11 Fakta Kanguru Pohon, Satwa Unik Asli Papua
Jika berbicara tentang hewan yang memiliki kantung, nama kanguru atau koala mungkin langsung terlintas di pikiranmu.
Namun, tahukah kamu ada satu lagi hewan berkantung yang tak kalah menarik untuk dikenal? Ia adalah kanguru pohon, atau dikenal juga dengan sebutan unijo dalam bahasa lokal Papua.
Kanguru pohon (Dendrolagus sp.) merupakan kerabat dekat kanguru darat dari keluarga Macropodidae. Meski masih satu keluarga, keduanya memiliki perbedaan yang mencolok, terutama dalam hal bentuk tubuh, habitat, dan perilaku hidup.
Keunikan ini menjadikan kanguru pohon sebagai salah satu hewan khas Papua yang menakjubkan. Penasaran seberapa hebat kemampuan kanguru pohon dalam memanjat? Yuk, simak fakta-faktanya berikut ini!
11 Fakta Kanguru Pohon
1. Memiliki Kantung Seperti Kanguru Darat
Sama seperti “sepupunya” yang hidup di padang rumput, kanguru pohon (Dendrolagus sp.) juga termasuk mamalia berkantung alias marsupial. Kantung di bagian depan tubuhnya jadi tempat aman bagi si bayi kecil yang baru lahir. Ini semacam “ruang VIP” tempat mereka tumbuh sebelum siap melihat dunia luar.
Masa kehamilan kanguru pohon betina cuma sekitar 44 hari. Setelah itu, bayi mungil yang lahir dalam kondisi belum berkembang sempurna akan merangkak ke dalam kantung induknya dan menempel di puting susu selama kurang lebih tiga bulan.

Kanguru pohon bersama anaknya di dalam kantung. (pixabay.com)
Bayi akan tetap tinggal di kantung sampai usia tujuh bulan, lalu mulai keluar-masuk untuk belajar mandiri. Di usia sepuluh bulan, mereka benar-benar keluar dari kantung dan mulai disapih sekitar usia 13 bulan.
Begitu berumur 18 bulan, anak kanguru siap berpetualang sendiri dan membangun wilayahnya di hutan.
2. Hidup di Pepohonan (Arboreal)
Kalau kanguru darat jago melompat di tanah lapang, kanguru pohon justru jago memanjat. Hewan ini termasuk arboreal, artinya lebih banyak menghabiskan waktu di atas pepohonan.
Tubuhnya punya banyak penyesuaian biar bisa hidup di sana: kaki kuat, cakar tajam, dan ekor panjang nan berotot untuk menjaga keseimbangan.
Dengan gaya hidup di atas pohon, mereka bisa menjangkau makanan seperti daun muda, bunga, dan buah-buahan sambil menghindari predator darat seperti ular piton, dingo, rubah, atau kucing liar. Aman sekaligus efisien, kan?
3. Berukuran Lebih Kecil dari Kanguru Darat
Kalau dibandingkan dengan kanguru darat yang bisa setinggi manusia dewasa, ukuran kanguru pohon tergolong mungil. Rata-rata tingginya cuma sekitar 56–76 cm dengan berat 7–15 kg. Sementara kanguru darat bisa mencapai 1,5–2 meter dan berat hingga 90 kg.
Meski begitu, ukuran ini bisa berbeda-beda tergantung jenisnya. Misalnya, kanguru pohon Bennett jantan bisa mencapai 14 kg, sedangkan betinanya antara 8–10,6 kg. Jadi, walau tampak kecil, mereka tetap tangguh dan lincah di habitatnya.
4. Punya Ekor yang Panjang dan Kuat
Satu hal yang langsung terlihat dari kanguru pohon adalah ekornya yang panjang dan kuat. Ekor ini bukan cuma aksesori, fungsinya penting buat menjaga keseimbangan waktu mereka meloncat, memanjat, atau berpindah dari satu cabang ke cabang lain.
