Tentang
Program
Cerita Publikasi Bergabung
Donasi

Yayasan IAR Indonesia

Silakan atur halaman utama di Settings → Reading → Your homepage displays dan pilih A static page, lalu pilih halaman dengan template Home.

Ibu Lina Kartasasmita, Menginspirasi Lewat Pendidikan

Siapa bilang pendidikan itu membosankan? Ibu Lina Kartasasmita membuktikan sebaliknya!

Sebagai seorang ibu, guru dan life coach, Ibu Lina telah menjelajahi dunia pendidikan dengan penuh dedikasi. Mulai dari mengajar akuntansi sampai menjadi guru bahasa dan life coach, Ibu Lina selalu berusaha membuat dampak positif bagi murid-muridnya dan masyarakat luas.

Yuk, kenali dan simak perjalanan inspiratif Ibu Lina!

Latar Belakang Kecintaannya pada Pendidikan

Terinspirasi dari keluarganya

Perempuan kelahiran tahun 1966 ini mendapatkan inspirasi pendidikan dari keluarganya sejak dini. Kakeknya adalah seorang guru bahasa Indonesia untuk orang-orang Belanda di zaman penjajahan, dan salah satu kakaknya juga mengikuti jejak tersebut dengan menjadi guru.

Namun, inspirasi terbesarnya adalah dari ayahnya, pendiri sekolah swasta Dhammasavana di Jakarta, yang menekankan pentingnya pendidikan.

Ayah Ibu Lina selalu berpesan, “Yang bisa mengubah hidup kamu adalah belajar. Hanya pendidikan yang bisa membawa kamu lebih maju.” selain menjadi doktrin keluarga, pesan ini juga menumbuhkan semangat belajar dalam diri Ibu Lina yang berkelanjutan hingga saat ini.

Ibu Lina yakin ilmu pengetahuan adalah kunci untuk mengubah hidup seseorang dan berbagi ilmu adalah cara untuk memperkuat komunitas. Pengajaran dari ibunya juga menegaskan hal ini, “Kalau orang sakit kita sembuhkan, hari itu saja ia sembuh dan bisa sakit lagi. Tapi kalau kamu mendidik seseorang, ilmunya akan digunakan seumur hidupnya untuk mencari nafkah dan mengajar anak-anaknya.”

Dalam sebuah wawancara daring, Ibu Lina juga menyampaikan, “Kalau saya kasih orang uang, mungkin habis dalam sekejap. Tapi kalau saya kasih dia ilmu, itu akan berkepanjangan dalam hidupnya. Ilmu yang dibagi tidak akan pernah habis.”

Terbiasa mengajar di sekolah sejak kecil

Ibu Lina telah mengenal dunia pendidikan sejak usia muda, meneladani semangat ayahnya. Semenjak duduk di bangku SMP dan SMA, ia telah aktif mengambil peran dalam dunia pendidikan, tidak hanya sebagai siswa tapi juga sebagai pengajar.

Ibu Lina sering kali dipercaya untuk menggantikan guru akuntansi di sekolah yang didirikan oleh ayahnya, serta menjaga kestabilan kelas saat guru berhalangan hadir.

Selain tugas-tugas resmi, Ibu Lina juga mencari cara untuk menambah uang jajannya dengan mengajarkan pelajaran kepada teman-temannya. Kecintaannya terhadap pengajaran ini ternyata menurun kepada anak-anaknya, yang juga mengikuti jejaknya dengan mengajari teman-teman mereka di sekolah.

Bagi Ibu Lina, mengajar adalah panggilan hati, terutama dalam mendidik generasi muda yang tanpa bimbingan yang tepat. Menurutnya, kunci dari pendidikan efektif terletak pada kecocokan antara guru dan murid; tanpa adanya kesesuaian tersebut, proses belajar mengajar tidak akan berlangsung dengan efektif. 

Terinspirasi dari banyak tokoh inspiratif dunia

Inspirasi Ibu Lina juga didapatkan dari berbagai tokoh besar dunia yang memiliki visi perubahan positif.

Margaret Thatcher menginspirasinya dengan ketangguhan sebagai pemimpin perempuan, sementara Mahatma Gandhi mengajarkan pentingnya kesederhanaan dan keberanian dalam memperjuangkan keadilan.

