Tentang
Program
Cerita Publikasi Bergabung
Donasi

Yayasan IAR Indonesia

Silakan atur halaman utama di Settings → Reading → Your homepage displays dan pilih A static page, lalu pilih halaman dengan template Home.

11 Fakta Gajah Laut (Mirounga), Mamalia Laut Raksasa yang Unik

Ketika membayangkan satwa laut berukuran besar, kebanyakan orang langsung terpikir pada hiu atau paus. Padahal, ada mamalia laut lain yang ukurannya tak kalah mencengangkan, yaitu gajah laut.

Sesuai namanya, satwa ini memiliki tubuh besar dan hidung panjang yang sekilas mengingatkan pada belalai gajah. Meski terlihat mirip, gajah laut dan gajah darat sebenarnya tidak memiliki hubungan kekerabatan. Gajah laut adalah mamalia yang hidup di laut dan termasuk dalam kelompok anjing laut sejati.

Penasaran seperti apa kehidupan, kebiasaan, dan fakta unik dari mamalia laut satu ini?

Yuk, kenali gajah laut lebih dekat lewat pembahasan berikut!

Mengenal Gajah Laut

Gajah laut, atau sering juga disebut anjing laut gajah, adalah mamalia laut dari genus Mirounga.

Satwa ini mendapat nama “gajah laut” karena ukuran tubuhnya yang sangat besar serta hidung panjang menyerupai belalai, terutama pada jantan dewasa. Meski terlihat mirip secara visual, gajah laut sama sekali tidak berkerabat dengan gajah darat. Mereka sepenuhnya termasuk mamalia laut yang menghabiskan sebagian besar hidupnya di perairan samudra.

Dari sekitar 33 spesies anjing laut yang masih hidup hingga saat ini, gajah laut dikenal sebagai kelompok dengan ukuran tubuh paling besar. Bahkan, di antara seluruh anjing laut, merekalah yang memegang rekor sebagai yang paling raksasa.

Saat ini, hanya ada dua spesies gajah laut yang masih bertahan di alam, yakni gajah laut utara dan gajah laut selatan.

Mengutip dari National Geographic dan Friends of Elephant Seal, berikut perbedaan gajah laut utara dan gajah laut selatan:

Gajah Laut Utara (Mirounga angustirostris)

Gajah laut utara (Mirounga angustirostris) hidup di wilayah pesisir barat Amerika Utara, terutama di California dan Baja California. Meski demikian, mereka lebih sering memilih pulau-pulau lepas pantai sebagai tempat beristirahat dan berkembang biak dibandingkan daratan utama.

Dari segi ukuran, gajah laut utara merupakan anjing laut terbesar kedua di dunia. Jantan dewasa dapat tumbuh hingga sekitar 4–5 meter dengan bobot mencapai 2.300 kilogram. Betinanya berukuran jauh lebih kecil, dengan panjang tubuh sekitar 2,5–4 meter dan berat antara 400–800 kilogram.

Perbedaan ukuran yang cukup ekstrem ini umum terjadi pada gajah laut dan menjadi ciri khas spesies ini.

Gajah Laut Selatan (Mirounga leonina)

Berbeda dengan kerabatnya di utara, gajah laut selatan (Mirounga leonina) hidup di perairan sub-Antartika dan Antartika yang bersuhu sangat dingin. Wilayah ini memang ekstrem, tetapi kaya akan sumber makanan seperti ikan dan cumi-cumi yang menjadi santapan utama mereka. Gajah laut selatan berkembang biak di daratan, lalu menghabiskan sebagian besar musim dingin di laut lepas dekat lapisan es Antartika.

Soal ukuran, gajah laut selatan tidak tertandingi. Spesies ini dikenal sebagai anjing laut terbesar di dunia. Jantan dewasa dapat tumbuh lebih dari 6 meter dengan bobot mencapai 4.000 kilogram, sementara betinanya memiliki panjang sekitar 2,6–3 meter dengan berat 400–900 kilogram.

Dengan ukuran sebesar itu, gajah laut selatan juga termasuk salah satu mamalia karnivora terbesar yang masih hidup di Bumi saat ini.

