Tentang
Program
Cerita Publikasi Bergabung
Donasi

Yayasan IAR Indonesia

Silakan atur halaman utama di Settings → Reading → Your homepage displays dan pilih A static page, lalu pilih halaman dengan template Home.

Gawai Dayak

International Animal Rescue Indonesia / YIARI turut ambil bagian dalam Pekan Gawai Dayak ke – XXXI tahun 2016 di Pontianak, Kalimantan Barat. Gawai Dayak ini dilaksanakan pada tanggal 20 – 27 Mei di Rumah Radakng Pontianak dan diikuti oleh sanggar-sanggar yang terdaftar di Sekretariat Bersama Kesenian Dayak (SEKBERKESDA) seluruh Dewan Adat Dayak (DAD) Kabupaten dan Provinsi-se Kalimantan Barat. Selain dari perwakilan DAD kabupaten dan Provinsi, Pekan Gawai Dayak ini juga diikuti oleh perwakilan masyarakat Dayak dari Sarawak dan Brunei Darusalam.

Ada beberapa kegiatan yang diselenggarakan dalam gawai Dayak ini. Kegiatan ini antara lain lomba menyumpit, Pangka’ Gasing, Melukis Perisai, Melukis Kanvas, Tari Dayak Kreasi, Sastra Lisan, Menganyam Manik, Lomba Menumbuk dan Menampi’ Padi, Menangkap Babi, Memahat/ Mematung, membuat tato, menyanyi lagu anak-anak, Kuliner Khas Dayak, Busana Dayak Kreasi untuk anak-anak, dan Bujang Dora Gawai.

Dalam kegiatan ini, YIARI mengadakan beberapa kegiatan seperti memberikan informasi terkait pelestarian orangutan dan habitatnya, kampanye perlindungan orangutan, pemutaran film, lomba mewarnai untuk anak-anak Sekolah Dasar dan pengisian kuesioner yang diikuti oleh para pengunjung. Salah satu hal yang menarik banyak pengunjung adalah juga perisai dayak dengan ragam hias motif orangutan yang dipajang di sisi stand sebagai photobooth.

Kampanya yang dilakukan YIARI bertajuk “Satu kata untuk orangutan” di mana para pengunjung diminta menulis satu kata untuk orangutan di lembar yang disediakan tim YIARI. Kampanya ini mendapat tanggapan yang positif di mana kata yang paling banyak ditulis adalah “lindungi”. Selain itu banyak juga pengunjung yang tertarik untuk berdiskusi mengenai perlindungan orangutan di wilayah masing masing seperti Kabupaten Landak, Bengkayang, dan Mempawah. Para pengajar dari Universitas Tanjungpura dan Yayasan Bruder bahkan sangat tertarik dengan materi yang disajikan YIARI dan ingin menyampaikannya kepada para mahasiswa dan murid-muridnya.