Di sisi lain, Lee Kuan Yew memengaruhi pandangan Ibu Lina mengenai pentingnya pendidikan sebagai pilar kemajuan bangsa. Ia juga mengambil hikmah dari ajaran Lao Tzu tentang kedamaian batin dan hidup secara otentik.

Inspirasi dari tokoh-tokoh tersebut membentuk cara Ibu Lina dalam mengajar, melatih, dan berinteraksi dengan orang lain. Dengan mengikuti pemikiran dan tindakan mereka, ia berusaha menjadi pendidik dan pembimbing yang mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat, baik di Indonesia maupun di komunitas internasional.

Tantangan yang Dihadapi Ibu Lina

Pelatihan Manajemen Keuangan Ibu Lina kepada siswa penerima beasiswa Kahiu (Muffidz Ma’sum | YIARI)

Perjalanannya mengenyam pendidikan sampai menjadi pengajar tidak selalu mulus, banyak tantangan yang harus dihadapi oleh Ibu Lina.

Menjadi kaum minoritas

Menghadapi statusnya sebagai minoritas ganda di Indonesia, Ibu Lina menjalani tantangan besar dalam mengejar pendidikan tinggi.

Pada waktu itu, masuk ke universitas negeri sangat sulit bagi beliau, sehingga beliau memilih untuk melanjutkan studi di jurusan akuntansi di sebuah universitas swasta.

Dalam menghadapi diskriminasi dan kesulitan lainnya, Ibu Lina tidak pernah menyerah. Dengan tekad kuat, ketekunan, dan dukungan tidak tergoyahkan dari keluarganya, beliau berhasil mengatasi tantangan tersebut.

Ibu Lina berbagi filosofinya dalam pendekatan pendidikan,

“While I do it, I do it my best. Saya lakukan yang terbaik dengan apa yang saya punya, yang saya bisa. Ketika bertemu murid baru, saya selalu bilang, ‘I’m not only your teacher, I can also be your friend. Doing something good is good karma. Kalau saya melakukan kebaikan untuk mereka, you don’t owe me, the universe owes me.’ Saya percaya, ketika saya melakukan kebaikan, menolong seseorang, bukan berarti orangnya harus membayar ke saya, tetapi saya menghutangi Tuhan. Tuhan yang akan membayar balik kebaikan itu kepada saya.”

Tinggal di negeri orang

Pada awal tahun 2000-an, ketika suaminya mendapat penugasan selama tiga tahun ke Amerika Serikat, Ibu Lina dihadapkan pada tantangan sekaligus peluang berharga. Keputusan untuk meninggalkan Indonesia dan menetap di luar negeri tidaklah mudah, terutama mengingat anak-anaknya yang sedang dalam fase penting pertumbuhan.

Tinggal di Amerika membawa tantangan besar dalam adaptasi budaya dan bahasa untuk keluarga Ibu Lina.

Selain menghadapi kesulitan pribadi dan bertanggung jawab mengurus keluarga di negara yang asing, Ibu Lina juga dihadapkan pada tantangan profesional dalam menemukan peran yang sesuai dengan keahliannya. Namun, daripada menyerah, Ibu Lina melihat ini sebagai kesempatan untuk berkembang.

Di tengah tantangan tersebut, Ibu Lina mengambil inisiatif mengajar Bahasa Indonesia untuk ekspatriat. Selanjutnya, ia meningkatkan kualifikasi profesionalnya dengan mendapatkan sertifikat MBA dari sebuah universitas terkemuka dan mengikuti program executive coaching di University of Cambridge.

Melalui upaya dan ketekunan ini, Ibu Lina berhasil menyesuaikan diri dengan kehidupan baru di Amerika, sekaligus menambahkan dimensi baru pada kariernya.

Berhadapan dengan murid berkepala batu

Dalam perjalanan kariernya sebagai pendidik, Ibu Lina sering berhadapan dengan tantangan unik: murid yang memiliki keyakinan yang salah namun kuat.

