Hewan Nokturnal: Pengertian, Ciri, dan Contoh Spesiesnya
Mengintip kehidupan yang tersembunyi di balik tirai malam mungkin terdengar seperti adegan dari film misteri, tetapi ini adalah kenyataan sehari-hari bagi para hewan nokturnal.
Bayangkan memiliki kemampuan untuk melihat dengan jelas dalam gelap gulita, mendengar suara yang tidak terdengar oleh telinga manusia, dan bergerak hampir tanpa suara melalui dunia yang sunyi.
Dari rubah yang cerdik sampai cicak yang lincah di dinding rumah kita, kehidupan nokturnal ini menyimpan banyak keajaiban. Mari kita selami lebih dalam dan menemukan bagaimana para penghuni malam ini bisa bertahan dan berkembang dalam kegelapan!
Pengertian Hewan Nokturnal
Hewan nokturnal adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan spesies yang aktif terutama selama malam dan istirahat di siang hari.
Kebalikan dari hewan diurnal yang aktif di siang hari, hewan nokturnal punya adaptasi khusus yang memungkinkan mereka beraktivitas di malam hari. Adaptasi ini bisa berupa penglihatan yang tajam di kegelapan, indera penciuman lebih sensitif, dan pendengaran yang sangat baik.
Keunggulan-keunggulan ini membantu mereka mencari makan, berburu mangsa, dan menghindari predator. Kemampuan untuk aktif di malam hari juga mengartikan hewan nokturnal bisa menghindari kompetisi langsung dengan hewan diurnal dalam mencari sumber daya alam.
Kehidupan nokturnal ini mencerminkan keunikan ekologi yang penting untuk dipahami dalam upaya konservasi, karena pola aktivitas mereka yang khusus ini sering kali membuat mereka rentan terhadap gangguan habitat dan perubahan lingkungan.
Mengapa Ada Hewan Nokturnal?
Berikut alasan adanya hewan nokturnal:
Menghindari predator
Banyak hewan nokturnal memilih untuk aktif di malam hari sebagai strategi untuk menghindari predator yang lebih banyak beraktivitas di siang hari. Kegelapan memberikan kamuflase alami yang membantu mereka terhindar dari penglihatan predator.
Suhu yang lebih dingin
Aktivitas di malam hari memungkinkan hewan-hewan ini menghindari suhu panas di siang hari, terutama di wilayah dengan iklim panas dan kering. Suhu malam yang lebih sejuk membantu mereka menjaga energi dan hidrasi tubuh.
Kompetisi pangan yang lebih rendah
Dengan beraktivitas di malam hari, hewan nokturnal dapat mengurangi persaingan atas sumber daya seperti makanan. Hal ini khususnya penting di ekosistem di mana sumber daya makanan terbatas dan banyak diperebutkan oleh hewan diurnal.
Efisiensi energi
Banyak hewan nokturnal, seperti beberapa spesies burung hantu, memiliki metabolisme yang beradaptasi untuk lebih efisien di malam hari. Ini mengurangi kebutuhan energi mereka memaksimalkan asupan makanan yang mereka peroleh.
Adaptasi evolusi
Evolusi juga berperan dalam membentuk perilaku nokturnal beberapa spesies sebagai respons terhadap tekanan lingkungan dan predasi selama berabad-abad, sehingga perilaku ini menjadi ciri khas turun-temurun.
Ciri-Ciri Hewan Nokturnal
Sobat #KonservasYIARI, berikut beberapa ciri hewan nokturnal:
- Mata besar dan sensitif: hewan nokturnal sering memiliki mata yang lebih besar relatif terhadap ukuran tubuh mereka. Mata ini dirancang untuk meningkatkan kemampuan menangkap cahaya, sehingga dapat melihat lebih baik di malam hari. Struktur mata mereka memungkinkan untuk meningkatkan intensitas visual dalam kondisi cahaya rendah.
- Indra pendengaran yang tajam: banyak hewan nokturnal memiliki pendengaran sangat sensitif, yang penting untuk mendeteksi mangsa atau menghindari predator di kegelapan. Contohnya adalah kelelawar, yang menggunakan ekolokasi untuk berorientasi dan berburu dalam gelap.
- Warna bulu atau kulit yang gelap: banyak hewan nokturnal memiliki warna bulu atau kulit yang lebih gelap, yang bertindak sebagai kamuflase di malam hari. Bulu ini membantu mereka bersembunyi dari predator dan mendekati mangsa secara diam-diam.
- Kemampuan beradaptasi dengan suara: beberapa hewan nokturnal mengembangkan suara khas atau sistem komunikasi yang efektif di malam hari, seperti desahan, klik, dan bunyi mendesis. Bunyi ini dipakai untuk komunikasi antarspesies atau peringatan bahaya.
- Pola aktivitas khusus: hewan nokturnal memiliki ritme sirkadian yang unik, dengan puncak aktivitas yang terjadi di malam hari. Mereka sering kali lebih pasif atau tidur di siang hari, menyembunyikan diri dari panas dan aktivitas diurnal lainnya.
12 Contoh Hewan Nokturnal
Setelah mengerti tentang hewan nokturnal beserta ciri-cirinya, kita akan mengenal beberapa contoh hewan nokturnal yang ada di sekitar kita.
1. Kelelawar
Kelelawar adalah mamalia terbang yang aktif di malam hari, menggunakan ekolokasi untuk navigasi dan menangkap mangsa. Mereka mengeluarkan suara yang beresonansi dengan objek di sekitar, lalu mendengarkan gema yang kembali untuk menentukan posisi serta ukuran mangsa atau rintangan.
Kelelawar berperan sebagai pemakan serangga, membantu mengontrol populasi serangga yang merugikan, serta sebagai penyerbuk dan penyebar biji.
Jurnal Universitas Negeri Jakarta tahun 2016 merilis setidaknya ada 205 jenis spesies kelelawar yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia.
Tarsius adalah primata kecil dengan mata sangat besar, salah satu yang terbesar relatif terhadap ukuran kepala di antara semua mamalia.
2. Tarsius

