Tentang
Program
Cerita Publikasi Bergabung
Donasi

Yayasan IAR Indonesia

Silakan atur halaman utama di Settings → Reading → Your homepage displays dan pilih A static page, lalu pilih halaman dengan template Home.

Apa itu Hutan Sabana? Pengertian, Ciri-ciri, Jenis, dan Manfaatnya

Saat berjalan-jalan di wilayah perbukitan, pernahkah kamu menemukan area padang rumput luas?

Ketika diamati lebih dekat, padang rumput tersebut dipenuhi oleh rumput dan ilalang yang beragam. Kemudian, di antara hamparan rumput dan ilalang, kamu melihat beberapa pepohonan yang posisinya saling berjauhan.

Sekilas, kamu mungkin akan langsung teringat latar tempat film animasi “The Lion King” yang mengisahkan dua singa ikonik bernama Mufasa dan Simba. Film tersebut banyak mengekspos kemegahan padang rumput yang terinspirasi dari hutan sabana di Tanzania, Afrika.

Yup! Area padang rumput yang kamu lihat adalah jenis hutan sabana atau savanna. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), sabana didefinisikan sebagai padang rumput yang ada pepohonannya. Hutan jenis ini didominasi oleh rumput dan ilalang yang beraneka ragam.

Untuk lebih jelasnya, yuk, simak pengertian, ciri-ciri, jenis, karakteristik, dan manfaat hutan sabana di bawah ini!

Pengertian Sabana

Ilustrasi hutan sabana (pixabay.com/ronbd)

Sabana atau savanna adalah jenis hutan yang dipenuhi semak-semak atau rerumputan dan diselingi oleh pepohonan. Istilah “sabana” sendiri berasal dari kata “zavanna” pada abad ke-16 yang berarti “dataran tanpa pepohonan”. Itulah sebabnya sabana diartikan sebagai padang rumput luas yang didominasi oleh rerumputan, ilalang, atau semak-semak.

Mengutip dari Let’s Talk Science, sebagian besar tanaman yang berada di sabana adalah rerumputan tinggi dan pendek. Sementara, pepohonan sangat minim jumlahnya dengan jarak yang saling berjauhan.

Jumlah pohon di sabana bergantung pada lokasi dan air yang tersedia. Persentase pohon di sabana berkisar antara minimal 5–10 persen dan maksimal 25–80 persen dari total luas area hutan. Faktor yang paling memengaruhi jumlah pohon di sabana yaitu curah hujan dari tahun ke tahun.

Sabana banyak ditemukan di daerah beriklim tropis dan sub tropis, seperti Asia, Afrika, Australia, dan Amerika Selatan. Faktor yang mendukung terbentuknya hutan sabana yaitu suhu dan curah hujan. 

Umumnya, suhu rata-rata di hutan sabana yaitu berkisar antara 20–30 derajat Celsius dan curah hujan tahunannya berada di angka sekitar 100–150 milimeter per tahun.

Curah hujan yang sedikit mengakibatkan tumbuhan kesulitan untuk menyerap air dan bertahan hidup. Kondisi tersebut lah yang membuat sabana didominasi oleh rerumputan. Pasalnya, dilansir Lawn and Weed Expert, rumput adalah salah satu tanaman yang mampu bertahan hidup beberapa minggu tanpa air. Saat kekurangan air, rumput akan mengalami dormansi, yaitu warnanya berubah menjadi coklat, tidak aktif, namun masih hidup.

Ciri-Ciri dan Karakteristik Sabana

Ilustrasi hutan sabana (pixabay.com/Lafesta)

Sabana merupakan zona peralihan antara padang rumput dan hutan. Ciri khas dari sabana yaitu iklim yang hangat dan kering secara musiman. Setidaknya, hutan jenis ini memiliki musim panas basah selama 6–8 bulan dan musim dingin kemarau selama 4–6 bulan.

Adapun ciri-ciri dan karakteristik hutan sabana secara lebih rinci adalah sebagai berikut:

Suhu

Suhu di hutan sabana cenderung hangat, yaitu berkisar antara 20–30 derajat Celsius sepanjang tahun. Saat musim dingin, suhu di sabana berada di angka 20–25 derajat Celsius. Sementara, ketika musim panas, suhunya berkisar antara 25–30 derajat Celsius.

Curah hujan

Hutan sabana memiliki curah hujan yang ringan hingga sedang. Mengutip dari lindungihutan, curah hujan di sabana berkisar antara 100–150 milimeter per tahun. Adapun dilansir Earth Reminder, hutan sabana menerima curah hujan antara 254–762 milimeter per tahunnya.