Namun, dengan kesabaran dan pendekatan yang tepat, Ibu Lina berhasil memperbaiki kesalahpahaman mereka. Misalnya, ada kalanya seorang murid bersikeras bendera Indonesia berbentuk lingkaran, tetapi dengan sabar Ibu Lina mampu menyajikan bukti sejarah yang akurat untuk mengoreksi pandangan tersebut.

Selama bertahun-tahun, Ibu Lina telah mengajar ribuan siswa dari berbagai latar belakang, tidak hanya di Indonesia tetapi juga di luar negeri. Di antara murid-muridnya terdapat ekspatriat dari perusahaan besar seperti Chevron dan Kedutaan Besar Spanyol, serta remaja dan anak-anak dari desa-desa terpencil di Kalimantan yang belajar melalui Kahiu Academy.

Pengalaman ini memperluas wawasan Ibu Lina tentang keberagaman pelajar, serta memperkaya metode pengajarannya yang kini lebih inklusif dan efektif.

Berbagai Kontribusi Sosial Ibu Lina

Mendirikan komunitas membaca

Pada tahun 2018, Ibu Lina bersama dua teman dan kedua anaknya, mendirikan Lit & Coffee, sebuah klub buku yang berkomitmen untuk menggalakkan kegemaran membaca dan berdiskusi di kalangan generasi muda. Komunitas ini menyelenggarakan diskusi rutin mengenai berbagai genre buku, dan tidak lama kemudian, mereka juga memulai diskusi film.

Sejak awal, Lit & Coffee menawarkan suasana yang inklusif dengan tidak menerapkan sistem keanggotaan, sehingga semua diskusi terbuka untuk umum dan mengundang siapa saja yang berminat.

Kegiatan diskusi ini awalnya dilakukan secara tatap muka. Namun, dengan keinginan peserta untuk meningkatkan frekuensi pertemuan, kegiatan mulai beralih ke platform seperti Zoom. Keputusan ini memungkinkan fleksibilitas lokasi dan waktu, yang berdampak pada peningkatan antusiasme dan jumlah partisipan.

Diskusi daring pun telah menarik minat peserta dari berbagai daerah di Indonesia seperti Batam dan Banda Aceh, serta beberapa partisipan dari luar negeri.

Membimbing kemampuan softskill siswa Kahiu Academy

Pelatihan Manajemen Keuangan Ibu Lina kepada siswa Kahiu Academy (Muffidz Ma’sum | YIARI)

Kontribusi Ibu Lina lainnya adalah keterlibatannya dengan Kahiu Academy, sebuah program beasiswa pendidikan keterampilan gagasan YIARI sejak 2022.

Dalam sesi pelatihannya, Ibu Lina mengajarkan teknik dasar pengelolaan uang dan menekankan pentingnya literasi keuangan bagi pemuda, membantu mereka memahami cara mengelola keuangan dengan bijak.

Kahiu Academy berkomitmen untuk membekali siswanya dengan berbagai keterampilan esensial yang dibutuhkan untuk sukses di masa depan. Program ini mencakup pembelajaran akademis, kepemimpinan, dan keuangan. Sebelum mengajar di Kahiu Academy, Ibu Lina juga telah memberikan pelatihan public speaking dan pengelolaan keuangan kepada staf YIARI.

Perannya sebagai pendidik dan life coach memberikan kepuasan tersendiri ketika melihat murid-muridnya berhasil dan berkembang. Ibu Lina percaya pendidikan holistik yang mencakup pembelajaran akademis, keterampilan hidup, dan literasi keuangan adalah kunci untuk membenahi hidup seseorang.

Ia juga melengkapi diri dengan pengetahuan literasi keuangan. Baginya, membenahi hidup orang itu tidak hanya pada perasaan, pikiran, dan mindset-nya, tapi juga bagaimana mengelola keuangan.

Bertekad untuk Terus Mengemban dan Berbagi ilmu

Ibu Lina punya impian besar: ia ingin terus menjadi sumber inspirasi dan manfaat dengan membagikan ilmunya dan menyediakan pendidikan berkualitas yang mudah diakses oleh semua anak di Indonesia.

Dalam upaya untuk memperluas jangkauannya, Ibu Lina berencana untuk menulis buku tentang parenting dan pendidikan, serta ingin meningkatkan jumlah kelas online yang diselenggarakannya untuk menjangkau lebih banyak murid.

