Silakan atur halaman utama di Settings → Reading → Your homepage displays
dan pilih A static page, lalu pilih halaman dengan template Home.
Menanamkan Cinta Satwa Sejak Dini: Perayaan Hari Anak Nasional Bersama YIARI
Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional pada 23 Juli 2025, Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) menyelenggarakan serangkaian kegiatan edukatif dan menyenangkan yang berlangsung di tiga lokasi berbeda, yaitu Taman Baca Masyarakat (TBM) Lentera Pustaka di Bogor, Jawa Barat; Pusat Pembelajaran Sir Michael Uren di Ketapang, Kalimantan Barat; serta SDN 23 Matan Hilir Selatan di wilayah Sungai Besar, Ketapang, Kalimantan Barat.
Kegiatan ini menjadi momentum yang tepat untuk menanamkan nilai-nilai kepedulian terhadap lingkungan hidup sejak usia dini. Anak-anak sebagai generasi penerus perlu dibekali dengan pemahaman akan pentingnya menjaga alam dan makhluk hidup di dalamnya, salah satunya melalui pengenalan terhadap satwa liar dan habitat alaminya.
Membaca nyaring dan membuat poster
Kegiatan “Kenali Satwa, Sayangi Alam” yang diselenggarakan di TBM Lentera Pustaka, menjadi sarana untuk menumbuhkan literasi dan meningkatkan minat baca di bidang lingkungan. Selain difasilitasi oleh YIARI, kegiatan ini juga dibantu oleh 7 relawan TBM Lentera Pustaka dan 8 mahasiswa KKN IPB.
Kegiatan dikemas secara edukatif dan interaktif, dimulai dari sesi membaca nyaring buku cerita petualangan “Karmila & Gito bersama Owa Kelempiau” yang mengangkat kisah tentang melindungi satwa. Menariknya, setiap karakter yang ada dalam buku diperankan dan dibacakan oleh kakak-kakak YIARI. Keseruan membaca ini berhasil menarik perhatian anak-anak terhadap alur cerita dan pesan-pesan yang dibawakan.
Usai membaca nyaring, kegiatan dilanjutkan dengan aktivitas prakarya. Mulai dari membuat poster habitat satwa, dan mewarnai untuk anak-anak prasekolah dan tingkat bawah. Dari aktivitas ini, anak-anak belajar mengenai perbedaan ruang habitat yang digunakan oleh satwa liar.
Kakak-kakak YIARI membaca nyaring dengan memerankan karakter pada buku cerita Petualangan Karmila dan Gito bersama Owa Kelempiau di TBM Lentera Pustaka, Bogor. (YIARI)
Kegiatan ini memberikan pengalaman berkesan bagi anak-anak. Mereka tampak antusias mengikuti setiap sesi dan banyak yang baru mengenal satwa seperti kukang dan owa jawa. Selain memperluas wawasan, kegiatan ini juga membangkitkan kesadaran akan pentingnya menjaga kelestarian satwa dan habitatnya.
“Kegiatan-kegiatannya seru banget, asik,” kata Ade Amirah (15), salah satu peserta kegiatan.
“Dan juga nambahin pengetahuan aku, bagaimana bentuk rupa owa jawa, yang ternyata harus dilindungi dan tidak boleh diburu,” ungkapnya menambahkan.
Hak anak dan kesejahteraan satwa
Sementara itu, di Ketapang, Kalimantan Barat, perayaan Hari Anak Nasional juga berlangsung meriah di Pusat Pembelajaran Sir Michael Uren. Anak-anak dari komunitas sekitar, seperti Zwageri Generation, berpartisipasi dalam berbagai aktivitas kreatif seperti mewarnai sketsa satwa, membuat bando berbentuk hewan, dan membuat video ucapan bertema “Anak Hebat, Indonesia Kuat Menuju Indonesia Emas 2045”. Kegiatan ini merupakan bentuk nyata kepedulian terhadap pemenuhan hak anak. Sekaligus juga, dikaitkan dengan tanggung jawab anak terhadap kesejahteraan satwa.
Peserta mewarnai di Pusat Pembelajaran Sir Michael Uren. (YIARI)
Kegiatan serupa juga diselenggarakan di SDN 23 Matan Hilir Selatan. Dalam kolaborasi ini, anak-anak mengikuti lomba mewarnai dengan tema kesejahteraan satwa, mendengarkan materi edukatif, serta menonton film edukasi “Monpai Exploit” bersama. Dari hasil kegiatan ini, anak-anak mulai memahami bahwa kesejahteraan bukan hanya hak manusia saja, tetapi juga hak satwa, baik peliharaan maupun satwa liar di hutan. Pemahaman ini tergambarkan dari karya mereka yang menunjukkan interaksi positif antara anak dan satwa, serta ucapan refleksi dalam video yang mereka buat.
Foto bersama dengan peserta di SDN 23 MHS Sungai Besar. (YIARI)
Kegiatan Hari Anak Nasional yang dilakukan YIARI menjadi bukti bahwa edukasi konservasi bisa dikenalkan sejak dini, dengan cara yang menyenangkan dan bermakna. Melalui pengenalan terhadap satwa liar dan habitatnya, anak-anak tidak hanya mendapat pengetahuan baru, tetapi juga nilai-nilai empati, kepedulian, dan tanggung jawab terhadap lingkungan.
Nasya Karina Nur’aziza
Pusat Belajar Bahari: Upaya YIARI Tingkatkan Kualitas Pendidikan di Pulau Cempedak
Dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan dan kesadaran lingkungan di Pulau Cempedak, Kalimantan Barat, Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) membangun sebuah fasilitas edukatif bernama Pusat Belajar Bahari.
Proyek ini tidak dilaksanakan secara mandiri, melainkan melibatkan kolaborasi aktif dengan masyarakat lokal, para pemangku kepentingan setempat, serta mahasiswa magang dari Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) dan Fakultas Ilmu Sains dan Teknologi (FIST).
Peresmian Pusat Belajar Bahari dilaksanakan pada 27 Februari 2025 dan dibuka secara hangat oleh Ketua Program YIARI, Karmele Llano Sanchez. Dalam momen simbolis tersebut, pembukaan ditandai dengan penyingkapan tirai pada spanduk bertuliskan “Pusat Belajar Bahari”, sebagai lambang dimulainya perjalanan edukatif di kawasan pesisir ini.
Seperti apa kisah di balik pembangunannya? Simak selengkapnya di bawah ini!
Kolaborasi YIARI dengan BPSPL Pontianak
Pembangunan Pusat Belajar Bahari di Pulau Cempedak merupakan hasil kolaborasi antara Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) dengan Balai Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Laut (BPSPL) Pontianak. Kepala BPSPL Pontianak, Syarif Iwan Taruna Alkadrie, menyambut positif inisiatif YIARI dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan serta pelestarian lingkungan di wilayah pesisir tersebut.
Pemangku kepentingan hingga masyarakat lokal hadir dalam acara ini (Muffidz Ma’sum | YIARI)
“Hari ini kita bersyukur menyaksikan dimulainya sebuah inisiatif yang luar biasa, yakni Pusat Belajar Bahari di Pulau Cempedak,” ujar Syarif dalam sambutannya.
Ia juga menekankan kegiatan ini merupakan bentuk sinergi antara YIARI dan Kementerian Kelautan dan Perikanan melalui BPSPL Pontianak. Menurutnya, kolaborasi ini menjadi contoh nyata kerja sama lintas sektor dalam mendukung pembangunan berkelanjutan di kawasan pesisir.
Tak lupa, Syarif menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam mewujudkan proyek ini. Ia menilai para pendukung Pusat Belajar Bahari adalah individu maupun kelompok yang memiliki kepedulian tinggi terhadap pendidikan dan kelestarian lingkungan hidup.
Acara Dihadiri oleh Lebih dari 100 Orang Warga
Siapa sangka, pembukaan Pusat Belajar Bahari di Pulau Cempedak mendapat sambutan yang begitu antusias dari masyarakat setempat. Antusiasme tersebut terlihat dari jumlah peserta yang hadir, yakni lebih dari 100 orang, terdiri atas sekitar 70 orang dewasa dan 30 anak usia sekolah.
Kehadiran mereka menjadi bukti nyata dukungan masyarakat terhadap inisiatif pembangunan Pusat Belajar Bahari.
Lebih dari sekadar menjadi audiens, warga juga terlibat aktif dalam sesi interaktif bersama tim edukasi dari YIARI, menunjukkan ketertarikan dan harapan besar terhadap masa depan pendidikan di wilayah mereka.
Pusat Belajar Bahari disambut baik oleh masyarakat (Muffidz Ma’sum | YIARI)
Syarif menyebut acara tersebut sebagai momen yang sangat bermakna bagi warga Pulau Cempedak. Ia menyoroti tingginya semangat partisipasi yang ditunjukkan oleh masyarakat sejak awal hingga akhir acara.
“Mulai dari sesi sambutan, pembukaan spanduk sebagai simbol dimulainya kegiatan, hingga pengenalan Pusat Belajar kepada masyarakat—semuanya menjadi momen yang penuh makna,” ungkap Syarif.
Sesi Membaca Membuat Acara Lebih Berwarna
Kemeriahan acara pembukaan Pusat Belajar Bahari di Pulau Cempedak semakin terasa dengan hadirnya sesi membaca buku. Buku-buku yang dibacakan merupakan hasil donasi dari Lina Katarsasmita—seorang ibu, guru, dan life coach yang telah lama berkontribusi dalam berbagai program edukasi YIARI.
