Tentang
Program
Cerita Publikasi Bergabung
Donasi

Yayasan IAR Indonesia

Silakan atur halaman utama di Settings → Reading → Your homepage displays dan pilih A static page, lalu pilih halaman dengan template Home.

Apa itu Keanekaragaman Hayati? Pengertian, Tingkatan, Klasifikasi, dan Upaya Pelestarian

Bayangkan dunia tanpa warna-warni kehidupan—tanpa hutan yang rimbun, lautan yang kaya, atau padang rumput yang luas.

Keanekaragaman hayati adalah kanvas yang melukis pemandangan indah ini, menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara dengan kekayaan alam terbesar di dunia. Dari rinai hujan tropis yang menyegarkan sampai gemuruh ombak yang memecah keheningan pantai, setiap unsur alam ini berperan vital dalam kehidupan kita.

Namun, apa sebenarnya keanekaragaman hayati itu, dan mengapa kita perlu memeliharanya dengan serius? Artikel ini akan mengajak kamu menjelajahi keajaiban alam Indonesia, mengungkap pentingnya keanekaragaman hayati, dan mengeksplorasi usaha-usaha yang kita bisa lakukan, memastikan keindahan ini terjaga untuk generasi yang akan datang!

Pengertian Keanekaragaman Hayati

Indonesia, yang terletak di garis ekuator, memiliki kekayaan alam yang luar biasa berkat keanekaragaman hayati yang tinggi.

Keanekaragaman hayati adalah variasi semua bentuk kehidupan di bumi, mulai dari tingkat genetik, spesies, sampai ekosistem. Variasi yang dimaksud mencakup berbagai macam flora dan fauna yang hidup di darat dan di laut, termasuk mikroorganisme serta proses ekologis yang mendukung keberlangsungan hidup makhluk hidup.

Keanekaragaman hayati menjadi penting karena setiap spesies, baik besar atau kecil, memiliki peran yang tidak tergantikan dalam menjaga keseimbangan dan kesehatan ekosistem.

Di Indonesia, keanekaragaman hayati sangat kaya dan mencakup banyak spesies endemik yang tidak ditemukan di tempat lain di dunia. Dari hutan hujan tropis yang lebat di Kalimantan dan Sumatra hingga terumbu karang yang berwarna-warni di Raja Ampat, keanekaragaman hayati membantu menjaga kualitas udara dan air, menyediakan sumber daya untuk obat-obatan, makanan, dan bahan industri, serta menjadi pondasi bagi kehidupan manusia dan satwa.

Tingkat Keanekaragaman Hayati

Keanekaragaman hayati di Indonesia dapat dibagi menjadi tiga tingkat utama, yang semuanya saling terkait dan mendukung kelangsungan ekosistem secara keseluruhan:

1. Keanekaragaman genetik

Keanekaragaman genetik adalah variasi genetik yang terdapat dalam satu spesies.

Misalnya, harimau sumatera dan harimau jawa adalah subspesies harimau yang genetiknya berbeda, meskipun mereka termasuk dalam spesies sama. Variasi genetik ini penting karena memberikan populasi kemampuan untuk beradaptasi terhadap perubahan lingkungan dan melawan penyakit.

2. Keanekaragaman spesies

Keanekaragaman spesies mengacu pada berbagai jenis makhluk hidup yang ada di suatu tempat.

Indonesia dikenal dengan jumlah spesies yang tinggi, termasuk lebih dari 300.000 spesies flora dan fauna. Setiap spesies, dari yang paling umum sampai yang sangat langka, berkontribusi pada struktur dan fungsi ekosistem mereka.

3. Keanekaragaman ekosistem

Keanekaragaman ekosistem merujuk pada berbagai habitat yang ada di suatu daerah, seperti hutan, padang rumput, danau, rawa, dan sistem terumbu karang. Indonesia, dengan lebih dari 17.000 pulau, memiliki rentang ekosistem yang luas yang menunjang kehidupan beragam spesies serta proses ekologis.

