Di Antara Data, Alam, dan Pembelajaran: Perjalanan Magang dan Penelitian Esa di YIARI
Halo, Sobat #KonservasiYIARI! Aku Siti Raesa, bisa panggil aku Esa, mahasiswi semester 8 dari Program Studi Rekayasa Kehutanan, Institut Teknologi Sumatera. Pada 20 Januari hingga 23 Mei 2025 aku menjalani magang sekaligus penelitian di Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI). Selama berada di YIARI, aku berkesempatan untuk belajar banyak kegiatan mulai dari pendampingan masyarakat sekitar hutan, edukasi, observasi di lapangan hingga pengolahan data hasil penelitian.
Awal Ketertarikan Magang dan Penelitian
Aku tertarik magang di YIARI karena aku ingin memahami lebih dalam tentang keanekaragaman tumbuhan, hal ini sejalan dengan judul penelitianku tentang keanekaragaman tumbuhan di Resort Batulima, yang merupakan salah satu Resort di Wilayah kerja YIARI. Selain itu menjadi bagian dari tim riset YIARI memberikan kesempatan bagiku untuk menerapkan ilmu kehutanan yang kupelajari di kampus dalam konteks nyata di lapangan. YIARI yang merupakan lembaga yang aktif di bidang konservasi dan penelitian ekologis memberikan lingkungan belajar yang ideak bagi mahasiswa seperti aku.
Kegiatan yang dilakukan selama magang
Selama magang aku terlibat dalam berbagai aktivitas disetiap divisinya, antara lain di divisi Community Development, melalui divisi ini aku terlibat langsung dalam berbagai kegiatan pendampingan masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan hutan, termasuk kelompok Gapoktan (Gabungan Kelompok Tani). Salah satu bentuk kegiatan yang rutin dilakukan adalah mengikuti rapat dan pengarahan bersama masyarakat, yang bertujuan untuk menyampaikan informasi, berdiskusi mengenai kebutuhan di lapangan, serta membangun kesepahaman terkait pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan.
Selain pendampingan kepada masyarakat, aku juga terlibat dalam kegiatan edukasi melalui program taman baca. Pada kegiatan ini aku ikut mendampingi anak-anak petani di sekitar hutan dengan mengajak mereka membaca buku, belajar bersama, serta melakukan aktivitas sederhana yang bersifat edukatif. Taman baca menjadi ruang yang menyenangkan bagi anak-anak untuk mengenal dunia literasi sekaligus menumbuhkan rasa ingin tahu mereka. Melalui kegiatan ini aku belajar bahwa upaya konservasi tidak hanya dilakukan di dalam hutan, tetapi juga melalui pembangunan sumber daya manusia, terutama sejak usia dini.

Pengalaman yang Berkesan
Salah satu momen yang paling membekas bagiku adalah saat terjun langsung melakukan pengamatan di dalam kawasan hutan. Kesempatan untuk melihat, mencatat, dan mendokumentasikan berbagai jenis tumbuhan dari pohon berukuran besar hingga vegetasi kecil yang memiliki peran penting dalam ekosistem membuatku semakin memahami betapa berharganya keanekaragaman hayati. Dari proses tersebut, aku juga belajar untuk lebih sabar dan teliti, terutama ketika harus mengenali spesies tumbuhan yang memiliki karakteristik serupa.
Di samping itu, aku mendapatkan pendampingan langsung dari tim YIARI yang berpengalaman. Mereka tidak hanya membimbing dalam aspek teknis penelitian, tetapi juga memberikan wawasan tentang keterkaitan antara keanekaragaman tumbuhan dengan strategi konservasi yang berkelanjutan dalam jangka panjang.

Pesan untuk Teman-Teman Mahasiswa
Untuk teman-teman yang sedang atau akan mengikuti magang atau penelitian: nikmati setiap prosesnya! Tantangan ada, tapi setiap langkah adalah pembelajaran yang berharga. Magang bukan hanya tentang mendapatkan pengalaman kerja, tetapi juga tentang memperluas wawasan, membangun keterampilan, dan menemukan arah di masa depan.
Artikel ini ditulis oleh Siti Raesa, mahasiswi Program Studi Rekayasa Kehutanan, Institut Teknologi Sumatera, sebagai bagian dari program magang di YIARI.