Selain itu, beberapa koleksi buku juga berasal dari mahasiswa magang UKDW dan FIST yang turut ambil bagian dalam kegiatan ini.
Sesi membaca ini disambut dengan antusias, terutama oleh anak-anak. Mereka terlihat begitu antusias mengikuti jalannya kegiatan, menjadikan momen ini sebagai salah satu sorotan utama dalam acara.
Seusai sesi membaca, tim edukasi YIARI melanjutkan dengan sesi storytelling, membawakan cerita-cerita yang tak hanya menghibur, tetapi juga sarat pesan moral dan edukatif tentang kehidupan dan lingkungan sekitar.
Sesi membaca bersama anak-anak di Pembukaan Pusat Belajar Bahari (Muffidz Ma’sum | YIARI)
Sesi membaca ini disambut dengan antusias oleh warga, terutama anak-anak. Setelah sesi membaca selesai, tim edukasi YIARI juga mengadakan sesi story telling untuk membagikan cerita-cerita yang tidak hanya menghibur tetapi juga mendidik, meningkatkan pemahaman tentang banyak aspek kehidupan dan alam sekitar.
Syarif menilai sesi interaktif seperti membaca dan bercerita tidak hanya memperkaya acara secara emosional, tetapi juga memperkuat nilai edukatif dari inisiatif Pusat Belajar Bahari.
“Kegiatan ini semakin berwarna dengan kehadiran tim edukasi YIARI, interaksi yang menyenangkan bersama anak-anak, serta pembacaan buku-buku donasi dari Ibu Lina,” ujar Syarif. Ia juga menegaskan bahwa kolaborasi seperti inilah yang menjadi kunci keberhasilan sebuah program berbasis komunitas.
Pusat Belajar Bahari Jadi Ruang untuk Tumbuh Bersama
Kehadiran Pusat Belajar Bahari di Pulau Cempedak diharapkan menjadi langkah nyata dalam peningkatan kualitas pendidikan masyarakat pesisir. Melalui fasilitas ini, warga memiliki ruang untuk belajar bersama, memperluas wawasan, membangun jejaring sosial, dan tumbuh sebagai komunitas yang peduli terhadap lingkungan dan masa depan bersama.
Sesi interaksi bersama anak-anak di Pembukaan Pusat Belajar Bahari (Muffidz Ma’sum | YIARI)
“Harapannya, pusat pembelajaran bahari ini bisa menjadi ruang bagi masyarakat untuk terus belajar dan tumbuh bersama, serta semakin memahami pentingnya menjaga ekosistem pesisir dan laut,” ujar Syarif.
“Terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi. Semoga ini menjadi langkah awal dari banyak hal baik yang akan datang,” tambahnya.
Melalui pengembangan ruang-ruang belajar yang inklusif, YIARI membuka akses pendidikan yang lebih luas bagi seluruh lapisan masyarakat. Di saat yang sama, kolaborasi menjadi fondasi utama dalam setiap program.
YIARI terus menjalin kerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan demi menjaga kelestarian lingkungan dan keanekaragaman hayati, untuk kesejahteraan generasi masa kini dan mendatang.
Featured image: Pembukaan Pusat Belajar Bahari di Pulau Cempedak (Muffidz Ma’sum | YIARI)
Empat Bulan yang Mengubah Hidup: Catatan Perjalanan Kahiu Academy Batch 3
Setelah empat bulan penuh proses belajar dan bertumbuh, para peserta Kahiu Academy Batch 3 akhirnya menuntaskan perjalanan mereka.
Momen kelulusan yang dirayakan dalam acara Farewell Kahiu menjadi simbol penting dari sebuah transformasi—dari remaja putus sekolah menjadi individu yang lebih percaya diri, terampil, dan siap menghadapi tantangan masa depan.
Program ini bukan sekadar pelatihan, melainkan ruang aman untuk menggali potensi, membangun karakter, dan menemukan harapan baru.
Yuk, simak perjalanan mereka selama di Kahiu Academy dan bagaimana program ini telah membuka jalan menuju masa depan yang lebih cerah!
Kahiu Academy: Cahaya Harapan bagi Remaja Putus Sekolah
Sejak pertama kali didirikan pada tahun 2022, Kahiu Academy menjadi cahaya harapan bagi remaja putus sekolah di Kalimantan Barat.
Program ini dirancang untuk memberikan pendidikan dan pelatihan yang komprehensif, dengan tujuan membekali para peserta dengan keterampilan teknis dan non-teknis agar mereka dapat menjadi individu yang lebih mandiri dan berdaya.
Kahiu Academy mengusung pendekatan yang menyeluruh. Tidak hanya fokus pada peningkatan pengetahuan dan keterampilan praktis, program ini juga menanamkan nilai-nilai penting seperti kepedulian terhadap lingkungan dan pengembangan karakter.
Dengan demikian, setiap peserta tidak hanya mendapatkan bekal untuk dunia kerja atau usaha mandiri, tetapi juga tumbuh menjadi pribadi yang memiliki kesadaran sosial dan tanggung jawab terhadap komunitas serta alam sekitarnya.
Perjalanan Belajar di Kahiu Academy: Lebih dari Sekadar Pelatihan
Selama empat bulan terakhir, sebanyak 14 peserta dari empat kecamatan di Kalimantan Barat mengikuti program pelatihan intensif yang diselenggarakan di Pusat Pembelajaran Sir Michael Uren YIARI Ketapang.
Mereka menjalani proses belajar yang padat, mencakup lebih dari 40 materi yang terbagi dalam dua kategori utama: keterampilan teknis (hard skill) dan pengembangan diri (soft skill).
Peserta Kahiu Academy Batch 3 (Muffidz Ma’sum | YIARI)
Seluruh materi yang diberikan tidak hanya ditujukan untuk membentuk kompetensi individu, tetapi juga untuk menumbuhkan semangat berkontribusi terhadap masyarakat dan lingkungan.
Melalui pendekatan ini, peserta diajak untuk belajar demi masa depan mereka sendiri, sekaligus didorong untuk menjadi bagian dari perubahan yang lebih luas di komunitas masing-masing.
Materi Pelatihan yang Beragam dan Komprehensif
Selama mengikuti program, peserta Kahiu Academy Batch 3 mendapatkan berbagai pelatihan yang dirancang untuk membekali mereka dengan keterampilan praktis sebagai bekal menghadapi masa depan. Materi yang disampaikan mencakup:
Keterampilan teknis, yang relevan dengan berbagai bidang pekerjaan. Materi ini memungkinkan peserta untuk langsung terjun ke dunia kerja atau bahkan memulai usaha mandiri sesuai minat dan potensi masing-masing.
Pengembangan karakter dan kepemimpinan, yang bertujuan membentuk kepercayaan diri serta ketangguhan dalam menghadapi berbagai tantangan hidup.
Pendidikan lingkungan, yang meningkatkan kesadaran peserta akan pentingnya pelestarian alam serta bagaimana menerapkan prinsip-prinsip ramah lingkungan dalam kehidupan sehari-hari.
Lebih dari sekadar teori di dalam kelas, para peserta juga mendapat kesempatan untuk menerapkan ilmu mereka secara langsung melalui praktik. Pendekatan berbasis praktik ini membantu peserta memahami konteks nyata dari keterampilan yang dipelajari, sekaligus memperkuat pemahaman mereka dalam situasi dunia nyata.
Farewell Kahiu: Merayakan Kelulusan dengan Penuh Makna
Setelah melalui perjalanan panjang yang penuh tantangan dan proses pembelajaran, peserta Kahiu Academy Batch 3 akhirnya berhasil menyelesaikan program mereka.
Momen kelulusan ini dirayakan dalam acara Farewell Kahiu, sebuah perayaan yang sarat makna dan emosi. Bukan hanya menjadi ajang perpisahan, acara ini juga menjadi simbol keberhasilan dan pencapaian luar biasa, baik bagi para peserta, mentor, pembimbing, maupun seluruh pihak yang terlibat dalam program ini.
Peserta melakukan presentasi (Muffidz Ma’sum | YIARI)
Dalam acara yang diselenggarakan, setiap peserta diberikan kesempatan untuk berbagi cerita dan refleksi tentang perjalanan mereka selama mengikuti pelatihan.
Mereka menceritakan perubahan yang mereka alami, bagaimana program ini telah mengubah cara pandang mereka terhadap masa depan, serta bagaimana keterampilan yang mereka peroleh telah menumbuhkan kepercayaan diri untuk melangkah lebih jauh.
Peserta melakukan presentasi(Muffidz Ma’sum | YIARI)
Tak hanya itu, para peserta juga mempresentasikan rencana mereka setelah kelulusan. Ada yang ingin mengejar cita-cita profesionalnya, ada yang berencana untuk mengadakan kegiatan pemberdayaan di kampung halaman, dan ada pula yang bercita-cita mengembangkan pertanian berkelanjutan.
Ragam ide dan inisiatif yang mereka sampaikan menunjukkan bahwa program ini telah membuka wawasan dan membekali mereka dengan kemampuan nyata untuk membangun masa depan yang lebih baik.
Menatap Masa Depan dengan Optimisme
Antusiasme dan semangat para peserta dalam menyongsong kehidupan setelah lulus sangat terasa sepanjang acara perpisahan. Dengan bekal yang telah mereka peroleh selama mengikuti program di Kahiu Academy, para lulusan kini lebih percaya diri untuk menghadapi berbagai tantangan, serta menciptakan peluang baru bagi diri mereka sendiri dan komunitas tempat mereka tinggal.