Pulau Piaynemo, Raja Ampat (Rizalubun)

Manfaat Keanekaragaman Hayati

Keanekaragaman hayati memberikan banyak manfaat yang esensial bagi kehidupan manusia serta menjaga keseimbangan alam. Berikut beberapa manfaat penting dari keanekaragaman hayati:

  • Penyediaan sumber daya: flora dan fauna menyediakan berbagai sumber daya seperti makanan, bahan baku untuk pakaian, energi, dan bahan bangunan. Contohnya, hutan Indonesia yang kaya akan berbagai jenis kayu dan tanaman obat yang digunakan secara lokal maupun global.
  • Pengembangan medis dan farmasi: banyak obat-obatan modern dikembangkan dari sumber-sumber alami. Misalnya, tanaman seperti mahkota dewa dan temulawak yang sudah lama digunakan dalam pengobatan tradisional Indonesia, kini diakui khasiatnya dalam dunia medis.
  • Penyaringan dan penyimpanan karbon: hutan dan ekosistem laut seperti mangrove dan terumbu karang berperan penting dalam menyaring polutan dan menyimpan karbon, yang sangat penting dalam mitigasi perubahan iklim.
  • Keamanan pangan dan nutrisi: diversitas tanaman dan hewan membantu memastikan keamanan pangan dengan menyediakan berbagai pilihan makanan yang kaya nutrisi, yang mendukung kesehatan dan kesejahteraan manusia.
  • Penunjang budaya dan spiritual: keanekaragaman hayati sering kali memiliki nilai spiritual dan budaya bagi banyak komunitas. Banyak upacara dan tradisi di Indonesia yang berkaitan dengan elemen-elemen alam tertentu, menunjukkan hubungan mendalam antara manusia dan alam.
  • Keseimbangan ekosistem: setiap spesies memainkan peran tertentu dalam ekosistem, dari pemangsa puncak hingga pengurai. Keseimbangan ini penting untuk menjaga kesehatan dan stabilitas ekosistem.
  • Wisata dan rekreasi: keanekaragaman hayati menciptakan peluang besar untuk pariwisata, yang tidak hanya bermanfaat secara ekonomi tapi juga meningkatkan apresiasi terhadap alam dan upaya pelestariannya.

Klasifikasi Keanekaragaman Hayati

Klasifikasi keanekaragaman hayati adalah proses mengelompokkan dan mengidentifikasi organisme berdasarkan karakteristik tertentu. Pendekatan ini membantu para ilmuwan dan peneliti memahami hubungan antarspesies dan mengelola konservasi dengan lebih efektif.

Ada tiga sistem utama yang digunakan dalam klasifikasi keanekaragaman hayati:

1. Sistem alami

Sistem alami mengelompokkan spesies berdasarkan kesamaan fitur alami dan ciri biologis. Pendekatan ini lebih memperhatikan hubungan kekerabatan evolusioner antarspesies.

Contohnya, tumbuhan berbunga dikelompokkan bersama karena memiliki ciri reproduksi yang serupa, mencerminkan asal-usul evolusi mereka yang sama.

2. Sistem buatan

Sistem buatan berbasis pada satu atau beberapa karakteristik yang dipilih, yang tidak selalu mencerminkan hubungan evolusi antarspesies. Sistem buatan sering dipakai untuk tujuan identifikasi praktis atau administratif.

Misalnya, dalam pertanian, tanaman dapat diklasifikasikan berdasarkan musim tanam atau tipe akarnya untuk memudahkan manajemen pertanian.

3. Sistem filogenetik

Sistem filogenetik mengelompokkan organisme berdasarkan hubungan evolusi mereka, menggunakan informasi genetik untuk menentukan bagaimana spesies-spesies tersebut berkerabat.

Ini adalah pendekatan yang lebih modern dan akurat dalam biologi sistematis. Pohon filogenetik, yang menunjukkan hubungan antarspesies berdasarkan DNA, adalah contoh klasifikasi filogenetik.

Upaya pelestarian Keanekaragaman Hayati (metode insitu & eksitu)

Pelestarian keanekaragaman hayati merupakan langkah penting untuk memastikan keberlanjutan lingkungan alam dan keseimbangan ekosistem.

Ada dua metode utama yang digunakan dalam konservasi keanekaragaman hayati, yaitu konservasi in-situ dan ex-situ:

a. Konservasi in-situ

Panorama Cagar Alam Telaga Dringo yang terletak di Desa Pekasiran, Kecamatan Batur, Kabupaten Banajarnegara, Jawa Tengah (Bagaskara Lazuardi)

In-situ merupakan upaya pelestarian yang dilakukan di habitat alami spesies. Metode ini bertujuan melindungi kehidupan liar dalam ekosistem aslinya, memastikan interaksi alami dan proses ekologis tetap berlangsung tanpa gangguan dari luar.