Ibu Lina percaya belajar adalah kunci untuk tetap awet muda dan semangat. “Saya percaya anti penuaan itu bukan krim. Anti penuaan itu belajar. Selama kita belajar, kita tetap awet muda. Karena kita selalu memiliki tujuan baru yang ingin dicapai esok hari. Selalu ada sesuatu yang ingin kita kejar dalam hidup,” ujarnya dengan penuh semangat.

Sebagai seorang pendidik dan life coach, Ibu Lina Kartasasmita telah memberikan dampak yang signifikan dan positif bagi banyak orang. Kisah hidupnya mengajarkan kita tentang pentingnya pendidikan, kesabaran, dan semangat untuk terus belajar serta berbagi.

Melalui dedikasinya, Ibu Lina menjadi contoh nyata bagaimana pendidikan dapat mengubah hidup seseorang dan bagaimana berbagi ilmu pengetahuan dapat memberdayakan komunitas.

Ingin belajar lebih banyak dari Ibu Lina? Sobat #KonservasYIARI bisa menghubungi beliau melalui Linked in atau Instagram beliau ya! 😄

***

Tentang Kahiu Academy

Kahiu Academy merupakan sebuah program beasiswa gagasan YIARI sejak 2022.  Program berupa pendidikan keterampilan bagi remaja putus sekolah hingga lulusan SMA dari desa-desa dampingan YIARI di Ketapang, Kalimantan Barat. Tujuan utama Kahiu Academy ialah memberikan pendidikan berkualitas anak-anak desa yang berbatasan dengan hutan untuk mendapatkan keterampilan yang bermanfaat, menghindari pekerjaan ilegal, dan meningkatkan kualitas hidup mereka.

Peluang Beasiswa Kuliah di Politeknik Negeri Ketapang

Halo #SobatIAR.

Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI), PT. Mohairson Pawan Khatulistiwa (PT. MPK), dan Politeknik Negeri Ketapang (Politap) bekerjasama membuka peluang beasiswa kuliah di Politeknik Negeri Ketapang melalui program “Afirmasi Desa Tertinggal melalui KIP Kuliah” untuk 15 orang.

Beasiswa ini terbuka untuk program Diploma 3 dan Program Sarjana Terapan (Diploma 4). Program-program tersebut di antaranya adalah D3 Pemeliharaan Mesin, D3 Teknologi Pertambangan, D3 Teknologi Hasil Perkebunan, D3 Teknologi Informasi, D3 Agro Industri, D3 Teknologi Listrik, D4 Teknologi Rekayasa Konstruksi Jalan dan Jembatan, Teknologi Produksi Tanaman Perkebunan.

Persyaratan Beasiswa

  1. Uang SPP hingga selesai kuliah
  2. Biaya hidup setiap bulan selama masa kuliah

Tahapan Seleksi Beasiswa

  1. Seleksi administrasi 15-20 Juli 2022
  2. Seleksi wawancara 21-22 Juli 2022
  3. Pengumuman kelulusan 23 Juli 2022

Persyaratan Beasiswa

  1. Memiliki NISN (Nomor Induk Siswa Nasional)
  2. Lulusan SMA, MA, SMK, atau Paket C yang lulus pada tahun 2022, 2021, 2020 di wilayah Kabupaten Ketapang
  3. Maksimal umur 21 tahun pada tanggal 14 Juni 2022
  4. Menyertakan Surat Keterangan Tidak Mampu atau Fotokopi Kartu Indonesia Pintar atau Fotokopi Kartu Program Keluarga Harapan (sertakan salah satu)
  5. Menyertakan Surat Keterangan Penghasilan Orang Tua
  6. Menyertakan Fotokopi Rapor dari Kelas X hingga Kelas XII SMA atau MA atau SMK
  7. Menulis essai terkait isu lingkungan, satwa dan pemberdayaan masyarakat sekitar hutan (Tulisan tangan, minimal 1 halaman kertas folio bergaris)
  8. Bersedia mengisi surat pernyataan bersedia menjalankan program beasiswa hingga lulus kuliah
  9. Bersedia mengikuti kegiatan YIARI selama weekend dan libur semester
  10. Bersedia menjalani Magang di YIARI selama 1 tahun, setelah menyelesaikan pendidikan
  11. Diutamakan yang berasal dari pinggiran Kota Ketapang atau pelosok Kabupaten Ketapang
  12. Surat Keterangan Sehat dari Dokter
  13. Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK)
  14. Surat Keterangan Bebas Narkoba