Kelulusan dari Kahiu Academy bukanlah akhir, melainkan awal dari langkah-langkah baru yang penuh harapan. Para peserta kini memiliki keterampilan dan wawasan yang lebih luas—baik untuk bekerja di berbagai sektor maupun membangun usaha mandiri. Lebih dari itu, mereka juga dibekali semangat untuk berkontribusi nyata bagi lingkungan dan masyarakat.
Kami berharap, program ini terus berkembang dan menjangkau lebih banyak remaja di Kalimantan Barat. Keberhasilan para lulusan Kahiu Academy menjadi bukti nyata bahwa pendidikan dan pelatihan yang tepat dapat membuka jalan menuju masa depan yang lebih cerah.
Terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam mendukung perjalanan ini—para mentor, fasilitator, mitra, dan seluruh pendukung program. Semoga para lulusan Kahiu Academy terus melangkah maju, meraih mimpi mereka, dan membawa perubahan positif bagi komunitasnya.
Edukasi Hari Primata Lampung, Kenalkan Konservasi Sejak Dini!
Pada 9 Februari 2025, kegiatan edukasi dalam rangka peringatan Hari Primata Indonesia sukses diselenggarakan di Dusun Beringin 4, Lampung. Acara ini meliba tkan sebanyak 52 anak-anak dari keluarga petani, yang berasal dari jenjang pra-PAUD sampai SMP.
Kegiatan ini bukan sekadar perayaan simbolis, melainkan sebuah langkah nyata dalam menanamkan kesadaran lingkungan dan pentingnya konservasi sejak usia dini. Melalui serangkaian aktivitas seperti pengenalan jenis-jenis primata Indonesia, mewarnai, mendongeng, sampai permainan edukatif, anak-anak diajak untuk belajar sambil bermain, mengenal primata lebih dekat, serta memahami peran penting mereka dalam ekosistem.
Ingin tahu bagaimana anak-anak di Dusun Beringin 4 belajar mencintai alam sambil bermain? Simak selengkapnya di artikel ini!
Apa Tujuan dan Output dari Kegiatan Perayaan Hari Primata Indonesia di Dusun Beringin 4?
Kegiatan edukasi dalam rangka Hari Primata Indonesia di Dusun Beringin 4 bukan hanya bertujuan untuk memperingati hari penting ini, tetapi juga menjadi bagian dari strategi jangka panjang dalam upaya konservasi satwa liar.
Menurut Jurnal Primatologi Indonesia, Indonesia merupakan rumah bagi lebih dari 59 spesies primata dari 11 genus, yang tersebar di berbagai habitat mulai dari hutan hujan tropis hingga pegunungan.
Sayangnya, keberadaan mereka semakin terancam oleh perburuan, perdagangan ilegal, serta kerusakan hutan yang masif.
Melalui kegiatan ini, YIARI merancang pendekatan edukatif yang menyasar anak-anak dari keluarga petani sebagai langkah awal membangun kesadaran kolektif sejak dini. Adapun tujuan utamanya mencakup:
Memberikan pendampingan intensif kepada anak-anak petani dampingan dalam memahami pentingnya pelestarian satwa liar.
Meningkatkan pengetahuan anak-anak mengenai berbagai jenis primata di Indonesia dan fungsi ekologisnya.
Menanamkan nilai-nilai konservasi sejak usia dini, agar terbentuk kebiasaan menjaga lingkungan secara berkelanjutan.
Melakukan survei dan pendataan persepsi anak-anak serta keluarga mereka untuk mendukung keberlanjutan program edukasi konservasi.
Rangkaian Kegiatan untuk Edukasi Konservasi Primata
Berikut rangkaian kegiatan ini:
1. Penyampaian Materi: Mengenal Primata dan Habitatnya
Salah satu kegiatan edukasi Hari Primata Lampung yaitu mengenal primata dan habitatnya (Tim Edukasi | YIARI)
Sesi ini menjadi inti dari kegiatan edukasi konservasi. Anak-anak dikenalkan pada berbagai jenis primata yang hidup di Indonesia, seperti orangutan, lutung, dan tarsius. Mereka juga diajak memahami peran ekologis primata, misalnya sebagai penyebar biji tanaman yang membantu regenerasi hutan.
Materi disampaikan melalui media visual seperti gambar dan video edukatif agar lebih menarik dan mudah dicerna. Selain itu, anak-anak juga dikenalkan dengan berbagai ancaman nyata yang dihadapi primata, seperti deforestasi, perburuan liar, dan perdagangan satwa ilegal.
Melalui sesi ini, peserta memperoleh pengetahuan sekaligus diharapkan menumbuhkan rasa empati dan kepedulian terhadap satwa liar.
2. Mewarnai
Salah satu kegiatan edukasi Hari Primata Lampung yaitu mewarnai(Tim Edukasi | YIARI)
Mewarnai menjadi salah satu kegiatan favorit yang menyenangkan sekaligus mendidik. Anak-anak diberikan sketsa bergambar primata khas Indonesia untuk diwarnai sesuai dengan imajinasi mereka.
Kegiatan ini mengasah kemampuan motorik dan kreativitas, serta menjadi sarana mengenal satwa lebih dekat melalui pendekatan visual dan artistik.
Dengan tema yang sesuai, mewarnai menjadi media pembelajaran yang efektif untuk memperkuat pemahaman anak tentang jenis dan ciri khas primata Indonesia.
3. Mendongeng
Salah satu kegiatan edukasi Hari Primata Lampung yaitu mendongeng(Tim Edukasi | YIARI)
Dongeng adalah salah satu metode paling efektif dalam menyampaikan pesan kepada anak-anak. Dalam sesi ini, mereka diajak mendengarkan cerita yang mengangkat tema pentingnya menjaga hutan dan melindungi satwa liar.
Cerita disampaikan dengan alur yang menarik serta tokoh-tokoh hewan yang mudah dikenali dan disukai oleh anak-anak.
Melalui dongeng, anak-anak dihibur sekaligus belajar bahwa tindakan manusia dapat berdampak langsung terhadap keberlangsungan hidup satwa di alam liar. Pesan moral yang disampaikan mampu membentuk kesadaran ekologis dan menanamkan nilai-nilai konservasi sejak usia dini.
4. Games Edukasi
Salah satu kegiatan edukasi Hari Primata Lampung yaitu games edukasi(Tim Edukasi | YIARI)
Bagi anak-anak, belajar akan lebih menyenangkan jika dilakukan melalui permainan. Dalam sesi ini, tim YIARI mengajak anak-anak untuk mengikuti berbagai permainan edukatif setelah menyelesaikan rangkaian kegiatan lainnya.
Permainan yang disajikan dirancang untuk melatih kerja sama tim, ketelitian, serta kemampuan berpikir kritis. Dengan metode belajar sambil bermain ini, anak-anak menjadi lebih mudah memahami isu-isu konservasi dan lebih sadar akan pentingnya menjaga primata serta lingkungan hidup mereka.
5. Membaca Buku
Salah satu kegiatan edukasi Hari Primata Lampung yaitu membaca(Tim Edukasi | YIARI)
Selain mendengarkan dongeng, anak-anak juga diajak untuk membaca buku-buku bertema konservasi satwa liar. Buku-buku ini berisi cerita inspiratif serta informasi menarik mengenai primata dan ekosistem hutan tempat mereka hidup.
Kegiatan membaca ini bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai konservasi melalui literasi, serta meningkatkan minat baca anak-anak. Melalui cerita yang dikemas secara ringan dan edukatif, diharapkan anak-anak dapat memahami pentingnya menjaga keanekaragaman hayati dan menghargai kehidupan satwa liar di sekitarnya.
6. Survei Persepsi Anak-anak
Salah satu kegiatan edukasi Hari Primata Lampung yaitu survei persepsi anak-anak(Tim Edukasi | YIARI)
Sebagai bagian dari evaluasi program dan upaya perbaikan berkelanjutan, tim YIARI juga melakukan survei terhadap anak-anak dan keluarga mereka. Survei ini bertujuan untuk menggali pemahaman, sikap, serta tingkat kesadaran mereka terhadap konservasi primata.
Hasil survei akan menjadi dasar dalam merancang program edukasi selanjutnya agar lebih relevan dan efektif. Dengan melibatkan partisipasi langsung dari peserta, pendekatan ini membantu memastikan kegiatan konservasi benar-benar berdampak dan diterima oleh masyarakat, terutama generasi muda.
Harapan dan Dampak Edukasi Konservasi Primata
Dengan adanya edukasi konservasi primata, terdapat beberapa harapan dan dampak edukasi yang bisa dicapai dalam jangka pendek maupun panjang, antara lain:
1. Peran Penting Primata dalam Ekosistem
Primata memegang peranan penting dalam menjaga keberlanjutan ekosistem hutan. Mereka berfungsi sebagai penyebar biji, pengendali populasi serangga, hingga indikator alami terhadap kesehatan lingkungan. Sayangnya, ancaman terhadap populasi primata terus meningkat akibat perburuan liar, perdagangan ilegal, serta kerusakan habitat.
Upaya konservasi primata tidak bisa hanya mengandalkan kalangan ilmuwan atau aktivis lingkungan semata. Keterlibatan masyarakat luas, termasuk anak-anak sebagai generasi penerus, menjadi kunci dalam menjaga keberlanjutan spesies ini di masa depan.