Kaki belakangnya juga tak kalah hebat: kokoh dan fleksibel, bikin mereka bisa bergerak cepat di antara pepohonan. Dengan kombinasi kaki dan ekor yang kuat, tak heran kalau kanguru pohon bisa disebut “atlet senam” hutan hujan tropis Papua.
Baca juga: 11 Fakta Unik Badak Sumatera, Badak Paling Kecil di Dunia!
5. Bulu Tebal dan Lembut
Sebagai hewan yang hidup di pepohonan dengan cuaca lembap, kanguru pohon punya bulu yang tebal dan lembut. Fungsi utamanya bukan cuma biar terlihat lucu, tapi juga sebagai “jaket alami” yang menjaga suhu tubuh mereka tetap stabil.
Bulu ini membantu mereka tetap hangat saat malam dan melindungi dari udara lembap khas hutan tropis.

Warna bulu mereka juga beragam tergantung spesiesnya. Misalnya, kanguru pohon Matschie punya bulu merah kecokelatan dengan garis gelap di punggungnya, sementara kanguru pohon Goodfellow tampil lebih mencolok dengan warna cokelat kemerahan dan semburat keemasan di bagian wajah, kaki, dan perut.
Selain indah, warna bulu ini juga membantu mereka berkamuflase di antara rimbunnya dedaunan.
6. Punya Cakar Tajam dan Melengkung
Hidup di pepohonan jelas butuh keahlian khusus, dan kanguru pohon sudah dibekali “alat panjat” yang mumpuni, yaitu cakar tajam dan melengkung. Cakar ini membantu mereka mencengkeram batang pohon, bergerak dari satu dahan ke dahan lain, dan menjaga keseimbangan saat beraktivitas di atas.
Selain itu, cakar tajam juga berfungsi sebagai alat pertahanan diri. Kalau merasa terancam oleh predator seperti elang, piton, atau pemburu manusia, mereka bisa menggunakan cakarnya untuk melawan atau memanjat cepat demi menyelamatkan diri.
7. Lebih Aktif di Malam Hari
Kanguru pohon termasuk hewan katemeral, artinya mereka bisa aktif siang maupun malam. Tapi, sebagian besar waktu aktifnya terjadi saat malam hari. Makanya mereka sering disebut nokturnal ringan.
Biasanya, di siang hari mereka memilih tidur santai di cabang pohon yang tinggi dan aman. Malam hari jadi waktu favorit untuk mencari makan atau menjelajah. Menariknya, pola aktivitas ini bisa berubah tergantung lokasi dan musim.
Misalnya, kanguru pohon Goodfellow lebih sering aktif malam hari, tapi bisa juga beraktivitas siang hari kalau kondisi hutan sedang tenang dan teduh.
8. Pemakan Tumbuhan yang Selektif
Walaupun tergolong herbivora, kanguru pohon ternyata pemilih soal makanan. Mereka tidak asal makan daun yang ditemui, tapi memilih jenis tertentu yang paling bergizi dan mudah dicerna.
Mengutip International Fund for Animal Welfare (IFAW), menu utama mereka terdiri dari daun muda, buah musiman, bunga, kulit kayu, dan akar tanaman. Biasanya mereka menghabiskan waktu berjam-jam memetik daun atau mencari buah di pepohonan.
Kadang, kalau sedang lapar atau makanan di atas pohon sedikit, mereka juga turun ke tanah untuk mencari tambahan makanan.
9. Lebih Suka Hidup Sendirian
Berbeda dengan beberapa hewan lain yang gemar hidup berkelompok, kanguru pohon justru termasuk hewan soliter alias penyendiri. Mereka biasanya hidup sendiri atau dalam kelompok kecil, misalnya antara induk dan anaknya.
Kebersamaan biasanya hanya terjadi saat musim kawin atau ketika induk sedang merawat bayi di dalam kantung. Di luar itu, masing-masing kanguru pohon akan menjaga wilayahnya sendiri dan cukup sensitif terhadap kehadiran hewan lain.
Dikarenakan sifatnya yang teritorial, mereka akan mempertahankan area jelajahnya dari individu lain yang mencoba masuk.