Tata Cara Pendaftaran

Unduh formulir pendaftaran di:
https://bit.ly/formulir_pendaftaran_calon_mahasiswa_KAHIU

Pendaftaran bisa dilakukan secara online maupun offline:
Email: ketapangrecruitment@internationalanimalrescue.org dengan subject #Beasiswa
atau mengirimkan/mengantarkan langsung ke alamat
Kantor YIARI Ketapang
Jln. Ketapang – Tanjungpura KM 1,3 Dusun Pematang Merbau, Desa Sungai Awan Kiri, Kecamatan Muara Pawan, Kabupaten Ketapang 78813

Batas akhir pendaftaran beasiswa 20 Juli 2022 Pukul 24.00 WIB

Informasi lengkap hubungi:
+62 856-5237-3497 (Kantor YIARI)
+62 811-5700-181 (Edukasi YIARI)

Memberi Kesempatan Anak-Anak Meraih Masa Depan

Di masa pandemi seperti ini, anak-anak menjadi kelompok dari masyarakat yang terbilang paling merasakan kesulitan. Di usia mereka, anak-anak seharusnya mengalami momen-momen bermain di luar, bersekolah, berinteraksi dengan kawan-kawan seusianya, bersosialisasi, namun semua itu harus diredam karena dunia tengah dilanda virus Covid-19 yang hingga sekarang belum ditemukan solusi pengobatannya.

Salah satu momen yang paling hilang dari anak-anak ini adalah pendidikan. Sekolah kini harus berevolusi menggunakan sistem daring. Tentu saja untuk Indonesia, sistem ini masih belum bisa dijalankan secara ideal. Banyak daerah yang belum memiliki akses internet. Belum lagi dari sisi piranti, masih tak terhitung banyaknya anak-anak di pedalaman yang belum mengetahui komputer apalagi menggunakannya.

Melihat kenyataan ini, tim edukasi di International Animal Rescue (IAR) Ketapang mengadakan program pelatihan pengetahuan dasar tentang pengoperasian komputer kepada anak-anak di desa-desa penyangga taman nasional, yang dalam hal ini adalah Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya (TNBBBR), yaitu Desa Mawang Mentatai dan Desa Nusa Poring, Kecamatan Menukung, Kabupaten Melawi Kalimantan Barat. Kegiatan yang dimulai sejak 3 Februari 2021 ini difasilitasi IAR Indonesia dengan menyediakan 10 unit laptop dan seperangkat genset, UPS, dan stabilizer. Di tahap awal, pelatihan ini memberikan dasar-dasar pengoperasian komputer dan penggunaan Microsoft Office seperti Word, Excel, dan Power Point.

Anak-anak yang mengikuti kegiatan ini terlihat sangat antusias dalam mempelajari komputer. Sesekali, mereka bertanya pada para pengajar mengenai program yang sedang ia tekuni. Para pengajar pun dengan senang hati memberi mereka arahan kepada mereka. Anak-anak yang berusia 10-17 tahun ini sangat senang untuk mengulik-ulik berbagai macam program di komputer, seperti program mengetik dan menggambar.

Program ini diintegrasikan dengan kegiatan belajar mengajar di sekolah, menyasar siswa-siswi sekolah dasar dan menengah serta anak putus sekolah. Selain untuk menyiapkan anak-anak dan remaja di kedua desa ini untuk bisa menghadapi era digital secara baik dan benar, serta mampu menumbuhkan kapasitas siswa dan remaja putus sekolah di bidang informasi teknologi sehingga mereka mempunyai keterampilan tambahan untuk mendapatkan pekerjaan yang lebih baik, program ini juga diharapkan bisa menjadi aktivitas positif untuk mengalihkan anak muda dari kegiatan yang bersifat merusak alam seperti mencari kayu hutan untuk dijual dan berburu satwa dilindungi.