2. Edukasi Konservasi untuk Generasi Muda
Melalui kegiatan edukatif dalam rangka Hari Primata Indonesia, YIARI menanamkan nilai-nilai konservasi kepada anak-anak dengan pendekatan yang menyenangkan dan interaktif. Anak-anak dikenalkan pada keanekaragaman primata Indonesia serta diajak memahami bagaimana perilaku manusia dapat berdampak langsung terhadap keberlangsungan hidup mereka.
Aktivitas seperti mendongeng, mewarnai, membaca buku, hingga bermain permainan edukatif menjadi media efektif dalam menyampaikan pesan-pesan konservasi. Dengan metode ini, anak-anak diharapkan mengalami proses pembelajaran yang membekas secara emosional.
3. Dampak Jangka Pendek dan Jangka Panjang
Dalam jangka pendek, kegiatan ini berhasil meningkatkan pengetahuan dan kesadaran anak-anak mengenai pentingnya pelestarian primata dan lingkungan hidup. Anak-anak mulai memahami bahwa tindakan sederhana, seperti tidak membeli atau memelihara satwa liar, dapat memberikan dampak besar terhadap kelestarian ekosistem.
Di masa depan, edukasi ini diharapkan dapat melahirkan generasi yang lebih sadar lingkungan dan berperan aktif dalam upaya pelestarian satwa liar. Anak-anak yang tumbuh dengan nilai-nilai konservasi berpotensi menjadi agen perubahan yang mendorong terciptanya masyarakat yang lebih ramah lingkungan dan bertanggung jawab.
4. Membangun Masa Depan yang Harmonis
Kegiatan edukasi seperti Hari Primata Lampung membuktikan proses pembelajaran yang dikemas secara menyenangkan mampu menumbuhkan rasa empati yang mendalam terhadap alam. Selain memahami pentingnya melindungi primata, anak-anak juga terdorong untuk terlibat langsung dalam menjaga kelestarian lingkungan sekitarnya.
Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh peserta, relawan, dan pihak yang telah mendukung kegiatan ini. Semangat yang ditunjukkan anak-anak Dusun Beringin 4 menjadi bukti bahwa pendidikan dan konservasi dapat berjalan beriringan untuk menciptakan masa depan yang lebih baik.
Program seperti ini diharapkan dapat terus berkembang dan menjangkau lebih banyak wilayah, sehingga semakin banyak anak-anak Indonesia yang tumbuh dengan kesadaran akan pentingnya konservasi. Mari bersama-sama menjaga sahabat hutan kita—primata—demi masa depan bumi yang lestari, harmonis, dan berkelanjutan!
15 Tips mudah untuk Gaya Hidup Ramah Lingkungan
“Buanglah sampah pada tempatnya” adalah sebuah slogan yang tidak lekang oleh waktu.
Sejak masa sekolah dasar, slogan ini sudah banyak menghiasi tempat-tempat seperti sekolah, rumah sakit, perkantoran, hingga fasilitas publik. Namun, seberapa besar dampak dari slogan ini terhadap kebiasaan masyarakat?
Kenyataannya, sampah masih berserakan di mana-mana, baik di daratan maupun di perairan.
Apakah kondisi ini bisa berubah? Tentu saja bisa—dengan menerapkan gaya hidup yang lebih ramah lingkungan. Seperti apa gaya hidup ini? Simak selengkapnya!
Pengertian Gaya Hidup Ramah Lingkungan
Gaya hidup ramah lingkungan adalah pola hidup yang bertujuan untuk meminimalkan dampak negatif terhadap alam.
Dalam kehidupan modern saat ini, berbagai aktivitas manusia sering memberikan dampak buruk terhadap lingkungan. Salah satu contohnya adalah kebiasaan membuang sampah plastik secara sembarangan. Sampah plastik tidak hanya berupa kantong belanja, tetapi juga termasuk botol minuman kemasan, bungkus makanan, hingga berbagai jenis plastik sekali pakai lainnya.
Tingginya tingkat konsumsi masyarakat berbanding lurus dengan peningkatan jumlah sampah yang dihasilkan. Berdasarkan data dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) tahun 2023, Indonesia menghasilkan lebih dari 38 juta ton sampah setiap tahunnya. Dari jumlah tersebut, pemerintah baru mampu mengelola sekitar 62 persen atau sekitar 24 juta ton.
Artinya, masih ada 14 juta ton sampah (sekitar 37 persen) yang belum tertangani. Jika masalah ini terus dibiarkan, akumulasi sampah akan semakin meningkat di tahun-tahun mendatang.
Namun, apakah menjaga kebersihan lingkungan dan kelestarian bumi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pemerintah? Tentu saja tidak. Sebagai penghuni bumi yang diberkahi akal, setiap individu memiliki tanggung jawab yang sama dalam merawat dan menjaga lingkungan.
Lantas, bagaimana caranya kita dapat berkontribusi dalam menjaga lingkungan?
Jawabannya adalah dengan menerapkan gaya hidup ramah lingkungan. Gaya hidup ramah lingkungan melibatkan perubahan kebiasaan lama yang merugikan lingkungan menjadi kebiasaan baru yang lebih sehat, baik untuk tubuh maupun bumi. Contoh sederhana dari gaya hidup ramah lingkungan meliputi tidak membuang sampah sembarangan dan membawa botol minum (tumbler) sendiri sebagai pengganti botol plastik sekali pakai.
Ilustrasi gaya hidup ramah lingkungan (pixabay-zeropromosi)
15 Gaya Hidup Ramah Lingkungan untuk Kehidupan Sehari-hari
Tak hanya itu, masih banyak langkah lain yang dapat kita lakukan untuk menjaga kelestarian lingkungan. Berikut 15 cara efektif untuk menjalankan gaya hidup ramah lingkungan!
1. Membawa tumbler sendiri
Membawa tumbler atau botol minum sendiri saat bepergian dapat mengurangi penggunaan botol plastik sekali pakai yang dapat mencemari lingkungan. Selain itu, ini juga membantu menekan jumlah sampah plastik yang sulit terurai.
2. Memisahkan sampah organik dan anorganik
Memisahkan sampah organik dan anorganik penting untuk memudahkan proses daur ulang. Sampah organik, seperti sisa makanan dan kulit buah, dapat diolah menjadi kompos, sedangkan sampah anorganik, seperti plastik, bisa diolah kembali atau dijadikan bahan kerajinan.
3. Sistem 3R (reuse,reduce,recycle)
Praktik 3R adalah salah satu cara efektif untuk mengurangi limbah. Misalnya, mengurangi konsumsi barang sekali pakai (reduce), menggunakan kembali barang yang masih layak (reuse), dan mendaur ulang bahan yang dapat diproses ulang (recycle).
4. Tidak membakar sampah
Tahukah kamu, asap yang dihasilkan dari pembakaran sampah itu bisa membahayakan kesehatan manusia?
Pembakaran sampah menghasilkan asap berbahaya yang mencemari udara dan membahayakan kesehatan. Sebaiknya, sampah organik diolah menjadi kompos. Sementara itu, sampah anorganik bisa didaur ulang atau diberikan kepada pihak yang bisa memanfaatkannya.
5. Menggunakan transportasi umum
Memanfaatkan transportasi umum, seperti kereta dan bus, dapat mengurangi emisi gas rumah kaca dan kemacetan. Semakin banyak orang menggunakan transportasi umum, semakin rendah tingkat polusi udara yang dihasilkan.
Ilustrasi Gaya hidup ramah lingkungan/pixabay-mmurphy
6. Penggunaan kendaraan listrik
Jika tetap ingin menggunakan kendaraan pribadi, beralih ke kendaraan listrik bisa menjadi pilihan yang lebih ramah lingkungan. Kendaraan listrik tidak menghasilkan emisi gas buang, sehingga mengurangi polusi udara yang menjadi salah satu penyebab utama pemanasan global.
Saat ini, semakin banyak produsen mobil dan motor berlomba-lomba menciptakan kendaraan listrik yang lebih efisien dan terjangkau. Dengan memilih kendaraan listrik, kita turut serta mengupayakan perbaikan lingkungan, sekaligus mendukung teknologi yang lebih bersih dan berkelanjutan.
7. Bijak penggunaan AC
Meskipun memberikan kesejukan, AC juga menyumbang emisi gas rumah kaca yang dihasilkan saat proses pendinginan, lho.
Sebagai alternatif, gunakan kipas angin atau nikmati angin alami dari jendela. Selain itu, luangkan waktu di luar ruangan supaya membantu mengurangi konsumsi energi, sekaligus meningkatkan kesehatan dengan paparan sinar matahari dan udara segar.
8. Hemat listrik
Bijak dalam penggunaan listrik adalah langkah efektif dalam mendukung gaya hidup ramah lingkungan. Semakin banyak energi listrik yang digunakan, semakin besar pula polusi yang dihasilkan oleh industri pembangkit listrik, terutama yang masih menggunakan bahan bakar fosil.
Untuk mengurangi konsumsi listrik, matikan perangkat yang tidak terpakai, gunakan lampu hemat energi, dan pilih peralatan listrik dengan konsumsi daya yang rendah. Selain menjaga lingkungan, langkah ini juga bisa menghemat pengeluaran bulanan.
9. Hemat air
Semakin banyak air yang dihemat, semakin sedikit tekanan terhadap sumber air bersih dan ekosistem akuatik. Boros dalam penggunaan air dapat mengganggu ketersediaan air bersih, serta memengaruhi ekosistem lain, seperti tanaman yang bergantung pada air bersih.
Gunakan air secara bijak, seperti dengan memperpendek waktu mandi, memperbaiki keran yang bocor, dan mengurangi penggunaan air berlebihan.