10. Penghuni Hutan Hujan Papua dan Australia
Kanguru pohon adalah penghuni setia hutan hujan tropis di wilayah Papua, Papua Nugini, dan bagian timur laut Australia. Mereka hidup di area yang rimbun dan lembap, mulai dari hutan dataran rendah hingga pegunungan tinggi dengan pepohonan lebat yang jadi tempat mereka beraktivitas.

Sampai saat ini, para peneliti telah mengidentifikasi 14 spesies kanguru pohon, di antaranya:
- Kanguru pohon huon (Dendrolagus matschiei)
- Kanguru pohon doria (Dendrolagus dorianus)
- Kanguru pohon dataran rendah (Dendrolagus spadix)
- Kanguru pohon goodfellow (Dendrolagus goodfellowi)
- Kanguru pohon tenkile (Dendrolagus scottae)
- Kanguru pohon vogelkop (Dendrolagus ursinus)
- Kanguru pohon wondiwoi (Dendrolagus mayri)
- Kanguru pohon seri (Dendrolagus stellarum)
- Kanguru pohon berambut Kusut (Dendrolagus inustus)
- Kanguru pohon lumholtz (Dendrolagus lumholtzi)
- Kanguru pohon bennett (Dendrolagus bennettianus)
- Kanguru pohon mantel emas (Dendrolagus pulcherrimus)
- Kanguru pohon dingiso (Dendrolagus mbaiso)
- Kanguru pohon ifola (Dendrolagus notatus)
Beberapa di antaranya bisa ditemukan di wilayah Papua, seperti kanguru pohon dingiso, vogelkop, wondiwoi, seri, berambut kusut, mantel emas, dan goodfellow.
Baca juga: Mengenal Lutung Jawa: Keunikan, Habitat, dan Ancaman Punah
11. Beberapa Spesiesnya Terancam Punah
Meski tampak kuat dan lincah, kenyataannya banyak spesies kanguru pohon kini berada dalam kondisi terancam punah. Menurut Daftar Merah IUCN (International Union for Conservation of Nature), status konservasi mereka bervariasi, dari hampir terancam hingga sangat terancam punah.
Berikut pembagian statusnya menurut IUCN:
- Hampir Terancam (Near Threatened): Kanguru pohon lumholtz, bennett
- Rentan (Vulnerable): Kanguru pohon doria, dataran rendah, vogelkop, seri, dan berambut kusut
- Terancam Punah (Endangered): Kanguru pohon huon, goodfellow, dingiso, dan ifola
- Sangat Terancam Punah (Critically Endangered): Kanguru pohon tenkile, wondiwoi, dan mantel emas
Menjaga Unijo, Si Penjaga Hutan dari Timur
Dari semua fakta di atas, jelas kalau kanguru pohon menjadi simbol kekayaan alam Papua yang luar biasa. Sayangnya, keindahan itu kini sedang terancam. Perburuan liar, hilangnya habitat karena pembukaan hutan, dan perubahan iklim membuat populasi mereka terus menurun.
Karena itu, menjaga kelestarian kanguru pohon bukan cuma tugas lembaga konservasi, tapi juga tanggung jawab kita semua. Mulai dari menyebarkan kesadaran, mendukung upaya perlindungan habitat, hingga tidak membeli atau memelihara satwa liar , langkah kecil kita bisa membawa dampak besar untuk keberlangsungan hidup mereka.
Mari kita jaga unijo, si kanguru pohon penjaga hutan Papua, agar tetap melompat lincah di antara pepohonan dan menjadi bagian dari alam Indonesia yang kaya selamanya.
Sumber dan Referensi:
- Woodland Park Zoo. Tree Kangaroo Conservation Program. [Buka]
- Australian Wildlife Society. Tree-Kangaroos. [Buka]
- Rain Forest Rescue. Tree Kangaroos. [Buka]
- International Fund for Animal Welfare (IFAW). Tree Kangaroos [Buka]
- Featured image: Kanguru pohon yang sedang beraktivitas di alam bebas. (unsplash.com/Kunal Kalra)