Aktif di malam hari, tarsius menggunakan penglihatannya yang tajam untuk menangkap serangga dan hewan kecil lainnya. Mereka memiliki kemampuan melompat, yang membantu berpindah cepat antar pohon saat berburu atau menghindari predator.
Hewan ini hidup di hutan tropis Indonesia, terutama di Sulawesi, Sumatera, dan beberapa pulau lainnya.
3. Burung Hantu

Burung hantu adalah predator nokturnal yang dikenal dengan kemampuan mendengar dan melihatnya yang luar biasa di malam hari. Mereka dapat memutar kepala hingga 270 derajat, memungkinkannya mendeteksi mangsa dari berbagai arah tanpa harus bergerak banyak. Burung ini biasanya menggunakan keheningan malam untuk mengintai dan menangkap mangsa seperti tikus dan serangga.
4. Kukang

Kukang (slow loris) adalah primata kecil yang ditemukan di hutan Asia Tenggara. Di Indonesia, primata ini hanya ditemukan di beberapa daerah, termasuk Jawa, Bali, dan Sumatra.
Mata besar dan bulatnya memberikan kemampuan penglihatan malam yang sangat baik, yang penting untuk mencari makanan seperti daun, buah, dan bunga di malam hari.
Kukang memiliki ciri khas unik berupa racun yang dihasilkan dari siku mereka, di mana ini digunakan sebagai mekanisme pertahanan terhadap predator atau untuk membunuh mangsa.
Meskipun kukang adalah hewan yang suka tidur dan tampak lambat, kukang memiliki kemampuan tinggi untuk memanjat pohon dengan cekatan untuk mencari makan.
5. Tikus