10. Penggunaan bahan ramah lingkungan
Memilih produk ramah lingkungan mencakup pemilihan barang-barang dari bahan yang dapat terurai, atau yang diproduksi secara bertanggung jawab terhadap lingkungan.
Misalnya, banyak deterjen menggunakan bahan kimia keras dan sulit terurai yang berisiko mencemari air dan tanah. Sebagai alternatif, ada deterjen ramah lingkungan yang terbuat dari bahan-bahan organik dan lebih aman bagi ekosistem.
11. Menanam pohon
Menanam pohon adalah salah satu upaya paling sederhana dan efektif dalam menjaga kelestarian lingkungan. Pohon berfungsi menyerap karbon dioksida (CO₂) dan menghasilkan oksigen (O₂), sehingga berperan penting dalam mengurangi polusi udara dan pemanasan global.
Selain itu, akar pohon juga dapat menahan air, mengurangi risiko banjir, dan menjaga kelembapan tanah. Kesadaran untuk menanam lebih banyak pohon, baik di halaman rumah maupun di area publik, merupakan bentuk nyata kontribusi individu dalam memelihara bumi yang lebih hijau dan sehat.
12. Meminimalkan penggunaan kantong plastik saat berbelanja
Mengurangi penggunaan kantong plastik saat berbelanja adalah langkah sederhana yang berdampak besar dalam menjaga lingkungan. Bawalah tas belanja atau goodie bag yang dapat digunakan berulang kali, dengan tujuan mengurangi limbah plastik yang sulit terurai di alam.
13. Tidak menggunakan tisu
Dalam sehari, ada berapa banyak tisu yang kamu habiskan? Kemudian pikirkan lagi, dari tisu, berapa banyak pohon yang harus ditebang untuk membuatnya?
Jadi coba bayangkan saja jika dalam satu hari kamu menghabiskan banyak tisu hanya mengeringkan tangan yang sebenarnya bisa dikeringkan dengan handuk kecil atau sapu tangan yang bisa dibawa kemanapun kamu pergi. Berarti semakin banyak pohon yang harus ditebang setiap harinya hanya karena hal sepele seperti mengeringkan tangan.
Penggunaan berlebihan bisa mempercepat deforestasi dan mengakibatkan perubahan iklim serius. Sebagai gantinya, pakailah sapu tangan yang dapat dicuci dan digunakan kembali.
14. Mengurangi food waste
Ilustrasi gaya hidup ramah lingkungan (pixabay-marsraw)
Berdasarkan laporan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, pada tahun 2021 tercatat bahwa sampah makanan yang dihasilkan sebanyak 28,3 persen dari total sampah yang diproduksi.
Jika menurut kamu kalau sampah makanan itu tidak berbahaya, maka kamu salah besar. Karena sampah makanan berdampak buruk pada lingkungan karena menghasilkan emisi gas rumah kaca saat membusuk di tempat pembuangan.
Oleh karena itu, penting bagi kita untuk lebih bijak dalam mengolah dan membeli makanan agar mengurangi limbah dan emisi yang dihasilkannya.
15. Berkebun di rumah
Selain menanam pohon, berkebun di rumah juga merupakan langkah yang efektif untuk mendukung gaya hidup ramah lingkungan. Berkebun baik untuk lingkungan dengan menyerap karbon dioksida dan menghasilkan oksigen, sekaligus menyehatkan diri sendiri melalui aktivitas fisik dan hasil panen segar yang bebas pestisida.
Jika kamu tidak memiliki lahan luas, berkebun tetap bisa dilakukan di ruang terbatas dengan memanfaatkan pot, hidroponik, atau vertical garden.
Sebagai individu yang peduli akan masa depan bumi, kita semua memiliki tanggung jawab untuk mulai menerapkan gaya hidup ramah lingkungan.
Langkah-langkah kecil seperti mengurangi sampah plastik, menghemat energi, menanam pohon, hingga mengelola sampah dengan bijak dapat membawa perubahan signifikan bagi kelestarian lingkungan.
Ingat, bumi adalah rumah kita bersama, dan sudah saatnya kita menjaga dan merawatnya demi keberlanjutan generasi mendatang. Mari mulai dari diri sendiri, mulai hari ini!
Ibu Lina Kartasasmita, Menginspirasi Lewat Pendidikan
Siapa bilang pendidikan itu membosankan? Ibu Lina Kartasasmita membuktikan sebaliknya!
Sebagai seorang ibu, guru dan life coach, Ibu Lina telah menjelajahi dunia pendidikan dengan penuh dedikasi. Mulai dari mengajar akuntansi sampai menjadi guru bahasa dan life coach, Ibu Lina selalu berusaha membuat dampak positif bagi murid-muridnya dan masyarakat luas.
Yuk, kenali dan simak perjalanan inspiratif Ibu Lina!
Latar Belakang Kecintaannya pada Pendidikan
Terinspirasi dari keluarganya
Perempuan kelahiran tahun 1966 ini mendapatkan inspirasi pendidikan dari keluarganya sejak dini. Kakeknya adalah seorang guru bahasa Indonesia untuk orang-orang Belanda di zaman penjajahan, dan salah satu kakaknya juga mengikuti jejak tersebut dengan menjadi guru.
Namun, inspirasi terbesarnya adalah dari ayahnya, pendiri sekolah swasta Dhammasavana di Jakarta, yang menekankan pentingnya pendidikan.
Ayah Ibu Lina selalu berpesan, “Yang bisa mengubah hidup kamu adalah belajar. Hanya pendidikan yang bisa membawa kamu lebih maju.” selain menjadi doktrin keluarga, pesan ini juga menumbuhkan semangat belajar dalam diri Ibu Lina yang berkelanjutan hingga saat ini.
Ibu Lina yakin ilmu pengetahuan adalah kunci untuk mengubah hidup seseorang dan berbagi ilmu adalah cara untuk memperkuat komunitas. Pengajaran dari ibunya juga menegaskan hal ini, “Kalau orang sakit kita sembuhkan, hari itu saja ia sembuh dan bisa sakit lagi. Tapi kalau kamu mendidik seseorang, ilmunya akan digunakan seumur hidupnya untuk mencari nafkah dan mengajar anak-anaknya.”
Dalam sebuah wawancara daring, Ibu Lina juga menyampaikan, “Kalau saya kasih orang uang, mungkin habis dalam sekejap. Tapi kalau saya kasih dia ilmu, itu akan berkepanjangan dalam hidupnya. Ilmu yang dibagi tidak akan pernah habis.”
Terbiasa mengajar di sekolah sejak kecil
Ibu Lina telah mengenal dunia pendidikan sejak usia muda, meneladani semangat ayahnya. Semenjak duduk di bangku SMP dan SMA, ia telah aktif mengambil peran dalam dunia pendidikan, tidak hanya sebagai siswa tapi juga sebagai pengajar.
Ibu Lina sering kali dipercaya untuk menggantikan guru akuntansi di sekolah yang didirikan oleh ayahnya, serta menjaga kestabilan kelas saat guru berhalangan hadir.
Selain tugas-tugas resmi, Ibu Lina juga mencari cara untuk menambah uang jajannya dengan mengajarkan pelajaran kepada teman-temannya. Kecintaannya terhadap pengajaran ini ternyata menurun kepada anak-anaknya, yang juga mengikuti jejaknya dengan mengajari teman-teman mereka di sekolah.
Bagi Ibu Lina, mengajar adalah panggilan hati, terutama dalam mendidik generasi muda yang tanpa bimbingan yang tepat. Menurutnya, kunci dari pendidikan efektif terletak pada kecocokan antara guru dan murid; tanpa adanya kesesuaian tersebut, proses belajar mengajar tidak akan berlangsung dengan efektif.
Terinspirasi dari banyak tokoh inspiratif dunia
Inspirasi Ibu Lina juga didapatkan dari berbagai tokoh besar dunia yang memiliki visi perubahan positif.
Margaret Thatcher menginspirasinya dengan ketangguhan sebagai pemimpin perempuan, sementara Mahatma Gandhi mengajarkan pentingnya kesederhanaan dan keberanian dalam memperjuangkan keadilan.
Di sisi lain, Lee Kuan Yew memengaruhi pandangan Ibu Lina mengenai pentingnya pendidikan sebagai pilar kemajuan bangsa. Ia juga mengambil hikmah dari ajaran Lao Tzu tentang kedamaian batin dan hidup secara otentik.
Inspirasi dari tokoh-tokoh tersebut membentuk cara Ibu Lina dalam mengajar, melatih, dan berinteraksi dengan orang lain. Dengan mengikuti pemikiran dan tindakan mereka, ia berusaha menjadi pendidik dan pembimbing yang mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat, baik di Indonesia maupun di komunitas internasional.
Tantangan yang Dihadapi Ibu Lina
Pelatihan Manajemen Keuangan Ibu Lina kepada siswa penerima beasiswa Kahiu (Muffidz Ma’sum | YIARI)
Perjalanannya mengenyam pendidikan sampai menjadi pengajar tidak selalu mulus, banyak tantangan yang harus dihadapi oleh Ibu Lina.
Menjadi kaum minoritas
Menghadapi statusnya sebagai minoritas ganda di Indonesia, Ibu Lina menjalani tantangan besar dalam mengejar pendidikan tinggi.
Pada waktu itu, masuk ke universitas negeri sangat sulit bagi beliau, sehingga beliau memilih untuk melanjutkan studi di jurusan akuntansi di sebuah universitas swasta.