Musim

Hutan sabana memiliki musim panas yang basah dan musim dingin yang kering. Musim panas basah biasanya berlangsung selama 6–8 bulan, sementara musim dingin kering berlangsung selama 4–6 bulan.

Vegetasi

Di sabana, tidak banyak pepohonan yang tumbuh layaknya hutan pada umumnya. Pepohonan yang tersebar di sabana tidak cukup lebat untuk membentuk kanopi tertutup. Sebab, posisi pohon-pohon di sabana saling berjauhan atau berpencar-pencar. Ciri khas dari sabana yaitu rerumputan atau semak-semak yang tinggi dan berkesinambungan. Mengutip dari PlantIn, berikut beberapa tanaman yang hidup di sabana:

  • Rumput bermuda
  • Rumput gajah
  • Rumput oat merah
  • Semak sabit
  • Semak buffalo thorn
  • Semak kismis
  • Pohon akasia
  • Pohon kaki gajah
  • Pohon jackalberry
  • Bunga aster putih
  • Bunga aster kuning
  • Bunga lobelia

Tanah

Umumnya, hutan sabana dilapisi oleh tanah yang berwarna kecoklatan. Komposisi tanah di sabana didominasi oleh tanah liat.

Lokasi

Hutan sabana dapat ditemukan di sebagian besar benua yang memilki iklim tropis dan sub tropis, seperti Asia, Afrika, Australia, dan Amerika Selatan. Di Indonesia, kamu bisa menemukan hutan sabana di daerah-daerah berikut:

  • Sabana Gunung Bromo, Jawa Timur
  • Sabana Baluran, Jawa Tengah
  • Sabana Gunung Merbabu, Taman Nasional Gunung Merbabu, Jawa Tengah
  • Sabana Cidaon, Taman Nasional Ujung Kulon, Banten
  • Sabana Sembalun, Gunung Rinjani, Nusa Tenggara Barat
  • Sabana Tanjung Ringgit, Lombok, Nusa Tenggara Barat
  • Sabana Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur
  • Sabana Kepulauan Komodo, Nusa Tenggara Timur

Jenis Hutan Sabana

Ilustrasi hutan sabana (pixabay.com/dimaswijaya550)

Hutan sabana dapat dikelompokkan menjadi beberapa jenis atau kategori, di antaranya:

  1. Berdasarkan Tipe Ekologinya

Hutan sabana terbagi menjadi tiga jenis berdasarkan tipe ekologinya, yaitu:

  • Tipe semiseasonal (sabana yang dipengaruhi oleh iklim yang lemah dan sedikit air)
  • Tipe seasonal (sabana yang memiliki iklim yang jelas dan berkaitan dengan banyaknya tumbuhan dan air)
  • Tipe hyperseasonal (sabana yang memiliki air yang berlebihan atau kekurangan air sepanjang tahun) 
  1. Berdasarkan Jenis Vegetasi Penyusunnya

Hutan sabana terbagi menjadi dua jenis berdasarkan vegetasi penyusunnya, di antaranya:

  • Hutan sabana murni (sabana yang hanya mempunyai satu jenis vegetasi penyusun)
  • Hutan sabana campuran (sabana yang mempunyai beragam jenis vegetasi penyusun)

Manfaat Sabana

Ilustrasi hutan sabana (pixabay.com/ronbd)

Sama seperti hutan pada umumnya, sabana memiliki banyak manfaat bagi lingkungan dan makhluk hidup, di antaranya:

  • Mitigasi dan perubahan iklim: sabana membantu memperlambat dampak perubahan iklim dengan menyerap air dan mencegah banjir.
  • Keanekaragaman hayati: sabana adalah rumah bagi ribuan spesies tumbuhan dan hewan, seperti rumput gajah, rumput oat merah, zebra, kuda, jerapah, dan lain sebagainya.
  • Ketahanan pangan: sabana menyediakan sumber pangan bagi banyak orang, khususnya masyarakat adat yang tinggal di kawasan padang rumput.
  • Mata pencaharian: sabana menyediakan sumber pendapatan bagi banyak orang, termasuk mereka yang bertani atau bekerja di industri satwa liar dan penelitian.
  • Identitas budaya: sabana merupakan bagian penting dari identitas budaya banyak orang, khususnya masyarakat adat.
  • Wisata: sabana bisa menjadi destinasi wisata yang menenangkan dan damai bagi banyak orang, contohnya Sabana Gunung Bromo di Jawa Timur.
  • Penyimpanan karbon: sabana menyimpan karbon yang membantu mengurangi emisi gas rumah kaca

Umumnya, kita mengenal padang rumput sebagai tempat yang tandus dan hampa. Namun faktanya, sabana adalah salah satu bioma yang memiliki banyak manfaat bagi lingkungan dan makhluk hidup.

