan di Sumber Makmur, Beringin 4, dan Balai Rejo dimana saya mengetahui bagaimana cara melakukan persemaian yang baik terhadap jenis tanaman yang berbeda, pembuatan JAKABA (Jamur Keberuntungan Abadi).

Kemudian saya berkesempatan diajak oleh Kak Inggit untuk mengikuti edukasi Peringatan Hari Tanpa Kantong Plastik Sedunia yang diadakan di Gunung Tanggamus. Penelitian yang saya lakukan di YIARI adalah uji efektivitas insektisida nabati menggunakan bahan buah maja dengan campuran kunyit yang dilakukan di desa Beringin 4 bersama Gapoktan yang dibantu oleh Bang Aji. 

Pembuatan Pestisida Nabati Buah Maja dan Kunyit yang Dibantu Oleh Petani Gapoktan Beringin 4 (Dok. pribadi)

Menurut hasil wawancara bersama Gapoktan desa Beringin 4 menyatakan bahwa hama penggerek buah dapat menyebabkan kerusakan sebesar 20 % yang mengakibatkan buah kopi mengalami pembusukan. Sehingga dengan dibantu dalam pencarian buah maja dan kunyit di lahan petani diharapkan hasil Insektisida Nabati yang telah saya buat dapat mematikan hama tersebut dan menjadi solusi bagi petani kopi. Menurut saya hasil desa yang di bina oleh YIARI sangat berdampak positif bagi pola pikir warga yang dulunya bekerja sebagai pemburu sekarang fokus terhadap persemaian dan warga setempat sangat aktif mengikuti kegiatan dari YIARI seperti berkontribusi mengikuti sekolah lapang.

Selain ramah lingkungan, alasan warga memilih menggunakan pestisida nabati dibandingkan pestisida kimia adalah rendah residu terpaparnya pada hewan, penggunaan lebih aman, bermanfaat bagi kesehatan manusia, dan memanfaatkan keanekaragaman hayati setempat untuk dijadikan sebagai pestisida nabati sehingga saya mendapatkan pengalaman selama magang di YIARI seperti saya memperoleh banyak pengalaman baru, meningkatkan semangat yang tinggi terhadap pengetahuan baru, saya senang bertemu dengan warga yang dapat bertukar informasi terkait pertanian dan bagaimana mengelola tanaman yang baik serta para staf YIARI yang mau membagikan pengetahuannya kepada saya. 

30 Hari Menjadi bagian dari YIARI bersama Mahasiswi Kedokteran Hewan Unpad

Halo, Sobat #KonservasYIARI

Libur telah tiba bagi kami para mahasiswa semester 2 dan 4. Seneng banget, dong tentunya pulang ke rumah dan bertemu keluarga dan teman. Sebulan di rumah masih oke, tiga bulan di rumah? Tentu aja bosan lah! Ini pengalaman kami mengisi liburan produktif selama 30 hari di Yayasan IAR Indonesia.

Fadhilah Nashrillah

Kegiatan magang Dila di YIARI (dok. pribadi)

Halo, Sobat #KonservasYIARI! Perkenalkan aku Fadhilah Nashrillah, panggil aja Dila. Aku adalah mahasiswa kedokteran hewan semester dua dari Universitas Padjajaran, aku  mengikuti kegiatan magang ini melalui organisasi Asosiasi Minat Bidang Veteriner (Ambivet) dari unit kegiatan mahasiswa jurusan kampusku.

Menurutku magang adalah salah satu aktivitas produktif yang bisa dilakukan selama masa liburan perkuliahan yang cukup panjang. YIARI menjadi salah satu pilihan buatku nih untuk magang, alasan pertama adalah karena yayasan ini berfokus kepada rehabilitasi satwa dan salah satu pusat rehabilitasi kukang terbesar, kebetulan banget aku sangat tertarik untuk mempelajari apa itu rehabilitasi pada satwa liar terutama kukang. Selain itu sebagai mahasiswa kedokteran hewan aku juga tertarik dong untuk mempelajari bagaimana cara pemeriksaan serta pengobatan yang dilakukan kepada satwa liar di tempat rehabilitasi ini.

Kegiatan yang aku lakukan disini sangat beragam. Aku berkesempatan untuk merasakan pengalaman menjadi seorang keeper satwa monyet (Macaca fascicularis), beruk (Macaca nemestrina), kukang jawa (Nycticebus javanicus) dan kukang sumatera (Nycticebus coucang) selama 3 minggu. Sebagai seorang keeper aku belajar untuk berinteraksi dengan satwa di tempat rehabilitasi dengan baik dan benar,Ternyata keeper juga ga boleh terlalu dekat dengan satwanya, loh!. Aku juga belajar untuk membuat berbagai macam enrichment lingkungan dan perilaku yang menarik, enrichment ini gunanya untuk menjaga perilaku normal dari satwa. Tidak hanya membuat enrichment, memberi makan, dan membersihkan kandang sebagai keeper aku belajar untuk bisa mengobservasi perilaku satwa-satwa tersebut, dari hasil observasilah ditentukan apakah satwa rehabilitasi layak untuk dilepasliarkan atau tidak.

Terkadang disela-sela kegiatan aku dipanggil ke klinik untuk mengamati pemeriksaan harian dan melakukan pengobatan pada kukang maupun macaca. Pengalaman di klinik yang cukup seru adalah aku melakukan pengamatan operasi vasectomy sebanyak dua kali pada monyet ekor panjang dan aku juga membantu pemeriksaan ulas darah kukang dan macaca.