Dalam menghadapi diskriminasi dan kesulitan lainnya, Ibu Lina tidak pernah menyerah. Dengan tekad kuat, ketekunan, dan dukungan tidak tergoyahkan dari keluarganya, beliau berhasil mengatasi tantangan tersebut.
Ibu Lina berbagi filosofinya dalam pendekatan pendidikan,
“While I do it, I do it my best. Saya lakukan yang terbaik dengan apa yang saya punya, yang saya bisa. Ketika bertemu murid baru, saya selalu bilang, ‘I’m not only your teacher, I can also be your friend. Doing something good is good karma. Kalau saya melakukan kebaikan untuk mereka, you don’t owe me, the universe owes me.’ Saya percaya, ketika saya melakukan kebaikan, menolong seseorang, bukan berarti orangnya harus membayar ke saya, tetapi saya menghutangi Tuhan. Tuhan yang akan membayar balik kebaikan itu kepada saya.”
Tinggal di negeri orang
Pada awal tahun 2000-an, ketika suaminya mendapat penugasan selama tiga tahun ke Amerika Serikat, Ibu Lina dihadapkan pada tantangan sekaligus peluang berharga. Keputusan untuk meninggalkan Indonesia dan menetap di luar negeri tidaklah mudah, terutama mengingat anak-anaknya yang sedang dalam fase penting pertumbuhan.
Tinggal di Amerika membawa tantangan besar dalam adaptasi budaya dan bahasa untuk keluarga Ibu Lina.
Selain menghadapi kesulitan pribadi dan bertanggung jawab mengurus keluarga di negara yang asing, Ibu Lina juga dihadapkan pada tantangan profesional dalam menemukan peran yang sesuai dengan keahliannya. Namun, daripada menyerah, Ibu Lina melihat ini sebagai kesempatan untuk berkembang.
Di tengah tantangan tersebut, Ibu Lina mengambil inisiatif mengajar Bahasa Indonesia untuk ekspatriat. Selanjutnya, ia meningkatkan kualifikasi profesionalnya dengan mendapatkan sertifikat MBA dari sebuah universitas terkemuka dan mengikuti program executive coaching di University of Cambridge.
Melalui upaya dan ketekunan ini, Ibu Lina berhasil menyesuaikan diri dengan kehidupan baru di Amerika, sekaligus menambahkan dimensi baru pada kariernya.
Berhadapan dengan murid berkepala batu
Dalam perjalanan kariernya sebagai pendidik, Ibu Lina sering berhadapan dengan tantangan unik: murid yang memiliki keyakinan yang salah namun kuat.
Namun, dengan kesabaran dan pendekatan yang tepat, Ibu Lina berhasil memperbaiki kesalahpahaman mereka. Misalnya, ada kalanya seorang murid bersikeras bendera Indonesia berbentuk lingkaran, tetapi dengan sabar Ibu Lina mampu menyajikan bukti sejarah yang akurat untuk mengoreksi pandangan tersebut.
Selama bertahun-tahun, Ibu Lina telah mengajar ribuan siswa dari berbagai latar belakang, tidak hanya di Indonesia tetapi juga di luar negeri. Di antara murid-muridnya terdapat ekspatriat dari perusahaan besar seperti Chevron dan Kedutaan Besar Spanyol, serta remaja dan anak-anak dari desa-desa terpencil di Kalimantan yang belajar melalui Kahiu Academy.
Pengalaman ini memperluas wawasan Ibu Lina tentang keberagaman pelajar, serta memperkaya metode pengajarannya yang kini lebih inklusif dan efektif.
Berbagai Kontribusi Sosial Ibu Lina
Mendirikan komunitas membaca
Pada tahun 2018, Ibu Lina bersama dua teman dan kedua anaknya, mendirikan Lit & Coffee, sebuah klub buku yang berkomitmen untuk menggalakkan kegemaran membaca dan berdiskusi di kalangan generasi muda. Komunitas ini menyelenggarakan diskusi rutin mengenai berbagai genre buku, dan tidak lama kemudian, mereka juga memulai diskusi film.
Sejak awal, Lit & Coffee menawarkan suasana yang inklusif dengan tidak menerapkan sistem keanggotaan, sehingga semua diskusi terbuka untuk umum dan mengundang siapa saja yang berminat.
Kegiatan diskusi ini awalnya dilakukan secara tatap muka. Namun, dengan keinginan peserta untuk meningkatkan frekuensi pertemuan, kegiatan mulai beralih ke platform seperti Zoom. Keputusan ini memungkinkan fleksibilitas lokasi dan waktu, yang berdampak pada peningkatan antusiasme dan jumlah partisipan.
Diskusi daring pun telah menarik minat peserta dari berbagai daerah di Indonesia seperti Batam dan Banda Aceh, serta beberapa partisipan dari luar negeri.
Membimbing kemampuan softskill siswa Kahiu Academy
Pelatihan Manajemen Keuangan Ibu Lina kepada siswa Kahiu Academy (Muffidz Ma’sum | YIARI)
Kontribusi Ibu Lina lainnya adalah keterlibatannya dengan Kahiu Academy, sebuah program beasiswa pendidikan keterampilan gagasan YIARI sejak 2022.
Dalam sesi pelatihannya, Ibu Lina mengajarkan teknik dasar pengelolaan uang dan menekankan pentingnya literasi keuangan bagi pemuda, membantu mereka memahami cara mengelola keuangan dengan bijak.
Kahiu Academy berkomitmen untuk membekali siswanya dengan berbagai keterampilan esensial yang dibutuhkan untuk sukses di masa depan. Program ini mencakup pembelajaran akademis, kepemimpinan, dan keuangan. Sebelum mengajar di Kahiu Academy, Ibu Lina juga telah memberikan pelatihan public speaking dan pengelolaan keuangan kepada staf YIARI.
Perannya sebagai pendidik dan life coach memberikan kepuasan tersendiri ketika melihat murid-muridnya berhasil dan berkembang. Ibu Lina percaya pendidikan holistik yang mencakup pembelajaran akademis, keterampilan hidup, dan literasi keuangan adalah kunci untuk membenahi hidup seseorang.
Ia juga melengkapi diri dengan pengetahuan literasi keuangan. Baginya, membenahi hidup orang itu tidak hanya pada perasaan, pikiran, dan mindset-nya, tapi juga bagaimana mengelola keuangan.
Bertekad untuk Terus Mengemban dan Berbagi ilmu
Ibu Lina punya impian besar: ia ingin terus menjadi sumber inspirasi dan manfaat dengan membagikan ilmunya dan menyediakan pendidikan berkualitas yang mudah diakses oleh semua anak di Indonesia.
Dalam upaya untuk memperluas jangkauannya, Ibu Lina berencana untuk menulis buku tentang parenting dan pendidikan, serta ingin meningkatkan jumlah kelas online yang diselenggarakannya untuk menjangkau lebih banyak murid.
Ibu Lina percaya belajar adalah kunci untuk tetap awet muda dan semangat. “Saya percaya anti penuaan itu bukan krim. Anti penuaan itu belajar. Selama kita belajar, kita tetap awet muda. Karena kita selalu memiliki tujuan baru yang ingin dicapai esok hari. Selalu ada sesuatu yang ingin kita kejar dalam hidup,” ujarnya dengan penuh semangat.
Sebagai seorang pendidik dan life coach, Ibu Lina Kartasasmita telah memberikan dampak yang signifikan dan positif bagi banyak orang. Kisah hidupnya mengajarkan kita tentang pentingnya pendidikan, kesabaran, dan semangat untuk terus belajar serta berbagi.
Melalui dedikasinya, Ibu Lina menjadi contoh nyata bagaimana pendidikan dapat mengubah hidup seseorang dan bagaimana berbagi ilmu pengetahuan dapat memberdayakan komunitas.
Ingin belajar lebih banyak dari Ibu Lina? Sobat #KonservasYIARI bisa menghubungi beliau melalui Linked in atau Instagram beliau ya! 😄
***
Tentang Kahiu Academy
Kahiu Academymerupakan sebuah program beasiswa gagasan YIARI sejak 2022. Program berupa pendidikan keterampilan bagi remaja putus sekolah hingga lulusan SMA dari desa-desa dampingan YIARI di Ketapang, Kalimantan Barat. Tujuan utama Kahiu Academy ialah memberikan pendidikan berkualitas anak-anak desa yang berbatasan dengan hutan untuk mendapatkan keterampilan yang bermanfaat, menghindari pekerjaan ilegal, dan meningkatkan kualitas hidup mereka.
7 Dampak Sampah Plastik di Laut bagi Habitat dan Manusia. Apa Saja?
Tahukah kamu, Sobat #KonservasYIARI? Di balik keindahan laut yang sering kita nikmati, ada ancaman besar berupa sampah plastik yang merusak biota laut serta mengganggu estetika alam bawah laut.
Sampah plastik yang dibuang ke laut menjadi salah satu penyebab utama kerusakan ekosistem laut yang sudah terbentuk secara alami.
Saat ini, sampah plastik merupakan ancaman nyata bagi kehidupan di laut, sekaligus bagi kesehatan kita sebagai penikmat alam.
Mulai dari kemasan jajanan, botol minuman, hingga mikroplastik yang hampir tidak terlihat, sampah plastik tersebut terus mencemari dan merusak ekosistem laut.
Seberapa berbahayakah sampah plastik di lautan? Dan bagaimana kondisi pencemaran plastik di laut saat ini?
Yuk, kita simak penjelasannya bersama!
Kondisi Sampah Plastik di Laut
Sampah plastik yang mencemari lautan hadir dalam berbagai ukuran, mulai dari yang besar sampai sangat kecil.