Area konservasi seperti taman nasional, cagar alam, dan kawasan pelestarian alam menjadi contoh implementasi dari konservasi in situ. Ini juga termasuk upaya perlindungan hutan, pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan, dan restorasi habitat yang rusak.

b. Konservasi ex-situ

Rehabilitasi kukang sebagai salah satu upaya konservasi ex-situ (Reza Septian | YIARI)

Metode ex-situ melibatkan pelestarian spesies di luar habitat alaminya, biasanya digunakan ketika konservasi in-situ tidak memungkinkan atau sebagai langkah tambahan untuk mengamankan populasi spesies yang sangat terancam punah.

Konservasi ex-situ bisa berupa penangkaran spesies di kebun binatang, taman botani, atau fasilitas khusus lainnya. Upaya ini juga meliputi pembuatan bank gen, yang menyimpan benih, sperma, atau bahkan materi genetik lain untuk digunakan dalam program pemulihan spesies di masa mendatang.

Keanekaragaman hayati Indonesia merupakan harta karun alam yang tak ternilai, berperan penting tidak hanya bagi ekosistem dan keberlanjutan lingkungan, tetapi juga kesejahteraan dan kemajuan masyarakat kita.

Dengan meningkatkan kesadaran, mendukung kebijakan pelestarian, dan berpartisipasi dalam aksi-aksi lokal, kita semua bisa berkontribusi terhadap usaha pelestarian keanekaragaman hayati. Yuk, kita bersama-sama memastikan kekayaan alam Indonesia akan terus memberi manfaat bagi generasi mendatang!

Referensi:

Feature image: Muffidz Ma’sum | YIARI

https://www.amnh.org/research/center-for-biodiversity-conservation/what-is-biodiversity

https://byjus.com/biology/biodiversity

https://www.theguardian.com/news/2018/mar/12/what-is-biodiversity-and-why-does-it-matter-to-us

https://thinklandscape.globallandscapesforum.org/44538/what-is-biodiversity/

https://naturalhistory.si.edu/education/teaching-resources/life-science/what-biodiversity

https://australian.museum/learn/science/biodiversity/what-is-biodiversity

Kenali 5 Manfaat Hutan Bagi Kehidupan

Halo Sobat #KonservasYIARI!

Hutan merupakan anugerah yang diberikan Tuhan untuk kelangsungan kehidupan di bumi. Tanpa hutan bisa saja bumi kehilangan sumber mata air dan mengalami kekeringan. Hutan merupakan karya seni alam yang sangat indah. Jika tidak ada hutan di bumi ini, maka manusia tidak akan menemukan tempat untuk menenangkan diri dan menikmati keindahan alam. Bahkan jika hutan lenyap, kehidupan di bumi akan mengalami kepunahan.

Selain itu hutan memiliki segudang manfaat lainnya untuk kehidupan, yuk kita simak!

1. Hutan Merupakan Paru-Paru Dunia

Hutan berperan sebagai penghasil oksigen terbesar di dunia. Di dalam hutan terdapat banyak tumbuhan hijau yang menyerap dan mengubah karbondioksida menjadi oksigen. Sementara itu oksigen adalah kebutuhan pokok dalam kehidupan seluruh makhluk hidup, baik itu manusia maupun hewan.

Hutan Hujan Tropis sebagai Penyangga Paru-Paru Dunia (Yuda Pambudi, CC BY-SA 4.0)

2. Sumber Keanekaragaman Hayati

Keanekaragaman hayati hutan meliputi semua bentuk kehidupan yang ditemukan di kawasan hutan dan peran ekologis. Tidak hanya pohon, tetapi banyak tanaman, hewan, dan mikroorganisme yang menghuni kawasan hutan, serta keanekaragaman genetik yang terkait

Orang Utan Sumatera Taman Nasional Gunung Leuser (Andreiromario, CC BY-SA 4.0)

Berbagai macam tumbuhan dan satwa liar berkembang biak di dalam hutan, menjadi sumber keanekaragaman hayati yang bermanfaat bagi manusia. Entah dimanfaatkan sebagai sumber makanan atau sumber obat-obatan. Selain itu, hutan mengandung 60.000 spesies pohon yang berbeda dan hidup di dalamnya 80% dari spesies amfibi, 75% dari spesies burung, dan 68% dari spesies mamalia di bumi.