11 Fakta Gajah Laut

Dari bentuk hidung hingga perilaku kawinnya, gajah laut menyimpan banyak fakta unik yang menunjukkan betapa luar biasanya mamalia laut raksasa ini. Berikut beberapa fakta menarik tentang gajah laut:

1. Hidungnya menyerupai belalai

Anjing laut gajah dikenal sebagai gajah laut karena hidungnya yang panjang dan menyerupai belalai gajah darat. Namun, ciri khas ini hanya dimiliki oleh gajah laut jantan dewasa. Pada betina dan jantan muda, hidung mereka masih relatif pendek dan tidak mencolok.

Menurut The Marine Mammal Center, gajah laut jantan mulai mengembangkan hidung besar saat memasuki kematangan seksual, yakni pada usia sekitar 3–5 tahun. Belalai tersebut akan berkembang sempurna ketika mereka berusia sekitar 7–9 tahun dan berperan penting dalam menarik perhatian betina serta mengintimidasi pesaing.

2. Penyelam ulung

Gajah laut dikenal sebagai salah satu penyelam terbaik di antara mamalia laut. Mereka mampu menyelam hingga kedalaman sekitar 1.500 meter dan bertahan di bawah air selama hampir dua jam dalam satu kali penyelaman.

Kemampuan luar biasa ini didukung oleh berbagai adaptasi fisiologis, seperti kemampuan memperlambat detak jantung untuk menghemat oksigen serta volume darah yang besar guna menyimpan lebih banyak oksigen.

Baca juga:

3. Bertarung untuk merebut betina

Gajah laut yang sedang berdiam diri di pesisir pantai. (unsplash.com/Y S)

Saat musim kawin tiba, gajah laut jantan berubah menjadi sangat kompetitif. Mereka harus saling berhadapan dalam pertarungan sengit demi memperebutkan betina. Bentuk pertarungan ini meliputi saling mendorong tubuh besar, membenturkan dada, hingga mengeluarkan suara keras sebagai tanda ancaman.

Pertarungan tersebut bukan hanya soal kekuatan fisik, tetapi juga tentang menunjukkan dominasi. Jantan yang berhasil menang biasanya akan menguasai suatu wilayah dan mendapatkan hak kawin dengan sekelompok betina di area tersebut.

4. Berpuasa saat musim kawin

Salah satu kebiasaan unik gajah laut adalah berpuasa selama musim kawin. Gajah laut jantan tidak makan sama sekali demi menghemat energi untuk bertarung dan mempertahankan wilayahnya. Sementara itu, betina juga berpuasa selama proses melahirkan, menyusui anak, dan kawin.

Selama periode ini, baik jantan maupun betina mengandalkan cadangan lemak dalam tubuh sebagai sumber energi utama. Setelah musim kawin berakhir, mereka kembali ke laut untuk makan dan memulihkan kondisi tubuh sebelum siklus berikutnya dimulai.

5.      Satu jantan bisa memiliki puluhan betina

Sistem perkawinan gajah laut tergolong sangat poligami. Mengutip data dari Elephant Seal Research Group, seekor gajah laut jantan yang dominan dapat memiliki puluhan betina dalam satu wilayah kawin.

Jantan yang berukuran lebih besar dan lebih kuat cenderung lebih sukses mempertahankan wilayah serta memiliki akses kawin yang lebih luas. Sebaliknya, jantan yang kalah dalam pertarungan biasanya tidak mendapatkan kesempatan kawin sama sekali.

6. Bertahan hidup dari lemak

Gajah laut memiliki lapisan lemak yang sangat tebal di bawah kulitnya. Lemak ini bukan sekadar cadangan energi, tetapi juga berfungsi sebagai pelindung dari suhu dingin, terutama saat mereka berada di perairan sub-Antartika dan laut dalam.

Cadangan lemak tersebut sangat penting ketika gajah laut harus berpuasa dalam waktu lama, misalnya saat musim kawin dan menyusui anak.

7. Hanya tidur 2 – 3 jam sehari di laut

Salah satu kebiasaan unik gajah laut adalah pola tidurnya yang sangat singkat. Saat berada di laut, mereka hanya tidur sekitar 2–3 jam per hari. Waktu tidur ini terbagi dalam beberapa sesi pendek di sela-sela aktivitas menyelam dan mencari makan.