Berdasarkan ukurannya, sampah ini terbagi menjadi dua kategori, yaitu mikro-debris dan nano-debris.
Micro-debris (mikroplastik)
Sumber: Shutterstock
Mikroplastik adalah partikel plastik dengan ukuran antara 0,1 sampai 5 mm. Mikroplastik berasal dari berbagai sumber, seperti pecahan plastik, pelapukan botol, hingga serat pakaian sintetis.
Jenis ini biasanya tertelan oleh organisme laut secara tidak sengaja. Plankton, sebagai dasar dari rantai makanan laut, cenderung memakan partikel-partikel kecil ini karena bentuknya yang menyerupai makanan.
Saat plankton tercemar mikroplastik, dampaknya akan merambat ke ikan-ikan kecil yang memakan plankton tersebut, kemudian ke ikan yang lebih besar, sampai akhirnya mencapai predator puncak seperti lumba-lumba atau bahkan manusia. Dampak akumulasi mikroplastik dalam tubuh organisme laut bisa mengganggu sistem pencernaan, menghambat pertumbuhan, bahkan mengakibatkan kematian.
Nanoplastik berukuran lebih kecil dari mikroplastik, yaitu kurang dari 0,1 mm atau bahkan kurang dari 100 nanometer.
Karena kemampuannya masuk ke dalam jaringan tubuh dan terakumulasi, nanoplastik membawa ancaman serius yang bisa bertahan dalam jangka panjang. Selain berpotensi merusak ekosistem laut, nanoplastik juga berisiko bagi manusia, karena melalui konsumsi makanan laut yang terkontaminasi, nanoplastik dapat masuk ke tubuh manusia.
Hal ini dapat menimbulkan efek kesehatan seperti gangguan sistem saraf, peradangan kronis, hingga risiko gangguan kardiovaskular.
7 Dampak Sampah Plastik di Laut
Inilah berbagai dampak sampah plastik di laut yang perlu kamu ketahui:
Hewan laut sering kali salah mengira sampah plastik yang mencemari laut sebagai makanan.
Contohnya, penyu laut kerap memakan kantong plastik yang mengapung di air karena bentuknya menyerupai ubur-ubur, salah satu makanan utama mereka. Ketika plastik ini tertelan, tubuh hewan tidak dapat mencernanya, sehingga plastik tetap berada dalam sistem pencernaan mereka.
Kondisi ini memicu rasa kenyang palsu pada hewan-hewan tersebut, mengurangi asupan makanan bergizi yang sebenarnya mereka butuhkan. Akibatnya, hewan laut bisa mengalami malnutrisi yang parah dan, dalam banyak kasus, kematian.
Selain itu, plastik yang tertelan melepaskan racun ke dalam tubuh hewan laut, menyebabkan gangguan kesehatan yang serius. Racun tersebut dapat terserap dalam jaringan tubuh, memicu masalah kesehatan kompleks, seperti kerusakan organ dan gangguan reproduksi, yang dapat mengancam populasi hewan laut secara keseluruhan.
2. Kerusakan habitat laut
Habitat laut yang sehat merupakan prasyarat penting bagi pertumbuhan dan kelangsungan hidup berbagai spesies di lautan.
Namun, penumpukan sampah plastik di ekosistem laut, seperti pada terumbu karang dan padang lamun, menyebabkan kerusakan fisik serius. Plastik yang menempel dan menutupi dasar laut dapat merusak habitat kritis ini, menghambat kemampuan terumbu karang untuk mendapatkan cahaya serta nutrisi yang dibutuhkan untuk tumbuh dan berkembang.
Akibatnya, keberlanjutan ekosistem laut terancam, yang secara langsung berdampak pada keseimbangan biodiversitas laut.
Terumbu karang adalah salah satu ekosistem laut paling produktif, menyediakan tempat berlindung, sumber makanan, dan area pemijahan bagi beragam spesies laut.
Namun, penumpukan sampah plastik, baik dalam ukuran besar maupun mikroplastik, yang menutupi atau melilit terumbu karang dapat secara signifikan menghambat pertumbuhan karang. Plastik yang tersangkut di terumbu menghalangi sinar matahari mencapai polip karang, yang membutuhkan cahaya untuk berfotosintesis dan memperoleh energi melalui hubungan simbiosis dengan alga zooxanthellae.
Kurangnya cahaya ini berdampak pada proses fotosintesis, sehingga karang mengalami kekurangan energi, menjadi lemah, dan rentan terhadap infeksi.
Selain itu, plastik yang menempel pada terumbu karang sering kali menjadi media bagi mikroorganisme patogen yang dapat menulari karang, meningkatkan risiko penyakit seperti sindrom jaringan putih (white syndrome). Penyakit ini menyebabkan jaringan karang memutih dan pada akhirnya mati, berujung pada penurunan kesehatan dan kelangsungan hidup ekosistem terumbu karang secara keseluruhan.
4. Tercemarnya rantai makanan
Mikroplastik yang mencemari lautan bisa dengan mudah masuk ke dalam tubuh berbagai organisme laut, mulai dari plankton hingga predator puncak.
Ketika plankton menelan mikroplastik, partikel-partikel ini terus berpindah dari satu tingkat trofik ke tingkat trofik berikutnya dalam rantai makanan. Ikan kecil yang memakan plankton tercemar ini akan dimakan oleh ikan yang lebih besar, dan proses ini terus berlanjut hingga mencapai predator puncak, termasuk manusia.
Saat manusia mengonsumsi ikan yang terkontaminasi, mikroplastik tersebut berpotensi masuk ke dalam tubuh kita.
Akumulasi mikroplastik dalam tubuh manusia dapat menimbulkan risiko kesehatan, terutama dalam mengganggu sistem endokrin, karena beberapa senyawa kimia pada mikroplastik dapat memengaruhi keseimbangan hormon dan menyebabkan gangguan metabolisme serta fungsi organ.
5. Pencemaran kimiawi
Selain masalah mikroplastik, sampah plastik di laut juga menimbulkan pencemaran kimiawi serius.
Plastik mengandung berbagai bahan kimia aditif, seperti pewarna, stabilizer, dan antioksidan, yang ditambahkan selama proses produksi dan berpotensi berbahaya bagi lingkungan. Ketika plastik terpapar air laut dan sinar UV, bahan kimia ini dapat larut ke dalam air, mencemari lingkungan laut dan mengancam ekosistemnya.
Biota laut yang secara tidak sengaja memakan plastik atau terpapar air laut yang tercemar bahan kimia berbahaya ini berisiko mengalami berbagai gangguan kesehatan. Senyawa beracun seperti PCB (polychlorinated biphenyls) dan dioxins yang terlepas dari plastik cenderung terakumulasi dalam jaringan tubuh ikan, mengakibatkan gangguan perkembangan, sistem saraf, dan reproduksi.
Akibatnya, pencemaran kimiawi ini tidak hanya membahayakan individu-individu dalam ekosistem laut, tetapi juga mengancam keberlanjutan populasi laut secara keseluruhan.
Proses pembersihan sampah plastik dari lautan memerlukan biaya yang sangat besar dan membutuhkan sumber daya manusia serta teknologi yang cukup kompleks, lho.
Misalnya, pemerintah dan organisasi lingkungan sering kali menggunakan kapal khusus untuk menarik sampah dari permukaan laut, atau menggunakan teknologi pemisah sampah otomatis.
Namun, meskipun upaya besar ini dilakukan, dampaknya hanya bersifat sementara. Sampah plastik terus menerus masuk ke laut setiap harinya, sehingga membuat pembersihan menjadi pekerjaan yang tidak pernah selesai. Inilah sebabnya mengapa solusi pencegahan yang lebih komprehensif sangat dibutuhkan.
7. Mengancam pariwisata
Siapa nih yang suka berkunjung ke pantai? Apabila pantai-pantai dipenuhi sampah plastik, tentu merusak pemandangan dan mengurangi daya tarik wisata. Di beberapa wilayah seperti Bali dan Kepulauan Seribu, polusi plastik telah berdampak pada jumlah wisatawan yang berkunjung.
Selain memengaruhi pendapatan dari sektor wisata, dampak plastik di laut juga mengancam perekonomian masyarakat lokal yang bergantung pada pariwisata, seperti para pedagang, pemandu wisata, serta penyedia jasa akomodasi.
Plastik, yang sebelumnya dipandang sebagai terobosan inovatif, kini telah berubah menjadi salah satu ancaman lingkungan yang harus kita hadapi. Maka dari itu, perlu adanya sinergi antara kebijakan dan perubahan perilaku masyarakat sebagai upaya preventif agar tidak memperburuk kondisi yang ada.
Yuk, bersama jaga dan lestarikan indahnya laut dan apa-apa yang terdapat di dalamnya!
Sumber:
feature image: Magnus Larsson/Getty Images/iStockphoto
Hari Kukang Internasional: Membangkitkan Kesadaran Anak Sekolah tentang Satwa Malam
Di tanggal 13 September, tepat dalam perayaan Hari Kukang Internasional, YIARI mendatangi sekolah untuk memberikan edukasi pengenalan dan konservasi kukang pada generasi muda.
Edukasi diberikan terutama pada mereka yang tinggal di sekitaran habitat satwa malam ini.
Suara ramai obrolan anak-anak terdengar jelas dari dalam kelas saat tim Edukasi dan Penyadartahuan YIARI datang ke Sekolah Dasar (SD) Malasari 01 di Desa Wisata Malasari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Ketika tim masuk, terdengar sorak ramai murid gabungan kelas 5 dan 6 SD menyambut kami semua. Antusias dan rasa penasaran terlihat jelas dari mimik muka anak-anak ini melihat kedatangan kami.