3. Rumah bagi Masyarakat Adat

Masyarakat adat dapat dikatakan sebagai garda terdepan dalam menjaga hutan. Mereka hidup dan bergantung pada keberadaan hutan. Bagi mereka menjaga hutan itu sakral dan tertuang dalam bentuk cerita dan adat istiadat yang diturunkan turun-temurun. Seperti adanya hutan larangan atau hutan adat yang berguna untuk menjaga keanekaragaman hayati asli hutan.

(foto)

Masyarakat Sungai Utik, Kalimantan dan Hutan Adat Mereka (Hendrojkson, CC BY-SA 4.0)

Masyarakat adat menjadikan hutan sebagai kulkas, mengambil seperlunya yang dibutuhkan tanpa harus serakah dan rakus. Wilayah hutan yang dikelola oleh masyarakat adat (sekitar 28% dari luas daratan dunia) mencakup beberapa hutan yang paling utuh secara ekologis dan banyak hotspot keanekaragaman hayati.

4. Sumber air mineral

Hutan memiliki manfaat sebagai pengendali daur air. Tidak hanya sekedar menyediakan air bersih, akan tetapi juga berperan dalam pengendalian erosi dan banjir. Daun dan ranting pohon berperan sebagai penghalau dalam proses intersepsi air hujan yang turun ke bumi sehingga dapat mencegah air langsung turun ke tanah.

Kanal Hutan Kalimantan Barat (CC BY-SA 4.0)

Serasah yang dihasilkan dari daun-daun tumbuhan yang jatuh ke tanah berfungsi untuk mengurangi air limpasan di permukaan yang berpotensi menimbulkan banjir. Air limpasan yang semakin besar maka akan membuat air yang terserap atau disimpan di dalam tanah menjadi semakin sedikit.

5. Menjaga Kesuburan Tanah

Daun-Daun Berguguran (Juan de Vojnikov , CC BY-SA 3.0)

Manfaat hutan bukan hanya memasok oksigen, akan tetapi seluruh tumbuh-tumbuhan yang ada di dalamnya juga turut berperan dalam menyuburkan tanah. Lewat daun-daun yang berguguran kemudian membusuk dan terurai di atas permukaan, hutan sudah menunjukkan eksistensinya dalam menjaga dan mempertahankan kesuburan tanah. Jika tanah subur, maka kita dapat mengolahnya menjadi lahan penanaman pohon kembali.

Banyak sekali ya Sobat manfaat dari hutan bagi kehidupan khususnya kehidupan umat manusia. Oleh sebab itu, sudah menjadi kewajiban kita harus turut serta dalam upaya menjaga pelestarian hutan. Apalagi negara kita Indonesia menduduki peringkat ketiga pemilik hutan tropis terbesar di dunia, bersama Brazil dan Republik Kongo. Sebuah anugerah yang sangat luar biasa ya!

Dukung satwa-satwa dilindungi Indonesia dengan membagikan kisah ini di sosial mediamu atau ikut berdonasi untuk satwa-satwa di pusat rehabilitasi kami dengan mengklik link di sini.

Referensi :

https://dlh.semarangkota.go.id/manfaat-hutan-bagi-keberlangsungan-hidup-manusia-dan-lingkungan/#:~:text=Fungsi%20dari%20hutan%20bukan%20hanya,turut%20berperan%20dalam%20menyuburkan%20tanah
https://lindungihutan.com/blog/pengertian-hutan-menurut-ahli/#rb-fungsi-hutan
https://agribisnis.uma.ac.id/2021/01/29/keanekaragaman-hayati-hutan/
https://riaupos.jawapos.com/seni-budaya/14/06/2020/233227/hutan-larangan.html
https://www.profauna.net/id/content/inilah-hubungan-mesra-antara-hutan-dan-ketersediaan-air#.ZCu1cnZBy5c

 

Elif Ivana Hendastari