Namun, kondisi ini berbeda ketika mereka berada di darat. Saat musim kawin atau beristirahat di pantai, gajah laut bisa tidur lebih lama, bahkan hingga sekitar 10 jam per hari.

8. Tertidur sambil menyelam

Gajah laut juga dikenal memiliki kemampuan unik yang tidak dimiliki manusia, yaitu tertidur saat sedang menyelam. Saat berada di laut, mereka bisa tertidur selama sekitar 10 menit dalam satu sesi tidur singkat.

Dalam kondisi ini, tubuh gajah laut perlahan berputar ke bawah dan terkadang melayang tanpa bergerak di perairan dalam. Perilaku ini membantu mereka beristirahat tanpa harus kembali ke permukaan, sekaligus tetap aman dari predator.

9. Migrasi jarak jauh

Gajah laut yang sedang bergerak menuju daratan. (unsplash.com/Anchor Lee)

Gajah laut termasuk mamalia laut yang melakukan migrasi jarak jauh untuk mencari makanan. Mengutip dari National Geographic, anjing laut gajah dapat menghabiskan waktu berbulan-bulan di laut lepas dan menempuh ribuan kilometer selama migrasi.

Menariknya, pola migrasi gajah laut jantan dan betina berbeda. Jantan cenderung mengikuti rute yang lebih konsisten setiap tahun, sementara betina lebih fleksibel dan sering mengubah jalur migrasi untuk mengikuti pergerakan mangsa.

10. Melahirkan bayi di darat

Gajah laut betina akan kembali ke daratan untuk melahirkan anaknya, biasanya di pantai terpencil atau pulau-pulau lepas. Periode melahirkan umumnya terjadi pada musim dingin. Setiap betina biasanya melahirkan satu anak setiap tahun setelah masa kehamilan sekitar 11 bulan.

Selama menyusui, induk gajah laut tidak makan sama sekali. Baik induk maupun anaknya bertahan hidup dari cadangan lemak tubuh sang induk, yang telah dikumpulkan selama berbulan-bulan sebelumnya di laut.

11. Pernah hampir punah

Gajah laut yang sedang berdiam diri di pesisir pantai. (pixabay.com/Jason Moyer)

Pada abad ke-19, gajah laut sempat berada di ambang kepunahan akibat perburuan besar-besaran untuk diambil lemaknya. Menurut catatan dari National Park Service, populasi gajah laut pernah menyusut drastis hingga hanya tersisa sekitar 20–100 individu.

Beruntung, upaya perlindungan dan konservasi membuat populasi gajah laut perlahan pulih. Saat ini, jumlah gajah laut di dunia diperkirakan mencapai sekitar 200.000 ekor, dengan mayoritas merupakan gajah laut utara.

Sementara itu, populasi gajah laut selatan bahkan diperkirakan melebihi 400.000 ekor, terutama di wilayah Atlantik Selatan, termasuk sekitar Georgia Selatan.

Baca juga:

Kenal Lebih Dekat, Jadi Lebih Peduli

Gajah laut bukan hanya soal ukuran tubuh yang besar, tapi juga tentang kemampuan bertahan hidup di laut yang keras. Meski populasinya kini mulai pulih, gajah laut tetap membutuhkan laut yang sehat agar bisa terus bertahan.

Dengan mengenal fakta-fakta unik tentang mereka, kita bisa ikut berkontribusi menjaga ekosistem laut, setidaknya dengan lebih peduli dan tidak abai pada isu konservasi.

Karena melindungi laut berarti menjaga rumah bagi banyak makhluk, termasuk gajah laut.

Referensi

  • National Geographic. Elephant Seals. [Buka]
  • Friends of Elephant Seal. Nothern Elephant Seal. [Buka]
  • Public Broadcasting Service. Elephant Seal Fact Sheet. [Buka]
  • The Marine Mammal Center. Nothern Elephant Seal. [Buka]
  • Sea Life, Island and Oceania. Elephant Seals, Their Behavior and Amazing Diving Ability. [Buka]
  • Friends of Elephant Seal. Fasting. [Buka]
  • Elephant Seal Research Group. Matting System. [Buka]
  • National Park Service. Nothern Elephant Seal. [Buka]
  • Featured image: Potret hidung atau belalai gajah laut dari samping. (pixabay.com/Pixabay)