Kebetulan, Desa Malasari berada dekat dengan kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS), di mana habitat kukang dan satwa liar lainnya berada.
Pemaparan materi tentang primata kepada siswa-siswi di SDN Malasari 01 (M. Kafka A. Caisarian | YIARI)
Tim menyambut anak-anak di dalam kelas sambil kemudian memberikan materi edukasi.
Tatapan mereka fokus pada layar proyektor, memandangi tulisan dan video tentang pengenalan kukang. Terdengar “ooh dan “ahh” dari mulut-mulut kecil mereka. Anak-anak pun dengan semangat menjawab berbagai pertanyaan dari pemateri terkait kukang.
Untuk meningkatkan rasa antusias mereka, tim juga memberikan hadiah bagi murid yang dapat menjawab pertanyaan atau mengajukan pertanyaan.
Boneka dan poster edukasi diberikan pada murid-murid yang berani mengacungkan tangan. Setelah edukasi materi selesai, tim membagikan lembaran kertas mewarnai bergambar kukang pada murid. Dengan cekatan, tangan-tangan mereka mulai mewarnai menggunakan pensil warna dan crayon.
Kegiatan fun games mewarnai gambar primata kukang dalam rangka peringatan hari kukang sedunia (M. Kafka A. Caisarian | YIARI)
Pak Wahyu, Kepala sekolah SD Malasari 01, sangat senang dengan adanya kegiatan edukasi tentang satwa liar di sekolahnya.
“Kegiatan edukasi satwa liar ini baru pertama kali di SD Malasari. Saya menilai edukasi ini penting, apalagi kami kan tinggal di sekitar hutan dimana satwa liar masih banyak tinggal,” ujarnya.
Penyerahan media edukasi kepada pihak sekolah SDN Malasari 01 (M. Kafka A. Caisarian | YIARI)
Beliau juga mengatakan, keberlanjutan edukasi perlu dilakukan pada masyarakat karena masih banyak orang yang belum mengetahui informasi tentang satwa liar.
“Bagaimana mau melindungi, kalau orang-orang saja tidak tahu apa itu satwa liar, apalagi kukang yang tinggal malam hari,” tambah Pak Wahyu.
Pak Wahyu berharap, kegiatan edukasi seperti ini dapat terus dilakukan di sekolah-sekolah, khususnya di SD Malasari.
“Saya harap kegiatan ini tidak hanya dilakukan sekali, bagusnya bisa ada tiap bulan agar anak-anak tidak lupa dan bisa terus mengaplikasikannya di kegiatan sehari-hari,” tuturnya.
Kegiatan pun diakhiri dengan foto bersama di depan sekolah. Senyum mereka terkembang saat meneriakan semangat perlindungan kukang, “STOP Kekang Kukang!” di depan kamera.
Langkah-langkah para generasi muda ini kembali ke rumah, membawa semangat dan ilmu yang mereka dapatkan di sekolah.
Harapan Baru Ucil: Rela Berhenti Sekolah Demi Keluarga
Nama saya Perdi, biasa dipanggil Ucil. Saya berasal dari Dusun Beloyang Mentatai, tepatnya di kecamatan Menukung, Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat. Saya adalah anak pertama dari tiga bersaudara. Usia saya saat ini 15 tahun.
Sebagai anak pertama, saya rela tidak melanjutkan sekolah demi mencari uang. Ini saya lakukan agar bisa membantu keluarga, terutama menyekolahkan kedua adik saya. Jujur, saya tidak bisa berharap banyak dari kedua orangtua. Meski mereka juga bekerja, sekolah adik-adik saya tidak begitu diperhatikan.
Kadang, saya merasa sedih karena kami tidak punya apa-apa. Saya juga iri sama kawan-kawan yang dengan mudahnya meminta ke orangtuanya. Saya justru harus bekerja mati-matian, baru bisa mendapatkan apa yang saya mau.
Saya berhenti sekolah sejak kelas tiga SD. Iri sebenarnya melihat orang-orang yang punya gelar SMA atau sarjana. Sedangkan saya, menulis saja kesulitan. Saya pernah menangis sendiri, memikirkan kehidupan saya yang seperti ini.
Kegiatan Mini Pameran Kahiu Academy, Ucil pertama kali melakukan presentasi didepan umum terkait konservasi dan kerusakan hutan (Tim edukasi | YIARI)
Anak Sekecil itu Terpaksa Kerja Kayu
Sejak kecil, saya terpaksa ikut kerja kayu. Awal kerja kayu, saya bertugas membantu menyapu membersihkan serpihan. Upahnya hanya 25 ribu per hari. Dua tahun setelahnya saya belajar memikul kayu.
Karena saya masih kecil, saya diberi tugas memikul balok kayu ukuran 4 meter dan tebal 10 cm. Dalam sebulan saya rata-rata bisa memikul 100 batang. Jika produksi sedang ramai, bisa sampai 200 batang per bulan.
Penghasilan yang didapat dari pikul kayu dalam sebulan bisa mencapai 4 juta. Tapi bersih yang bisa saya bawa pulang hanya setengahnya saja karena biaya-biaya lain. Setiap balok yang saya pikul sebenarnya dihargai 80 ribu, tapi itu harus dibagi lagi dengan tukang potong.
Selama bekerja kayu, kaki kiri saya pernah sobek terkena kayu. Kalau saya ingat-ingat, bisa saja kaki saya patah waktu itu.
Kerja kayu memang memberikan penghasilan lumayan, itu juga kalau kuat badannya. Kalau sudah tua atau tenaga kurang, sudah pasti tidak banyak yang bisa diambil. Lama-lama, kerja kayu tidak bisa diandalkan. Belum lagi resiko kerjanya.
Kegiatan menanam padi di pulau rangkong saat praktek lapangan kelas pertanian di Kahiu Academy (Tim edukasi | YIARI)
Kesempatan untuk Belajar
Tuhan sepertinya menunjukkan jalan buat saya. Tuhan memberikan saya kesempatan sekali lagi untuk belajar bersama Kahiu Academy. Di Kahiu, saya punya teman baru. Bahagia bisa tertawa dan bercanda bersama mereka. Di program ini, saya banyak belajar hal baru, menambah ilmu dan pengalaman.
Awalnya memang tidak mudah. Saya merasa malu. Hanya lulusan kelas 3 SD. Sikap dan perilaku saya labil dan mudah emosi. Saya senang bisa bercanda dengan teman-teman, tapi saya juga mudah tersinggung. Sikap ini kadang membuat suasana menjadi tidak nyaman bagi teman-teman.
Atas bimbingan kak Dieka dan kakak-kakak di YIARI, saya banyak belajar untuk lebih terbuka. Belajar meminta maaf. Teman-teman juga banyak membantu. Mendukung saya belajar menulis. Membuat saya jadi lebih percaya diri.
Apa yang saya dapat di Kahiu tidaklah sia-sia. Saya bisa komputer. Belajar mengetik, meski lama karena jari-jarinya belum terbiasa. Saya belajar membuat presentasi. Saya juga belajar membuat rencana finansial. Belajar fotografi, juga belajar edit desain menggunakan Canva.
Di salah satu tugas tentang rencana masa depan, saya tuliskan di presentasi, mau buka usaha foto dan kafe, kelak. Tapi baru-baru ini, saya pikir untuk mencoba berkebun. Setelah mendapatkan pelatihan pertanian dari pak Eko, saya rasa ini bisa dilakukan sepulang nanti ke dusun. Kami punya tanah, sayang kalau tidak dimanfaatkan.
Saya sudah coba hitung-hitung. Hasil panen dari bertani pasti selalu habis diambil oleh pasar di Serawai dan Menukung. Kalau ini bisa dijalankan dengan serius, pasti bisa jadi penghasilan tetap setiap bulannya.
Untuk jalankan usaha ini, saya juga bisa ajak kedua orangtua bantu kerja di kebun. Saya berharap, hasil yang didapat dari berkebun nantinya bisa membantu adik saya melanjutkan sekolahnya, lulus hingga SMA atau jadi sarjana. Atau, mewujudkan rencana masa depan saya, buka kafe.
Semoga ini menjadi jalan baik bagi saya dan keluarga.
Kegiatan Mini Pameran Kahiu Academy (Tim edukasi | YIARI)
Tentang Kahiu Academy
Kahiu Academy merupakan program pembinaan dan peningkatan keterampilan yang dikhususkan bagi remaja. Program ini menyasar remaja putus sekolah atau lulusan setingkat SMA, yang masih memiliki motivasi untuk belajar dan mengembangkan kemampuan diri. Saat ini, Kahiu Academy telah terlaksana hingga batch kedua, dengan jumlah keterlibatan sebanyak 35 peserta.
Peserta Kahiu Academy berasal dari berbagai desa mitra YIARI di Kabupaten Ketapang dan Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat. Kegiatan berlangsung selama empat bulan, dengan beragam pelatihan dan keterampilan seperti komputer, bahasa Inggris, penerapan pertanian, teknik las, mengemudi, dan lainnya. Selain itu, ada juga kelas-kelas yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan serta pengembangan sikap dan perilaku positif terhadap diri sendiri, juga bagi konservasi alam.
Selepas dari Kahiu, peserta diharapkan dapat lebih mandiri untuk mengembangkan potensi diri di dunia usaha, bekerja, melanjutkan pendidikan, ataupun bidang lainnya yang bisa diterapkan sesuai dengan minatnya.