Tak jarang, seiring dengan perkembangan jaman, sabana mulai banyak dilirik untuk dijadikan destinasi wisata yang menarik perhatian para wisatawan, baik lokal maupun mancanegara. Jadi, sabana mana saja yang pernah kamu kunjungi?

Sumber dan referensi:

Featured image: Ilustrasi hutan sabana (pixabay.com/ruidgs)

Savanna Biome, Let’s Talk Science

How Long Can Grass Survive Without Water? Lawn and Weed Exper

The African Savanna, storymaps

Most Common Savanna Plants, PlantIn

Savanna, San Diego Zoo Wildlife Alliance Animals and Plants

Savanna, World Biome

Savanna Grassland Ecosystem: Characteristics, Animals, and Plants, Earth Reminder

Jenis-jenis Hutan Berikut Ini Bikin Kamu Jadi Pengen Keliling Dunia!

Hutan merupakan vegetasi penyumbang oksigen dan penyerap karbon terbesar di dunia. Terlepas dari fungsinya yang besar bagi kehidupan makhluk hidup di bumi, ternyata hutan punya jenis yang beragam dan tersebar di berbagai belahan dunia loh! Keberagaman jenis hutan ini dipengaruhi oleh iklim, tinggi dataran tanah, curah hujan, suhu dan sifat tanah setempat. Lantas apa saja ya jenis hutan yang ada di berbagai belahan dunia?

1. Hutan Taiga

Hutan Taiga di daerah utara Negara Rusia (PtG, CC-BY-SA 3.0)

Hutan ini berada di daerah yang beriklim subtropis pada daerah pegunungan. Biasanya tumbuhan yang ada di ekosistem ini bersifat homogen loh! Atau atau hanya terdiri dari satu jenis tumbuhan saja yakni tumbuhan berdaun jarum atau disebut juga conifer. Tumbuhan yang ada di sini akan kelihatan selalu hijau (evergreen) sepanjang musim meskipun suhu saat musim dingin mencapai dibawah nol derajat. Sayangnya tidak terlalu banyak spesies hewan atau tumbuhan yang bisa beradaptasi di hutan taiga ini. Hutan taiga ini banyak tumbuh di negara Rusia dan Kanada yang mempunyai suhu bulanan rata-rata -20°C – 10°C.

2. Hutan Campuran Daerah Dingin (Temperate Mixed Forest)

Hutan Campuran Daerah Dingin (Px Here, CC0 1.0)

Hutan campuran daerah dingin ini biasanya diisi oleh vegetasi pohon yang memiliki jenis daun jarum dan daun lebar serta bercampur juga dengan hutan cemara. Hutan ini bisa ditemui pada daerah yang beriklim sedang seperti Australia, Afrika, Eropa, Amerika Utara, dan Amerika Selatan dengan suhu bulanan rata-rata -5°C – 18°C dan curah hujan  250 mm – 100 mm per tahun.

3. Hutan Evergreen Daerah Sedang (Sub-Tropical Evergreen Forest)

Hutan Evergreen Daerah Sedang di Gunung Yae, Okinawa, Jepang (Kugel, CC-BY-SA 2.0)

Hutan evergreen atau juga disebut dengan hutan yang selalu hijau adalah jenis hutan yang pohonnya mempertahankan daun sepanjang tahun. Sifat hutan ini tentunya terlepas dari musim dan jenis daun. Pohon hutan evergreen ini biasanya terdiri dari pohon runjung, hemlock, kayu putih, sikas, dan lain-lain. Hutan evergreen ini ada di wilayah suhu hangat dengan suhu bulanan rata-rata 10°C – 20°C serta curah hujan 250 mm –100 mm per tahun. Terdapat di Asia (China Selatan, Jepang Selatan), Pegunungan Himalaya di bawah 150m di atas permukaan laut, Australia Utara, New Zealand dan Amerika (Florida, Chilli, Brazilia Tenggara dan Pegunungan Andes ketinggian mencapai 1.500 m di atas permukaan laut).

