Selanjutnya, polisi menunggu hasil uji laboratorium. Jika benar indikasinya, maka aparat berwajib memastikan akan mengamankan pihak yang terkait. “Ada satu orang penjual hewan diduga melakukan itu, namun kita tidak bisa terburu-buru, kita tunggu hasil lab-nya,” yakin Guntur.
Di luar itu, Ditreskrimsus sudah menahan tiga orang pedagang hewan langka dari pasar tradisional di Jalan Durian Pekanbaru. Ketiganya tertangkap tangan menjual bebas primata jenis Kukang enam ekor, seekor Owa dan seekor Siamang, saat digerebek, Minggu (28/2/2016).
Sebelumnya, Senior Investigator dari Scorpion Wildlife Trade Monitoring Group, Marison Guciano menyebutkan, bahwa selain dijual untuk dipelihara, hewan langka ini juga dipenggal hidup-hidup untuk dijadikan minyak yang kabarnya punya banyak khasiat.
“Kami sudah dua minggu berada di Riau untuk melakukan investigasi. Mulai dari pasar sampai kepihak yang menjual primata langka ini ke pasar hewan tersebut. Ternyata selain dijadikan peliharaan, untuk Kukang juga ada yang dibunuh demi dijadikan minyak,” bebernya saat berbincang dengan GoRiau.com.
Mengetahui fakta itu, Marison dan timnya mulai mendalami investigasi tersebut. “Kami telusuri darimana Kukang ini didapat. Sampailah ke Kampar Kiri Hulu. Itu disana banyak sekali. Kami punya foto-fotonya. Mayoritas darisana lalu di jual ke pasar itu. Kami juga sempat menyelidiki apa khasiat minyak dari Kukang tersebut,” ungkap dia.
Tidak cuma itu, Marison bahkan punya foto-foto terkait aksi penyembelihan Kukang tersebut. Dia juga menyayangkan sikap dari Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau yang terkesan tak tahu. “Padahal setelah kami usut, ini sudah terjadi bertahun-tahun lamanya. Kok bisa,” tanya Marison.
Bahkan ia sempat mengatakan, selama perjalanannya ke beberapa provinsi untuk melakukan investigasi, ia menyebut kalau pasar tradisional penjual hewan di Pekanbaru ini, bisa dibilang paling buruk dalam artian minimnya pengawasan khususnya terhadap penjualan hewan dilindungi.
“Disini paling buruk kondisinya dibanding daerah lain yang kami lakukan investigasi. Pasar hewannya banyak sekali menjual binatang langka dan dilindungi,” tukas Marison. ***