Selain di kandang aku juga belajar kampanye sosial media di bagian campaign selama 10 hari terakhir. Berbeda dengan di kandang, di campaign aku mempelajari banyak hal tentang owa dan kukang, di sini aku ngebuat artikel dan trivia. Aku yang tidak pernah membuat artikel dan trivia mencoba pengalaman pertama di kantor YIARI, desain dan artikel aku pun di post di website resmi  gibbonesia.id dan juga instagram @gibbonesia dan @kukangku. Jujur, aku seneng banget!

Walaupun lika-liku perizinannya tidak mudah, banyaknya tes-tes kesehatan yang harus dilakukan agar bisa turun tangan langsung dengan satwa, surat perizinan yang lama turun dari kampus, tapi it’s really worth it! Dengan menjadi keeper aku merasakan ikatan terhadap satwa yang  kurawat. Aku juga memperoleh banyak pengetahuan mulai dari ilmu tentang konservasi alam hingga ilmu saat sedang di klinik.

Pengalaman magang ini membuka pikiran aku terhadap konservasi, dulu dipikiranku konservasi ya hanya melindungi satwa aja. Ternyata banyak aspek lingkungan dan manusia juga yang diperhatikan di tempat konservasi. Nah, sobat #KonservasYIARI pokoknya kalian harus coba deh magang di sini, dijamin ga bakal nyesel!

Atria Destriana Fath

Kegiatan magang Atria di YIARI (Dok. pribadi)

Halo, Sobat #KonservasYIARI !

Kenalin, nama aku Atria Destriana Fath, biasa dipanggil Atria atau Tria. Tapi, kalau ada yang mau manggil sayang juga boleh, kok! Aku mahasiswa semester empat kedokteran hewan dari Universitas Padjadjaran. Aku ikut magang ini melalui unit kegiatan mahasiswa program studi yaitu Asosiasi Minat Bidang Veteriner (Ambivet).

Menurut aku, magang di YIARI seru dan bikin produktif banget! Soalnya selama empat minggu magang, aku dapet banyak banget ilmu, keterampilan, dan pengalaman yang bermanfaat. Awalnya aku pilih YIARI karena YIARI salah satu pusat rehabilitasi satwa yang berfokus di rehabilitasi dan pelepasliaran satwa. Mangkanya aku tertarik banget magang di sini! Selain itu, karena aku pengen banget nambah pengetahuan dan pengalaman aku tentang satwa liar. Oh iya, karena basic aku di kedokteran hewan, aku juga pengen banget belajar gimana cara handling dan perawatan satwa liar.

Kayak yang udah aku sebutin sebelumnya, kalau magang di sini tuh seru dan produktif banget. Lho, kenapa? Soalnya aku bisa ngerasain jadi perawat satwa, khususnya satwa beruk (Macaca nemestrina), monyet ekor panjang (Macaca fascicularis), kukang jawa (Nycticebus javanicus), kukang sumatera (Nycticebus coucang), dan kukang kalimantan (Nycticebus borneanus). Selain itu, karena waktu yang aku punya cukup banyak jadinya aku dapet kesempatan buat magang di bagian campaign, lho! Buat cerita lengkapnya aku ceritain di bawah, ya!

Jadi di 10 hari pertama, aku dapet kesempatan jadi perawat satwa di kukang. Seru banget! Aku jadi tau kebiasaan kukang, pakan kukang, dan perilaku normal serta abnormal dari kukang. Aku ngerasain gimana nyiapin pakan kukang, ngasih pakan kukang, bikin enrichment, dan merawat kukang. Terus, aku juga coba observasi kukang jadi aku tau gimana perilaku normal dan abnormal dari kukang. Ternyata bikin enrichment dan observasi kukang seru dan semenarik itu!

Selanjutnya, di 10 hari kedua, aku dapet kesempatan jadi perawat satwa di macaca. Jujur, ternyata seru pisan! Aku jadi tau kebiasaan, pakan, perilaku normal dan abnormal macaca, sama dikasih sneak peek cara vasectomy monyet ekor panjang, xixi. Oh iya, pembuatan enrichment-nya juga seru dan menarik-menarik banget, lho!

Di 10 hari terakhir, aku magang di campaign. Gak kalah seru sama magang di kandang! Magang di campaign ini nambah pengetahuan aku tentang satwa liar, khususnya owa dan kukang. Selain itu, aku juga belajar tentang nulis artikel, bikin video tentang larangan pelihara satwa liar, dan desain buat instastory di akun Instagram @kukangku dan @gibbonesia.

Seru banget, deh! Pokoknya magang di YIARI beneran nambah ilmu, pengalaman, pengetahuan, dan relasi. Pokoknya seru banget dan gak bosenin, hihi! Ditambah, YIARI gak hanya mementingkan kesejahteraan hewan, tapi mementingkan kesejahteraan manusia dan lingkungan. Udahan dulu kali ya cerita-cerita ini. Sampai jumpa lagi Sobat #KonservasYIARI !

Dukung satwa-satwa dilindungi Indonesia dengan membagikan kisah ini di sosial mediamu atau ikut berdonasi untuk satwa-satwa di pusat rehabilitasi kami dengan mengklik link di sini.