4. Hutan Hujan Tropis (Tropical Rain Forest)

Hutan Hujan Tropis di Gunung Cameroon (Atabong Amstrong, CC-BY-SA 4.0)

Masyarakat adat dapat dikatakan sebagai garda terdepan dalam menjaga hutan. Mereka hidup dan bergantung pada Hutan hujan tropis ini tersebar di wilayah sekitar equator atau garis khatulistiwa yang punya suhu bulanan rata-rata 20°C – 50°C, curah hujan tinggi sepanjang tahun (2.000mm – 5.000mm) serta tingkat kelembapan tinggi. Hutan ini ditumbuhi oleh pohon yang bersifat heterogen atau bermacam jenis seperti Swietinia, Mora, Cedrella, Ocotea, Virolla (Amerika); Terminalia, Khaya, Triplochiton, Anchomea (Afrika); Dipterocarpus (Asia Tenggara).  Hutan hujan tropis terdapat di Asia Tengara (Indonesia, Filipina, dan Malaysia), Afrika (Lembah Congo, Zaire, Nigeria, Kenya), Amerika Tengah, Amerika Selatan (Lembah Amazone).

5. Hutan Gugur Daun

Hutan Gugur Daun di India (Riddhi Parmar, CC-BY-SA 4.0)

Hutan ini termasuk dalam jenis hutan kering karena tumbuh pada daerah dengan suhu bulanan rata-rata 21°C – 32°C, curah hujan 1.250-2000 mm per tahun dan periode bulan kering > 5 bulan. Hutan ini bisa ditemukan di Afrika, Asia, Amerika, dan Australia. Jenis pohon: Khaya dan Anogeisus (Sudan); Jati (Asia); Swetenia (New Mexico, Brazilia Tengah, Argentina); dan Eucaplytus (Australia).

6. Hutan Sabana (Savanna Woodland)

Hutan Sabana di National Park of Upper Niger (Yakoo 1986, CC-BY-SA 4.0)

Hutan sabana berada di wilayah yang memiliki suhu bulanan rata-rata -15C – 25C, curah hujan 90 mm – 1.500 mm per tahun dan periode bulan kering antara 4 – 5 bulan. Jenis tanaman relatif kebal pada tingkat kelembapan dan kadar curah hujan rendah. Vegetasi yang ada di hutan sabana ini terdiri atas padang rumput yang diselingi oleh pohon-pohon tinggi atau perdu. Terdapat di Eropa, Australia, Afrika, Asia Tenggara, Amerika Selatan dan Utara.

7. Hutan Belukar dan Berduri (Thorn and Scrul Forest)

Hutan Belukar dan Berduri di Telangana, India (Adityamadhav83 CC-BY-SA 3.0)

Hutan belukar biasanya ada di daerah yang cenderung kering dengan curah hujan kurang dari 1.000 mm per tahun dan periode bulan kering lebih dari 6 bulan per satu tahun. Sebagian besar vegetasi tersebar dengan daun kecil dan berduri serta lapisan bawah yang rendah. Hutan ini dapat ditemukan di Asia dan Amerika Selatan dengan jenis tanaman Cactus, Leguminoseae, Bombax, dan Euphorbiasae.

8. Hutan Lumut

Hutan Lumut di Alishan, Taiwan (WT Shared, CC-BY-SA 4.0)

Hutan lumut ini punya penampakan fisik yang unik dan tumbuh menutupi dasar hutan dengan bentuknya imut namun dalam jumlah besar. Tidak hanya itu, vegetasi sekitarnya terdiri dari pepohonan kerdil yang juga ditumbuhi lumut dan lumut kerak. Hutan lumut ini tumbuh secara alami di puncak suatu pegunungan dengan suhu rendah dan area yang tertutup kabut. Jadi hutan lumut ini akan mudah ditemukan di daerah yang dingin serta pada dataran yang tinggi dengan ketinggian diatas 2500 mdpl.

9. Hutan Bakau

Hutan Bakau di Pantai Gosong Telaga, Singkil Utara, Aceh Singkil (Heriyanto Harepa, CC-BY-SA 4.0)

Hutan bakau biasanya tumbuh di daerah pantai. Namun dapat juga tumbuh di daerah teluk dan muara sungai yang dipengaruhi oleh pasang surut air laut. Jenis pohonnya terdiri dari api-api (Avicenia sp.), pedada (Sonneratia sp.), bakau (Rhizophora sp.), lacang (Bruguiera sp.), nyirih (Xylocarpus sp.), nipah (Nypa sp.).

Dukung satwa-satwa dilindungi Indonesia dengan membagikan kisah ini di sosial mediamu atau ikut berdonasi untuk satwa-satwa di pusat rehabilitasi kami dengan mengklik link di sini.

Referensi :

https://ilmugeografi.com/ilmu-bumi/hutan/jenis-hutan-di-dunia
https://www.environmentbuddy.com/plants-and-trees/types-of-forests/
https://www.treehugger.com/types-of-forests-definitions-examples-5180645
https://www.earthreminder.com/different-types-of-forests-in-the-world/

Cahya Riza Haromaen