Tikus adalah contoh klasik hewan nokturnal yang ditemukan di berbagai lingkungan dari pedesaan sampai perkotaan. Mereka aktif mencari makanan di malam hari untuk menghindari banyak predator dan aktivitas manusia.
Tikus memiliki indera penciuman, pendengaran, dan penglihatan malam yang sangat baik, membantu mereka dalam navigasi dan deteksi ancaman.
6. Kucing Hutan
Kucing hutan, seperti puma dan lynx, aktif berburu di malam hari.
Mata mereka yang besar memungkinkan melihat dalam cahaya rendah. Sementara tubuhnya yang lincah memberi mereka kecepatan dan keagresifan untuk mengejar mangsa, seperti rusa atau hewan kecil lainnya.
7. Landak
Landak adalah mamalia nokturnal yang menghabiskan sebagian besar siang hari tersembunyi di bawah semak atau di dalam lubang untuk menghindari predator.
Mereka keluar di malam hari untuk mencari makanan seperti serangga, cacing, dan tanaman. Landak punya tubuh yang dilindungi oleh duri tajam, yang merupakan pertahanan utama mereka terhadap predator. Duri ini bisa mengintimidasi predator yang mungkin mencoba menyerang mereka.
8. Bunglon
Bunglon sebenarnya lebih sering aktif di siang hari, tetapi beberapa spesies dapat aktif di malam hari tergantung pada habitat dan kondisi ekologis mereka.
Bunglon dikenal karena kemampuan beradaptasi dengan lingkungan melalui perubahan warna kulit yang dramatis, yang membantu dalam kamuflase, baik saat berburu atau menghindari predator.
9. Cicak
Cicak, terutama spesies tropis, banyak yang aktif di malam hari. Mereka adalah pemangsa yang lincah, memburu serangga seperti nyamuk, ngengat, dan serangga lain yang aktif di malam hari.
Cicak punya adaptasi khusus seperti mata yang besar yang memaksimalkan penglihatan mereka dalam kondisi cahaya rendah. Kakinya yang punya bantalan khusus memungkinkan mereka menempel dan bergerak dengan lincah di permukaan vertikal dan atap, yang sangat berguna untuk mengejar mangsa atau menghindari predator.
Cicak menggunakan kemampuan kamuflase dan kecepatan luar biasa untuk bertahan hidup di lingkungan malam yang kompetitif.
10. Rubah
Rubah adalah mamalia omnivora yang sering kali aktif di malam hari, khususnya spesies seperti rubah merah dan rubah abu-abu.
Mereka menggunakan waktu malam untuk berburu mangsa seperti tikus, kelinci, burung, dan serangga, serta mencari sumber makanan lain seperti buah-buahan dan sampah.
Mata rubah yang peka terhadap cahaya rendah dan pendengaran yang tajam memungkinkannya untuk efisien dalam berburu di malam hari.
Rubah juga dikenal cerdik dan mampu beradaptasi dengan berbagai habitat, dari padang pasir sampai daerah perkotaan, di mana mereka sering aktif pada malam hari untuk menghindari interaksi manusia dan kompetisi dari predator lain.
11. Lemur

Lemur adalah primata yang sebagian besar spesiesnya aktif di malam hari. Mereka menggunakan mata besarnya untuk melihat dalam kegelapan hutan Madagaskar, mencari buah, serangga, atau daun.
Lemur juga punya ekor panjang yang membantu mereka menjaga keseimbangan saat berpindah dari pohon ke pohon.
12. Musang
Musang adalah karnivora kecil yang aktif di malam hari, terutama dikenal karena kecerdasan dan kecakapan berburunya.
Mereka berburu hewan kecil seperti burung, serangga, dan kadang-kadang buah. Musang juga terkenal karena kecepatan dan ketangkasan dalam bergerak melintasi tanah atau melalui pepohonan.
Selain contoh hewan nokturnal di atas, masih banyak hewan nokturnal lainnya, seperti binturong yang merupakan hewan nokturnal yang mencari mangsa di siang hari.
Melestarikan Penjaga Malam: Perlunya Konservasi Hewan Nokturnal
Ketika matahari terbenam, sebuah babak baru kehidupan dimulai di alam. Hewan-hewan nokturnal memainkan peranan penting dalam ekosistem kita, mengatur populasi serangga, menyebarkan biji, dan membantu menjaga keseimbangan alam.
Melalui penjelasan tentang karakteristik dan perilaku mereka, kita belajar menghargai keragaman dan kecerdasan adaptasinya. Dengan memahami dan menghargai kehidupan mereka yang berlangsung di bawah cakrawala malam, kita bisa memperluas pengetahuan kita, sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya melindungi habitat aslinya.
Karena setiap makhluk, tidak peduli sekecil apa pun atau seberapa tersembunyi kehidupannya, berperan dalam menjaga kesehatan planet kita.
Referensi:
Featured image: pkproject | Freepik
https://openaccesspub.org/mammal-research/nocturnal-mammals
https://wilderness-society.org/nocturnal-animals-the-secret-lives-of-nighttime-creatures