Hasil survei sosial dan pendidikan yang dilakukan pada akhir tahun 2017 lalu di Desa Mawang Mentatai dan Nusa Poring, Kecamatan Menukung, Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat, menemukan fakta bahwa untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, masyarakat yang tinggal di dua desa penyangga ini masih sangat bergantung pada hutan.

Dengan kondisi ini, masyarakat pra sejahtera yang secara ekonomi masih sangat tergantung kepada hutan berpotensi merusak hutan bila eksploitasi alam yang tidak berkesinambungan terus berlanjut. Untuk mewujudkan masyarakat yang lebih sejahtera, salah satu faktor yang penting adalah adanya akses pendidikan yang layak dan memadai.

”Banyak anak-anak kita yang tidak dapat bersekolah lagi karena pandemi. Di perkotaan dengan infrastruktur yang sudah maju, sekolah tatap muka dapat digantikan dengan sekolah daring, tetapi tidak demikian dengan anak-anak kami di areal ini. Pandemi yang dibayangi dengan akses yang sangat terbatas terhadap kemajuan teknologi sangat menghambat pendidikan di area ini. Sangat tidak adil kalau kita tidak memberikan kesempatan yang lebih baik bagi mereka,” ujar Direktur Program IAR Indonesia, Karmele L. Sanchez.

“Dengan program ini, kami berharap anak-anak di dua desa penyangga ini bisa memiliki masa depan yang lebih baik. Anak-anak yang megikuti program ini sangat gembira mendapatkan kesempatan ini dan kami lebih bahagia lagi bisa melihat ana-anak ini belajar komputer untuk pertama kalinya. Kami yakin bahwa pendidikan adalah tumpuan untuk masa depan yang lebih baik dan anak-anak adalah masa depan kita dan masa depan dunia,” jelasnya lagi.

Untuk program yang baru diadakan pertama kali ini, IAR Indonesia bekerjasama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Melawi mengadakan program pelatihan komputer di dua desa penyangga Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya, yaitu Desa Mawang Mentatai dan Desa Nusa Poring, Kecamatan Menukung, Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat.

Program ini disambut baik oleh mitra pemerintah setempat. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Melawi, Drs. H. Joko Wahyono M.Si menyatakan dukungannya terhadap program ini dengan menerbitkan surat rekomendasi untuk sekolah sekolah yang berada di Desa Nusa Poring dan Mawang Mentatai. “Kami mendukung kegiatan ini dan mengarahkan para guru yang mampu mengoperasikan komputer untuk dapat membantu program ini serta guru yang belum mampu diharapkan turut serta mengikuti program ini,” ujarnya. “Kami juga meminta semua siswa yang masuk kriteria untuk mengikuti program ini dan kami akan memberikan sertifikat kepada siswa yang telah mengikuti pelatihan ini dengan baik sampai selesai,” jelasnya lagi.

Bantuan bagi pendidikan generasi muda, tak hanya IAR Indonesia lakukan dalam bentuk pelatihan komputer. Sejak awal tahun 2020, kami memberikan beasiswa pendidikan kepada anak-anak di desa Mawang Mentatai dan Nusa Poring untuk 18 anak yang terdiri dari 14 anak perempuan dan empat anak lelaki.

Selain bantuan pendidikan formal, kami juga melakukan kegiatan dan pengajaran berbasis kepedulian lingkungan bagi para generasi muda. Salah satunya, untuk menumbuhkan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan, IAR Indonesia mengajak anak-anak dari Taman Baca Sir Michael Uren bersama dengan masyarakat dan wisatawan pantai untuk berkolaborasi mengadakan aksi bersih pantai di Pantai Pantai Tanjung Belandang, Kalimantan Barat.

Dengan terlaksananya program-program edukasi ini, IAR Indonesia berharap besar bahwa para generasi muda mendapatkan pendidikan yang lebih baik sehingga dapat meningkatkan kemampuannya. Diharapkan pula niat baik ini dapat dijadikan titik tolak untuk penumbuhan kepedulian baik bagi masyarakat secara umum maupun generasi muda secara khusus terhadap pentingnya menjaga lingkungan hidup di wilayahnya. Dukungan dari segala pihak sangat dihargai supaya para generasi muda berpotensi ini dapat tumbuh menjadi pelindung lingkungan yang hebat.