Mahasiswa Teologi Tertarik Belajar Konservasi di YIARI
CIAPUS – Tiga orang mahasiswa dari Sekolah Tinggi Teologi Jakarta mulai bulan Juni hingga Agustus 2015 melakukan kegiatan magang di pusat rehabilitasi Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI), Ciapus, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Mereka adalah Evaena Febrieni Sumbayak, Nadya Dewi Natalia dan Sion Nainggolan.

Mahasiswa/i semester dua dan semester empat itu akan mempelajari upaya konservasi dan proses rehabilitasi satwa liar yang di YIARI. Hingga dua bulan ke depan mereka akan mencari tahu lebih dalam mengenai konservasi satwa liar dan mengaitkannya dengan Teologi Kristen. Salah seorang mahasiswi magang, Evaena Febrieni Sumbayak mengatakan bersama teman satu timnya akan melakukan penelitian di YIARI dengan tema “Suara-suara Kamu Marjinal”.
Pada aplikasi prakteknya, mereka lebih menitikberatkan kepada bagaimana upaya YIARI untuk menyuarakan kepedulian terhadap satwa liar, khususnya kukang dan macaca.
“Teologi tidak hanya berbicara tentang relasi manusia dengan Tuhan, melainkan juga manusia dengan manusia dan ciptaan lainnya. Dengan kata lain, tidak mungkin dapat belajar teologi jika masih tidak peduli ciptaan lainnya, termasuk kukang dan macaca,” kata Eva di kantor YIARI Ciapus, Rabu, 3 Juni 2015.
Selain karena tugas dari kampus, mereka juga mengaku tertarik dengan isu tentang konservasi satwa liar dan pelestarian lingkungan. “Sejujurnya ini pengalaman pertama kami magang di pusat rehabilitasi primata. Tenta saja senang mendapat kesempatan belajar banyak di sini,” tambahnya. Dari rencana penelitian yang sudah dibuat, ketiga mahasiswa itu akan aktif mengikuti kegiatan Slow Loris Conservation Program untuk mengetahui lebih banyak tentang satwa kukang dan upaya konservasinya beralih ke Animal Management untuk mengetahui mengenai penanganan dan perawatan satwa. Selanjutnya, mereka akan mengikuti tim monitoring untuk memantau kukang yang sudah dilepasliar di Hutan Gunung Salak.
Manajer Operasional YIARI Aris Hidayat menyambut baik dengan rencana penelitian mahasiswa teologi yang akan mengaitkan ilmu yang mereka punya dengan konservasi dan rehabilitasi satwa liar. Menurutnya, mahasiswa magang di YIARI dari jurusan teologi merupakan yang pertama kalinya. Sebab, umumnya mahasiswa magang di YIARI berasal dari Kedokteran Hewan, Biologi maupun Kehutanan. “Penelitian dari teman-teman Teologi ini sangat bagus untuk awardness YIARI ke lingkungan yang lebih luas lagi. Mahasiswa dari teologi ini bisa juga aktif kampanye konservasi satwa liar ke komunitas di luar sana,” ujar Aris.
